Yogyakarta Hari Ke-1 (May 2017)
Zenit 122
Agfa Vista 400
Bermula dari “Jogja wae yok” dan “Bolehh.. yuk kapan?”
Hingga akhirnya bertemu dengan kawan-kawan lama dari Semarang dan kawan baru juga.
Sempat ketinggalan kereta dan harus menunda perjalanan satu hari dari Jakarta dengan modal by God. Sebuah perjalanan karena banyak mau dan dikit uang akhirnya terlaksana. Tapi bener deh, restu orang tua itu penting banget. Aku sempat sudah perjalanan ke Stasiun Pasar Senen dan akhirnya tertinggal karena belum minta izin pada Ibu. Ada alasan sih, khawatir Ibu tidak akan mengizinkan sedangkan kawanku sudah di Jogja duluan, berangkat dari Batang dan Semarang.
“Gausah! Pulang aja ke Pemalang” sudah terngiang-ngiang dipikiranku.
Meskipun aku selalu pulang setiap bulan paling tidak sekali.
Menyesal sekali 75ribuku berangkat ke Jogja sendirian tanpa aku. Uang segitu bisa kupakai untuk makan 2-3 hari, bahkan lebih kalau aku tidak malas masak.
Tapi aku juga tidak akan mengecewakan diriku sendiri untuk mengurungkan niat datang ke ArtJog 2017.
“Minggu depan insha Allah pulang Pemalang”
“Besok aku ke jogja ya Bu”
"Sabtu udah di jakarta”
Dengan rangkaian kalimat seperti itu ternyata Ibu mengizinkan aku ke Jogja. Aku tidak terlalu percaya dengan ‘kebetulan’. Tapi memang sebelum aku minta izin, jalanan Jakarta dan semuanya terasa tidak mendukungku pergi tanpa izin Ibuku. Walaupun aku sudah bangun pagi dan mempersiapkan semuanya dengan baik dari sehari sebelumnya. Dengan keyakinan bisa sampai di Stasiun lebih awala sambil menikmati Bakwan Malang stasiun yang mahal sebelum kereta berangkat, dan yang terjadi sangat mengecewakan.
Keberuntunganku langsung terasa sejak ibuku membalas dengan “Tanggal berapa pulang?”
Langsung aku usahakan membeli tiket untuk keesokan harinya, tersisa satu, benar-benar yang terakhir untuk keberangkatan ke Jogja di hari berikutnya. Kalau tidak kudapatkan bisa jadi kawanku yang sudah sampai di Jogja bisa sangat kecewa karena aku yang mengajaknya datang kesana.
Foto-foto di atas diambil saat sarapan pertamaku di sebuah motel 65ribu di Jogja dan piknik hari pertama di Gembira Loka. Aku pakai kamera Zenit 122 milik Bapak yang sudah 17 tahun mati suri, dengan film ber ASA 400 dan aku sangat puas dengan hasilnya, meski mungkin kawan-kawan yang lain tidak :D