Menjadi dewasa, apakah kita masih punya optimisme dan semangat yang membara dalam hati? Berulangkali dibenturkan dengan realita bahwa ternyata kenyataan tak seindah ekspektasi, bahwa diri tak sehebat yang dikira selama ini, bahwa menjalani proses yang tak jarang lambat dan gagal seringkali membuat menggigit jari, akankah kita masih berani menjalani kehidupan ini? Bukan hanya bertahan tapi berani menentukan nasib sendiri? Bukan hanya untuk menutupi kewajiban dan menghindari rasa tak berharga tapi demi meraih suatu tujuan besar yang mulia di depan sana? Tapi kalau tidak, apakah guna dan maknanya jika hidup hanya sekadar bertahan hidup, mencari keuntungan pribadi, atau sekadar mengalir tanpa arah yang jelas? Tidak, hidup hanya sekali maka harus bermakna dan berarti. Hidup hanya sekali maka harus berani dihadapi. Hidup hanya sekali maka berarti hanya punya kesempatan sekali untuk menggapai posisi terbaik di akhirat nanti. Oh, kelopak verbena dengan warna-warninya yang mencolok dan berani, ingatkan aku untuk selalu menghadapi hidup dengan pantang menyerah, gigih, dan berani...









