SEORANG LELAKI DAN POHON KESAYANGAN kekasihku sebatang pohon dan dia tak pernah pergi dari padang itu. namun sebenarnya dia telah jauh mengembara, menuju langit, mencari sebab dan karena yang tak mampu kujawab. aku tahu, kau pasti mengira akan membaca kisah tentang perempuan yang dikutuk jadi pohon, atau kisah lelaki gila yang mencintai pohon. biarkan saja imajinasi kanak-kanakmu tumbuh dan mengembara sekali lagi, seperti pohon kekasihku itu. bebaskan prasangkamu, patahkan jeruji besi karatan di kepalamu. mengapa pohon? — pohon itu hidup dan menghidupi; akarnya penggali paling sabar, dahan dan rantingnya rumah paling tabah bagi burung-burung. dan tubuhnya, mungkini ranjangmu yang paling setia. kalimat sebelum ini barangkali penjelasan yang paling masuk akal; tentang mengapa aku mencintai sebatang pohon. namun lebih dari itu; kekasihku sebatang pohon, aku yang paling mencintainya. banyak puisi lahir dari rahim kekasihku; anak-anak kita sering bermain di halaman koran hari minggu, di rak-rak toko buku, bahkan mungkin nanti di kartu undangan pernikahanmu. sungguh, aku tak tahu; dosa apa yang menyebabkan kekasihku jadi pohon? pohon tak punya mulut, jadi kubiarkan dia mengucap doa dan mencari jawaban dari banyak pertanyaan dengan caranya sendiri. tetapi aku manusia, dan dia pohon. aku berbuat dosa, dan dia... . Solo, 2016 . 📷: @kangbison @30haribercerita #30haribercerita #30hbc1703 #puisi #agakprosa #tapipuisikok #semogapuisi #narasibulanmerah















