• Dikalahkan oleh Penerimaan • Ceritanya saya baru saja melanjutkan tontonan yang sempat diskip oleh deadline, Reply 1988 judulnya. Drama Korea lama, namun baru saya sentuh kembali. Baru sampai episode 4 sih, tapi saya berani bilang; drama ini bukan drama gagal. Serius. Hujan makna di mana-mana, sepanjang adegan ke adegan. Ada salah satu adegan yang membuat saya terharu. Dikisahkan suami istri tidak kaya, terbilang hidup susah. Memiliki 3 orang anak. Hampir setiap hari makan hanya dengan sayur. Bertemu ikan saja senangnya bukan kepalang. Kehidupan keluarga tersebut cukup ramai. Kadang harmonis, banyak bersiterunya. Kadang manis, banyak adu mulutnya. Adaaaa saja yang diributkan. Dari mulai makanan tidak enak, yang dimasak itu-itu saja, tidak pandai mendidik anak, hidup terhimpit finansial, tidak memiliki sopan santun, dan lain-lain. Mereka saling menyalahkan, saling menganggap diri paling benar. Emosi memuncak, gengsi meninggi. Namun pada akhirnya, di hadapan penerimaan angkuh dan egois akan kalah. Telak pula. Bagaimana pun sulitnya hidup, memiliki suami yang berusaha keras bekerja, tetap sang istri terima. Bagaimana pun anaknya tidak pintar di sekolah, memiliki istri yang berjuang mendidik anak-anak, membagi waktunya dengan mengurusi keluarga dan rumah tangga, tetap sang suami terima. Pada dasarnya, lama tidaknya kebersamaan itu tergantung bagaimana kita menerima satu dan yang lain. Bukan begitu? #aksarannyta #30haribercerita #30hbc1703 @30haribercerita


















