i miss them

seen from United States
seen from China

seen from India
seen from United Kingdom

seen from Germany
seen from United States

seen from Austria
seen from Netherlands
seen from Brazil

seen from Austria
seen from Venezuela
seen from United States
seen from United States

seen from Australia

seen from Israel
seen from Philippines
seen from Netherlands
seen from Yemen
seen from United States
seen from Russia
i miss them
agustus my goat don't be doomed please
Are gay people real? Lmk
My fav interactions from all of Saps DaD streams!! (These aren't in order it's just random interactions)
(some may not be 100% accurate!!)
Kalo dah dapat kuncinya, akan mudah kita membukanya.
Kalo dah dapat arahnya, akan mudah kita menempuhnya.
Kalo dah dapat polanya, akan mudah kita mengerjakannya.
Pahami rumusnya. Pahami cara mainnya. Pahami cara kerjanya, agar kemudahan selalu menyertai prosesnya.
Bertemu Agustus
Agustus—lebih dari sekadar pengingat tentang waktu ketika aku hadir di dunia ini.
Agustus berarti beberapa hal.
Agustus adalah garis permulaan; tempat memulai sesuatu setelah begitu banyak hal yang akhirnya selesai—atau dipaksa berakhir.
Agustus adalah pintu yang menawarkan banyak perjalanan. Agustus adalah lembaran pertama dari buku yang baru saja ditulis. Agustus adalah penanda usia yang akan terus mengingatkan; bahwa hidup di dunia ini hanya sementara. Tidak ada pengulangan atau remedial. Tidak ada jalan kembali pada masa yang sudah berlalu.
Agustus adalah ruang untuk berefleksi habis-habisan—mencoba melihat kilas balik hidupku sendiri kemudian bertanya; sudah seberapa ikhlas aku menerima takdir? Bisakah aku memafaakan diri sendiri? Apa aku sudah cukup bijak untuk mengambil pilihan-pilihan hidup? Tentu, ada banyak pertanyaan dibanding jawaban.
Setelah menengok jauh ke belakang—melihat begitu banyak cerita beserta penyesalan-penyesalan yang menyertai, aku tersadar;
Masih banyak hal yang harus diperbaiki. Ada bagian tertentu yang rasanya perlu diulang jika bisa—tapi jarum waktu tak pernah bergerak mundur. Semua yang sudah lewat sisa masa lalu. Pengalaman yang harus disyukuri. Kenangan yang mesti dipeluk seikhlas-ikhlasnya.
9:10 am
Happy August!
¡Feliz agosto!
Bon mois d’août !
Schönen August!
Buon agosto!
Feliz agosto!
Fijne augustus!
Glædelig august!
God august!
Glad augusti!
Hyvää elokuuta!
Gleðilegan ágúst!
Šťastný srpen!
Šťastný august!
Boldog augusztust!
Καλό Αύγουστο!
Честит август!
August fericit!
Ağustos ayınız kutlu olsun!
أغسطس سعيد!
8月おめでとうございます!
행복한 팔월 보내세요!
八月快樂!
Maligayang Agosto!
Selamat bulan Agustus!
Selamat bulan ogos!
Tháng tám vui vẻ!
สุขสันต์วันสิงหาคม!
अगस्त माह की शुभकामनाएँ!
இனிய ஆகஸ்ட்!
শুভ আগস্ট!
ఆగస్ట్ శుభాకాంక్షలు!
હેપી ઓગસ્ટ!
ऑगस्टच्या शुभेच्छा!
ಆಗಸ್ಟ್ ಶುಭಾಶಯಗಳು!
#August #Août #Agosto #augustus #augusti #elokuu #ágúst #srpen #augusztus #Αύγουστος #Ağustos #أغسطس #はちがつ #팔월 #八月 #Ogos #Agustus
#Thángtám #अगस्त #สิงหาคม #ஆகஸ்ட் #আগস্ট #ఆగస్టు #ઓગસ્ટ #ऑगस्ट #ಆಗಸ್ಟ್ #8月 #happy
#summer #wishes
Agustus: Bendera Hijau di Lampu Hijau
Bulan Agustus biasanya identik dengan bendera merah putih yang berkibar dimana-mana untuk menandakan bahwa usia negeri ini telah bertambah satu tahun. Kali ini, sudah hampir delapan puluh tahun negeri ini merdeka, terbebas dari penjajah.
Meski aku bukan termasuk orang yang rajin ikut upacara atau aktif dalam acara peringatan ulang tahun negeri ini, aku tetap melihat kemerdekaan sebagai hal yang patut disyukuri. Walau dalam kualitasnya, negeri ini punya banyak hal lain yang masih perlu diperbaiki.
Negeri ini memang sedang tidak baik baik saja.
Tapi maaf aku tidak berniat mengubah topik tulisan ini menjadi tulisan bernuansa ketidakadilan atas kekuasaan yang candu seperti yang sedang hilir mudik disana sini. Seperti biasa, aku akan tetap berbagi tentang topik yang sama.
Topik tentang pencarian.
Lantas, ada apa dengan bendera hijau di lampu hijau?
Bendera hijau/greenflag adalah lawan kata redflag yang biasa digunakan anak zaman sekarang untuk menilai baik tidaknya karakter seseorang di dalam suatu hubungan. Tidak dapat dipungkiri, telah banyak laki-laki greenflag yang pernah datang dan berproses, tapi apa boleh buat? Prosesnya harus berakhir berkali-kali, lagi dan lagi.
Ya, harus kuakui, bersabar adalah jalan yang harus ditempuh untuk setiap kisah yang harus kandas di tengah jalan. Eh, atau memang sudah harus seperti itulah akhir ceritanya.
Bagiku yang sudah melalui beberapa proses dengan sekian manusia dengan beraneka rupa dan ragam, ternyata greenflag saja tidak cukup. Untuk urusan yang satu ini, seseorang juga perlu menemukan greenlight alias lampu hijau.
Jadi, mari beralih tentang lampu hijau.
Dulu, saat masih bekerja membangun sebuah produk digital bersama tim kecil nan solid di Kota Belimbing, setiap kali pulang kantor, aku harus berhenti sejenak di persimpangan jalan untuk menunggu lampu merah berubah menjadi hijau. Itu sudah menjadi rutinitas setiap pengendara.
Setidaknya ada 2 lampu merah yang harus dilalui dari kantor ke rumah, tidak begitu sebaliknya. Banyak hal yang bisa diperhatikan (misalnya membaca billboard di pinggir jalan yang semakin hari semakin meriah dan kreatif), atau didengar (banyak pengamen jalanan yang biasa mangkal di lampu merah), atau mungkin sekadar melanjutkan apa yang sedang dipikirkan dalam lamunan. Menunggu lampu hijau menyala artinya menghargai sesuatu untuk terjadi sesuai pada waktunya. Patuh. Sebenarnya bisa-bisa saja jika mau menerobos lampu merah karena tidak sabaran, tapi terlalu banyak konsekuensinya.
Begitupun aku yang saat ini masih menunggu lampu hijau untuk menyala demi urusan yang satu ini.
Di beberapa pekan terakhir, aku 'bertemu' dengan tiga bendera hijau, sebut saja En, Far, dan An. Ketiganya hadir di waktu yang berdekatan. Anggap saja ketiga orang ini adalah pengendara lain yang bersisian di samping kanan dan kiri saat menunggu lampu merah berubah hijau. Ada jeda waktu yang membuat kami bisa memperhatikan satu sama lain.
Ketiganya baik, ketiganya pun juga sedang menunggu lampu hijau. Sama sepertiku.
Tapi En dengan masa lalu dan traumanya yang belum sembuh. Far dengan keputusannya yang ternyata jauh berbeda denganku. Dan An yang pelan-pelan mulai menjauh. Pesan-pesanku kini tertinggal hanya terbaca tanpa terbalas.
Entahlah, pada akhirnya kami memang melanjutkan perjalanan masing-masing, tapi siapa tahu takdir akan membawa kami bertemu lagi di perhentian lampu merah yang sama, kembali bersisian. Hanya Allah Yang Maha Mengetahui yang dapat menjawabnya.
Saat ini, aku hanya ingin pulang, beristirahat, dan melanjutkan apa yang seharusnya dilanjutkan seperti biasa. Memilih untuk tidak terlalu peduli.
Lagipula, aku juga tidak sedang terburu-buru.
Lalu, pada akhirnya aku hanya bisa kembali berdoa dengan doa yang sama. Jika tahun ini yang terbaik bagiku maka dekatkanlah, mudahkanlah, dan berkahilah siapapun laki-laki shalih yang menjadi pilihan-Mu. Buatlah aku rida padanya, dia rida padaku, dan Engkau rida atas kami untuk saling membersamai sampai surga.