Menghargai Proses
Adalah kita sendiri; yang pernah mengalami kegagalan, kesedihan, khawatir dengan target-target yang belum tercapai, atau pun merasa iri dengan pencapaian orang lain yang terlihat begitu membahagiakan.
Bersedih atau kecewa saat mengalami hal tersebut tentu wajar selama kita memaknainya sebagai alarm untuk terus berjuang. Namun, jika rasa tersebut membuat kita menjadi terpuruk berlebihan, jika rasa tersebut membuat kita jadi membanding-bandingkan diri dengan orang lain, maka kita patut berhati-hati karena rasa tersebut akan membuat kita kurang bersyukur. Seringkali hanya karena satu kesedihan membuat kita fokus hingga lupa akan ribuan nikmat yang Allah berikan setiap hari.
Mari membiasakan diri untuk menghargai proses, bukan tentang mengejar hasil akhir semata. Atau mungkin, selama ini kita disibukkan untuk menyamai standar keberhasilan dan kebahagiaan orang lain yang membiaskan tujuan semula. Kunci utama untuk bangkit dari kegagalan adalah keridhaan, ridha yang artinya menerima setiap apapun keputusan Allah tanpa rasa kecewa atau sedih karena yakin betul bahwa setiap hasil yang diterima adalah terbaik. Iya, terbaik menurut-Nya. :)
“Saksikan ya Rabb, hamba berikhtiar karena Engkau Menyukai hamba yang berikhtiar..”
Jika sudah melibatkan setiap urusan kita pada Allah, maka apa pun hasilnya tidak pernah salah🙂. Kalau pun yang terbaik menurut Allah nantinya tidak sesuai harapan kita, ya sudah. Pekerjaan kita adalah bersabar, ikhlas, dan berjuang lagi. Tidak perlu kecewa, tidak perlu malu yang berkepanjangan. Belum tentu juga apabila hasilnya sesuai harapan, akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik, pribadi yang lebih dekat dengan Allah.
Sangat penting bagi kita untuk mengingatkan diri sendiri bahwa tugas seorang hamba adalah berusaha, bukan menentukan hasil. Apabila niat awal sudah LillahiTa'ala, maka kita akan menjadi pribadi yang menghargai proses sebuah perjuangan, bukan lagi disibukkan dengan memikirkan hasilnya nanti apakah akan berhasil atau tidak.
Selamat berproses menjadi sebaik-baik hamba-Nya.
Selamat memaknai kembali tentang apa-apa yang selama ini diperjuangkan.
Tenanglah, kita ini milik Allah. :)
"Faidza azamta fatawakkal 'alallah", yang artinya “Maka, jika kamu sudah bersungguh-sungguh, maka bertawakallah kepada Allah”. (QS. Ali Imran:159)














