Beberapa hari lalu dalam perjalanan pulang ke rumah, saya berkata lirih dalam hati “Ya Allah, mohon bantu pertemukan hamba dengan orang yang membutuhkan makanan..”
Di atas motor saya memperhatikan orang-orang di pinggir jalan, hingga kemudian saya melihat seorang bapak yang sedang duduk lesu dengan memegang wadah besar khas memungut sampah..
Saya putar balik menuju beliau, saya amati beliau dari belakang. Tidak memakai alas kaki dan kulit yang terlihat terbakar sinar matahari. Mata saya berkaca-kaca, tidak sanggup memandang raut wajah beliau yang keletihan.
Saya kemudian melanjutkan perjalanan dan detik itu ingin sekali rasanya bisa membantu banyak orang.. Saya merenung; “Bukankah Allah Maha Penyayang, bukankah Allah Maha Kaya, bukankah sangat mudah bagi Allah untuk membantu hamba-hambaNya yang kesulitan seperti bapak itu..”
Kalau saya “manusia-biasa” (saja) ingin membantu, apalagi Allah Yang Maha Pengasih..
Kemudian saya teringat QS. Al Baqarah ayat 155-157,
“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNyalah kami kembali). Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”
----------------------------------------
“Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar”
Siapa yang tidak pernah merasa takut atau kekurangan? Bahkan mudah sekali bagi Allah memberikan rasa takut kepada manusia. Tapi ternyata.. Allah Memberi rasa ketakutan, agar manusia belajar sabar, agar memperoleh ampunan dan rahmat.
Dan barangkali dengan kesabaran tersebut dapat menjadi jalan surga kita.. Kita tidak pernah tau, tapi Allah Maha Tahu..
----------------------------------------
“Sesungguhnya kami milik Allah”
Dan barangkali yang kadang tidak kita sadari, bahwa kita ini milik-Nya Allah.. kita ini Milik Dzat Yang Maha Baik, Maha Penyayang..
Maka tidak mungkin sang Pemilik mendzalimi hambaNya, setiap yang ada pada diri kita adalah bentuk kasih sayang-Nya.
Allah sedang mendidik untuk sabar, agar kita semua memperoleh kabar gembira di hari akhir nanti.. agar kita memperoleh ampunan dan rahmat-Nya.
Bukankah kita pernah melihat sederetan toko yang menjual barang yang sama bahkan hingga bertahan belasan tahun? Saya sering melewati sederetan kios-kios penjahit di dekat UGM. Bahkan sejak saya sekolah, kuliah, hingga saat ini bekerja, kios-kios itu masih tetap ada.
Setiap lewat, saya membayangkan betapa Maha Baiknya Allah karena mengatur rezeki setiap penjahit di kios dengan sangat rapih. Masing-masing penjahit setiap hari didatangi customer yang telah Allah gerakkan hatinya untuk menjahit di kios A, atau kios B, atau kios C. Semuanya Allah Yang Mengatur sehingga ada rezeki masing-masing..
Barangkali seperti itu juga rezeki kita.. rezeki yang berupa keluarga, sekolah, kampus, pasangan, pekerjaan, tempat tinggal, dsb. Allah pasti telah mengaturnya dengan sangaaat rapih, tidak ada kebetulan. Allah gerakkan hati kita menuju takdir kita masing-masing..
Maka tugas kita hanya memastikan agar setiap ikhtiar yang sedang dijalani saat ini terus diniatkan untuk meraih ridha Allah.
Maka semoga hati dan jiwa kita akan senantiasa tenang dan ridha, karena memahami bahwa segala yang hadir dalam hidup ini adalah bentuk kasih sayang Allah..
Duhai Allah Yang Maha Baik, terima kasih ya..
Bismillah, 30 hari menuju Ramadhan.