Project Goals Life
Subuh pukul 05.00 WIB, Putra menuju bandara untuk mengantarkan para membernya untuk pulang menuju Korea Selatan. Setelah memastikan para member sudah pulang ke Korea Selatan di Bandara, disela-sela tournya ke Indonesia, Putra menyempatkan datang menuju tempat Ustadz Adi yang sudah lama tidak ia jumpai sejak ia pergi hijrah ke Korea Selatan. Ia pun langsung menuju Bekasi dimana kantor Ustadz Adi berada. Kedatangan Putra pun disambut pelukan hangat oleh Ustadz Adi. Lalu setelah berbincang tentang kabar, Putra pun ingin konsultasi dengan Ustadz Adi mengenai project life goal yang sudah ia rancang sedemikian detail saat di Korea Selatan sambil duduk di ruang tamunya.
"Ustadz, ini daftar project life goals ane yang pertama, kedua, dan sampai yang kesekian sampai yang terakhir menikah. Kayaknya ini sudah sesuai dengan timeline dan kapabilitas sa.."
Ustad Adi pun meminjam tablet dan melihat daftar project yang telah Putra susun. Tanggannya menyentuh layar. Terlihat sedang memindahkan daftar yang telah Putra buat dan memberikannya lagi ke Putra
"Jadi gimana, Ustadz? Sudah bener kan project goals saya?"
Putra pun melihat project goalsnya dan melihat tidak ada perubahan.
"Tidak ada yang berubah ustadz?"
"Coba lihat lagi yang teliti. Kamu ini gimana project manager tapi ngga teliti."
Sambil tersenyum kemudian terlihat scroll tabnya menutupi daftar project goalsnya yang paling atas. Setelah melihatnya Putra pun terkejut.
"Menikah dulu, Ustadz?!" "Lah iya, menikah dulu." "Tapi ane belum siap, Ustadz!" "Tidak ada yang benar-benar siap secara utuh, kalo dari sudut pandang saya, saya yakin kamu sudah siap, Put. Sekarang saya mau tanya, setiap kamu mengerjakan project yang banyak kayak gini, lebih baik ada partnernya atau sendirian aja?" "Ada partnernya, Ustadz." "Oke fix, nikah dulu"
To be continued.














