Ajal dan Kematian -------------------- Bagaimana kalau hari ini kita tiada. Misalnya dikoyak sepi ataupun ajal. Dijemput malaikat lalu arwah diangkat. Belum lagi siap, Allah memanggil. Lalu harus bagaimana diri ini ?. Diam, pasrah, lalu menangis saja ?. Mungkin demikian, jika memang kau pengecut. Berhasil itu tidak pasti. Apalagi berhasil ke surga, susah lah !. . Seperti papan keyboard saja hidup ini. Salah pencet huruf, salah kata. Salah hapus, salah makna. Serba salah sih simpelnya. Pintar-pintarlah merangkai kata. Dengannya kau akan tahu arti kalimat yang sebenarnya. Jelilah dalam menentukan jalur hidup. Dengannya kau tahu arti hidup. Sederhana sebenarnya, kau yang mengetik maka kau yang menentukan. . Biasanya kita bertanya tentang seseorang. Biasanya kita biasa bertanya sebelum mencari sendiri. Toh kalau bisa kita cari, untuk apa ditanyakan. Mungkin pertanyaan sebagai sarana silaturahim, mungkin saja ~. Bertanya pada Allah soal jodoh misalnya. Mengapa tak kau cari sendiri. Kembali lagi, kalau tak silaturahim dan berbaik hati padaNya, kapan diberi. . Lantas ajal itu apa ?. Untuk apa ia ada jika hanya untuk kesedihan. Lantas kematian itu apa ?. Untuk apa ia ada jika hanya untuk air mata. Seperti biasa, jangan pernah suudzon pada Allah. Yakin bahwasanya ajal dan kematian adalah hal terbaik. Yakin saja bahwa kematian adalah cara Allah mengistirahatkanmu dari maksiat yang kau jalani. Bersiap saja, tinggal tunggu waktu. Allah berkata, "waktunya pulang." #penabenhum #sastra #renunganmalam #ajaldankematian #indonesiabertauhid #tausiyahhidup










