New Post has been published on Infokampus
New Post has been published on http://www.infokampus.news/dikaji-akademis-harga-rokok-belum-naik-rp-50-ribu/
Dikaji Akademis, Harga Rokok (Belum) Naik Rp 50 Ribu
Infokampus.news, Malang – Wacana penurunan tingkat perokok melalui penaikan harga mencapai 50 ribu dinilai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea Cukai Jawa Timur 2, Nirwala Swi Herianto tidak akan berpengaruh banyak. Ia menjelaskan, kenaikan harga rokok tersebut memang akan menurunkan tingkat pembelian rokok, tapi itu tidak akan menghentikan kegiatan merokok.
“Karena rokok itu kalau di kajian ekonomi merupakan salah satu barang inferior. Yang dimaksud barang inferior disini itu permintaannya akan turun seiring dengan peningkatan pendapatan masyarakat. Makanya 51 % perokok di Indonesia itu dari kalangan buruh, petani, dan nelayan,” ujarnya di hadapan peserta talkshow.
Rokok Naik, Marak Penyelundupan Rokok Ilegal
Nirwala juga mengaku khawatir, jika harga rokok dinaikkan 50 ribu maka akan banyak terjadi penyelundupan rokok serta penyebaran rokok-rokok ilegal. Selain itu, penerimaan di bidang cukai rokok akan turun.
“Benar penerimaan akan naik karena harga 50 ribu, tetapi itu kan di awal. Setelah itu pasti akan anjlok karena pembeli rokok akan berkurang drastis,” ungkapnya.
Rokok (Belum) Berharga 50 Ribu, Masih Dikaji Secara Akademis
Sementara itu wacana rokok berharga Rp 50 ribu masih dalam kajian penelitian akademis yang dilakukan oleh Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI). Artinya rokok belum benar-benar berharga Rp 50 ribu.
Baca Juga :
500 Guru Besar Asing Akan Banjiri Indonesia Tahun Depan!
Film Karya Mahasiswa Borong Penghargaan Bergengsi
2020, Indonesia Potensial Jadi Negara Terbesar Ekonomi Digital di Asia Tenggara
“Pemerintah sendiri tidak pernah mencanangkan hal tersebut, wacana tersebut masih merupakan hasil kajian akademis Prof Hasbullah dari UI,” imbuhnya.
Menanggapi terkait naiknya cukai rokok sebesar 10,54 persen pada tahun 2017 nanti, Nirwala mengatakan hal tersebut sudah di analisa baik dari sekor kesehatan, industri rokok, serta pendapatan negara.
“Hal tersebut sudah diperkirakan secara matang dan menyeluruh dari berbagai sektor. Nah tantangan kami selaku pemerintah nanti mengawasi peredaran rokok-rokok ilegal tersebut. Jangan sampai rokok ilegal bertebaran dan mengurangi pendapatan negara,” tandas Nirwala.
Penulis : Ucha Julistian Editor : Galuh Pandu Larasati
Foto : Ucha – Infokampus.news

















