Se(mu)a kan Indah Pada Waktunya, Benarkah?
Benarkah bahwa,
“Semua kan indah pada waktunya?”
atau malah,
“Seakan indah pada waktunya?”
Kalimat yang sungguh populer di kalangan anak muda yang sedang menuju kedewasaan emosional (baca : ciee-ciee) adalah “semua akan indah pada waktunya”.
Entah dari mana kalimat itu berasal, tetapi memang pengaruhnya sangat masuk pada akal. Terutama bagi orang-orang yang sedang berbekal, menuju perjalanan hidup yang kekal. Perjalanan bersama seseorang yang sebelumnya kadang tidak ia kenal, dan hanya masih berupa khayal. Terkadang kita terlalu sombong menyerahkan “semua”nya pada waktu. Lupa bahwa masa depan masih belum tentu. Seakan kita memiliki sebuah pintu, yang menjamin jalan yang kita lewati tidak akan buntu.
Harusnya kita tidak menapaki jalan yang tanpa arah. Tidak percaya pada waktu dengan mudah, bahkan jangan sampai terserah, apalagi menyerah. Teruslah berusaha dengan susah payah, dan berdoa dengan pasrah, agar akhirnya menjadi indah.
Jangan sampai punya perasaan “seakan”. Karena itu adalah kata yang menunjukan ketidak-akuratan. Yang hanya menduga-duga kehidupan. Tanpa arah dan tujuan. Apakah kamu punya perasaan?
“Semua akan indah pada waktunya”, dengan syarat ikhtiar yang terus dikejar, doa yang tak gentar walau banyak yang berkomentar, niscaya sinar harapan akan tetap terpancar. Hanya tinggal menunggu waktu, kapan ia akan terdampar. :D
#7DaysWritingChallange













