Setelah Perjalanan 62 Jam
Tidak banyak yang bisa diceritakan disini. Hati kosong menatap punggung-punggung yang berdekatan, tetapi mulai menjauhi kita. Kita terabaikan. Perjalanan bukannya tanpa cerita. Hanya saja cerita itu hanya diciptakan oleh mereka dengan kita sebagai penonton paling depan. Hati yang hangat hanya ada pada mereka. Sedang kita kebalikannya. Padahal kita terus bersama menghabiskan 62 jam yang fana namun pernah menjadi bagian dari ingatan. Ah, aku bukannya iri, kawanku. Hanya saja kau terlalu asyik dengan duniamu. Yang tidak mungkin aku ataupun dia masuk. Finally, congratulation both of you. :)


















