Aku Ibu #2
"We will never know how strong we are. Until, being strong is the only choice."
Pernah lihat atau dengar kalimat di atas? Kalau pernah berarti sama ya, sepermainan lah ya kita hahaha. Cerita sedikit ya, dua hari kebelakang ini aku benar benar ngerasa itu tulisan di atas pas banget buat jadi motto hidup sekarang. Aku ga pernah terpikir sedikitpun tentang harus bertahan di rumah tanpa AC dan pencahayaan yang minim (plussss) kran air yang bocor jadi harus siap lap pel. Keadaan kayak gini berlangsung berhari hari dengan suasana di luar rumah kalau siang puaaaanassnya pol polan dah! Sekarang ini finansial keluarga memang lagi ancur lebur ga nentu kapan bisa ada uang jadi kalau memang pulsa listrik ngepas dan belum ada pemasukkan lagi ya harus irit listrik yang penting bisa hidup TV, kulkas, kipas angin, rice cooker dan untuk ngecas HP. Sedih? Tentu apa lagi ngeliat anak anak yang juga harus jadi korban. Tapi tau ga kalian kalau ternyata mereka bisa jaaaaauhh lebih hepi dan baik baik saja dibanding aku, ibu mereka.
Asal asupan, istirahat, dan bermain mereka cukup ya anteng. Beda banget dengan ibunya yang ngeluh ini ngeluh itu ga betah lah apa lah. Melihat anak anak yang anteng gitu bisa dibilang tamparan buat aku sendiri. Mereka saja bisa masa aku ga betah sih? Ya mungkin benar kata orang, "kalau terus berusaha mencari kesempurnaan dalam hidup maka ga akan kelar kelar idup kita". Nah kurang lebih itu yang selalu aku cari. Alih alih kesempurnaan dibalik nama anak anak (supaya anak anak ga kepanasan. supaya anak anak bisa makan. supaya anak anak supaya anak anak anak dsbnya) yang selalu aku jadikan andalan padahal kalau dilihat lebih teliti ya sebenarnya aku juga sih yang ga mau kepanasan, kelaperan, dsbnya. Anak anak dengan tetap diusahakan untuk diberikan yang terbaik semampu kita pada saat itu maka anak anak akan tetap tumbuh dan berkembang dengan baik dan akan makin semakin maksimal kalau dibarengi dengan kasih sayang perhatian dari orang tua nya. Mereka tidak minta ini itu. Tapi para orang tua yang biasanya mau anaknya dikasih ini itu.
Bukan bilang kalau memberikan ini itu ke anak berarti salah. Tapi aku lebih menekan ke kebiasaan beberapa orang tua (termasuk aku) yang suka sekali menggunakan nama anak anak sebagai tameng di kehidupan kita sendiri padahal setelah dipikir ulang sebenarnya toh yang mau itu kita (para orang tua) bukan mereka (anak anaka). Coba deh kita sebagai orang tua mulai pikir pikir lagi, apa iya semua itu atas keinginan anak anak atau bukan? Apa benar itu semua untuk kebaikan anak anak atau hanya untuk mengisi kegengsian hati orang tua nya? Dan masih banyak lagi. Ya sepertinya aku yang belajar banyak dari anak anakku mulai dari saling akurnya mereka, saling ngejaganya mereka, walau pun panas karena cuaca panas banget mereka tetap ceria bermain tapi pasti ada yang cranky karena panas tapi sebentar doang eh main lagi, ketulusan mereka minta maaf kalau buat salah, semuanya.
"Dari anak anak aku belajar untuk jadi lebih baik. Dari anak anak aku melihat kesungguhan dan ketulusan yang tanpa pamrih. Dari anak anak, untuk anak anak." - R
💋❤️













