Tak Tahu Apapun
“Tak akan sengaja kubaca cerita mu, kecuali saat tak ada lagi yang membutuhkan waktuku dan tak ada lagi orang yang ingin kujatuhkan dengan kesengajaan batinku.”
Jakarta, 27 November 1995
Muhammad Austin Al-Ghifari
Satu - satunya dokumen yang menyatakan, “here I come world!” Dunia yang aku tak pernah tahu apa isinya atau bagaimana kerjanya. Ke tengah - tengah makhluk yang aku tak tahu apapun tentangnya. Menjadi orang yang juga tak tahu akan bermuara dimana nantinya.
Tidak hanya itu aku juga tidak tahu siapa yang melahirkanku. Bagaimana interior rumah sakit tempat aku pertama mengenal rupa dunia. Saat itu aku juga sama sekali tidak tahu siapa namaku. Bahkan aku tidak tahu bahwa makhluk yang ceria menyambutku mereka sebut manusia. Siang, sore, malam, pagi, atau dini hari kala itu aku tak tahu. Islam, nasrani, hindhu, buddha, bahkan konsep agama juga sepertinya aku tak tahu. Kaya, miskin, susah, mudah, sedih, senang, apalah itu jika aku juga tak pernah tahu. Ya aku tak tahu apapun, atau aku pernah tahu hanya ada yang sengaja menghapus itu demi kebaikanku? Tak tahu apapun
Waktu menghapus segalanya, dunia segera menggantikan isi kepalaku dengan yang kusebut isi - isian. Ya sekarang isi - isiannya akan ku bagi kepada dunia,
Isi - isian sejenak ada di benakmu. Sesaat kemudian seakan tidak tahu apa isi - isian. Kepedulian diuji disini. Mereka hanya tahu bahwa nama dengan tiga kosa kata ini akan menuliskan ceritanya sendiri nanti. Tidak, mereka tidak tahu apapun. Mereka hanya berharap bahwa nama yang lahir di hari senin kala pagi menjelang ini akan menjalankan kehidupannya, setelah berbagi dengan dunia. Dunia yang tidak tahu apapun. Kita bukan tuhan, pun bisa berlagak jadi tuhan. Tetap hanya makhluk dengan penuh ketidaktahuan. So biarkan yang tak tahu apapun tetap tak tahu apapun.
“Belum bisa ku tentukan apakah aku yang tak tahu apapun ini lebih baik daripada aku yang tahu apapun nanti?"
Seraya orang - orang yang lebih tua mati, diganti. Selagi orang - orang yang lebih belakang lahir belum tau kapan akan berakhir. Aku akan selalu mencari tahu jawaban atas pertanyaan “tahu” dan “tidak tahu”. Aku dengan nama lengkapku Muhammad Austin Al-Ghifari. Aku tidak tahu bahwa nama yang tiga kata itu harus dipersingkat agar mudah untuk dipanggil. Akhirnya dengan terpaksa ku singkat, memutuskan nama tengah “Austin” menjadi identitas nama. Nama yang agak asing di negeri dengan ribuan pulau seperti Indonesia. Lebih asing terdengar di kaum seagama, seiman karena keturunan atau sudah sungguh - sungguh beriman. Tapi tak apa, memang siapa yang tahu? Besok adalah selasa, semoga tetap ceria karena bulan November adalah bulan yang tepat untuk memulai segalanya. Akankah cerita ini akan berlanjut hingga esok hari? 28 November 1995, bisakah aku melalui hari itu hingga aku punya cerita di dunia? Awalnya aku tak tahu apapun, sekarang seketika berubah.











