MENYEMAI RASA DI BABAK MAIN KEDUA KAMPUNG MAIN KOMUNITAS IBU PROFESIONAL
Di babak main kedua, kami diminta untuk mengisi lembar main II dan membaca warta warga edisi II. Lembar main II berisi 9 lembar main yang harus diakui seru dan menantang! haha benar-benar merasa seperti sedang diklat jaman kuliah dulu 🤭
Mengisi lembar main II ini membutuhkan waktu untuk "berbicara dengan diri sendiri", bagaimana nanti cara kami para bakal calon warga menghadapi pilihan, tantangan, inovasi, komitmen, dan kontribusi. Serta, tentang menjalin silaturahmi dengan member komunitas terdahulu.
Kami sedang diajak untuk memahami, bahwa nantinya dalam berkomunitas disini, tidak hanya tentang hal apa saja yang akan kami dapatkan, tapi juga hal apa yang akan kami beri, kami bagi dan kami lakukan untuk komunitas ini.
Yang menarik, kami diminta untuk membuat kapsul waktu. Ahhh.. jadi teringat kapsul waktu yang pernah dibuat jaman dulu, kalau dipikir-pikir ada harapan yang sudah berhasil dicapai, ada pula yang harus tertunda, atau bahkan terganti menyesuaikan dengan keadaan.
Seperti kata penutup dari panitia di lembar main terakhir,
"Selalu ada pelajaran yang bisa kita petik, dari kelebihan dan kekurangan yang kita temui"
Yah benar, pada setiap hal yang terjadi di dalam hidup ini, ia memang datang tidak hanya untuk menempa kita tetapi paket lengkap dengan pelajaran-pelajaran yang bisa kita ambil.
Setelah diajak untuk "berbicara dengan diri sendiri" melalui lembar main II, kami diminta mengunduh atau minimal membaca warta warga edisi II.
Usai membaca warta warga edisi II, aku lantas berpikir, bahwa kami sedang diberikan "penguatan" atau feedback atas apa yang kami tulis di lembar main II. Tentang bagaimana komunitas ini nantinya akan berjalan beriringan dengan keluarga, bagaimana harusnya semangat kami dalam berkomunitas, hingga bagaimana sebaiknya nanti kami akan berproses di komunitas ini..
Menutup aliran rasa ini, aku akan mengutip satu kalimat menarik di warta warga edisi II, kalimat penutup yang epic dari Bapak Dodik Mariyanto, inisiator Ibu Profesional..
"Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu."