Ada yang Jatuh Cinta Pada Kata
Ini bukan tulisan tentang orang yang kasmaran, semoga tidak dikira begitu.
Namun tentang perasaan penuh emosi yang tumpah ruah pada saat "kita" merangkai kata.
Sejujurnya aku tak yakin siapa saja yang termasuk dalam "kita", karena kurasa tak semua bisa merasakannya.
Pernahkah kamu jatuh cinta pada kata-kata?
Tenggelam dalam diksi dan kamusmu sendiri. Jatuh cinta pada tulisan yang tak sengaja berseliweran di linimasa atau pada halaman dalam buku yang sedang kau baca. Merangkai kata demi kata sampai jadi cerita yang kau tuliskan, entah untuk dibagikan atau disimpan sendirian. Mengoleksi kata yang baru kau dengar dan mencari tahu artinya. Tak jarang kau menanyakan arti nama seseorang yang dirasa menarik untukmu. Ada yang begitu juga?
Aku salah satunya.
Dulu aku tak mengakui kekuatan kata, bahkan tak mengakui bahwa bahasa cintaku adalah kata-kata afirmasi. Kuanggap tak ada yang istimewa dengannya, salah satunya karena lirik lagu ini yang masih kuingat sejak lama.
"A word is just a word till you mean what you say"
-Send it On by Disney Artists
Sampai beberapa waktu lalu, Bapak Jamil Azzaini menyampaikan bahwa kita bisa meraih SuksesMulia jika memiliki 4 -Ta yaitu harta, tahta, cinta, dan kata. Keempat hal ini layak diperjuangkan untuk mendapat kehidupan terbaik yang berpengaruh bagi orang banyak, pesan beliau.
Benar juga, buat apa punya banyak harta dan jabatan tinggi tapi kata-katanya tak didengar dan disukai?
Hal ini menguatkanku bahwa sah saja jika "kita" mengistimewakan kata-kata, karena kekuatannya tetap bisa kita rasakan meski wujudnya sekedar tulisan atau ucapan.
Apalagi di saat kondisi kritis ini, kata-kata baik seolah jadi mantra yang bisa memberi energi pada pembacanya.
Bukannya kata-kata adalah doa? Semoga kita makin terbiasa mengeluarkan yang baik-baik saja :)
Selamat menikmati dan bereksplorasi dalam rangkaian kata~
p.s : sebaik-baik perkataan tentunya tetap kalamNya. Bukannya semuanya berisi surat cinta?














