Dr. Agus Setiawan, Lc., MA. (ketua STIQ Al-Multazam) mengatakan dalam sebuah kajiannya pagi ini :
Hijrah itu tidaklah sederhana, dan tidaklah mudah..❗
"Kalau saja bukan karena cinta (Sama Allah dan Rasul-Nya) waktu itu, dan kalau saja bukan karena janji Allah sungguh para sahabat akan sangat merasa berat untuk hijrah (hijrah fisik ataupun hijrah ma'nawiyah) meninggalkan keluarga harta, keyakinan sebelumnya, jabatan, dll.
Seringkali kita masih salah memahami makna hijrah, dan jangan-jangan sejauh ini kita hanya hijrah "Penampilan" agar terlihat islami saja.. padahal hijrah bukan hanya tentang itu.
Pantas kita masih menggampangkan hijrah kalau esensinya hanya merubah penampilan agar lebih Islami..
Dan tingkatan yang lebih berat, bahwa setelah hijrah ada hal yang Allah akan uji lagi yaitu "ISTIQOMAH"..
Tapi kerennya, di balik itu semua Allah menyandingkan Hijrah dengan orang-orang beriman, dengan Orang yang berjihad di jalan Allah . 🥹
وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَهَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَالَّذِيْنَ اٰوَوْا وَّنَصَرُوْٓا اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ حَقًّاۗ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌ
Orang-orang yang beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah, serta orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang Muhajirin), mereka itulah orang-orang mukmin yang sebenarnya. Bagi mereka ampunan (yang besar) dan rezeki yang mulia.
Syukron gurunda untuk pengingatnya pagi ini.. ❤️