#SiAnakAjaib
Kami selalu menyebut mereka sebagai anak ajaib, sebab selalu saja ada pertanyaan yang membuat kita juga berpikir "ini anak kok bisa kepikiran bertanya hal ini"
Contoh; Bu di zaman dulu Nabi mainnya apa?
Belum lagi tentang banyaknya proses terjadinya angin tornado, angin puting beliung dan tsunami.
------
Hari ini mereka belajar tari, menari dengan ciri khas gerak flora dan fauna. Tentu hasilnya gak berekspektasi yang semewah itu. Tapi ketika mereka diberi tantangan ini mereka effort sekaliii sampai aku menyerah untuk menghentikan mereka latihan.
Meski dalam prosesnya ada banyak drama (maklum yang ambisius ketemu banyak karakter yang gak mau diem ya marah lah) proses memperluas kesabaran dalam kekompakannya harus ditingkatkan banget inimah.
Tapiii, mereka bisaaaa.
Mereka tampil mempesona, seperti sudah latihan dalam berminggu-minggu untuk ukuran anak-anak.
Tahu gak hal yang kurang enak disinii?
Sebagian dari mereka memasang raut wajah kecewa setelah tampil, katanya mereka tidak maksimal. Padahal belum ku komentari, padahal tampilnya luar biasa. Tapi ya gapapa, kan ini proses dari pembelajaran. Mereka belum bisa mengelola "rasa"
Karna bingung, ku beri "bintang kelas" dengan jumlah yang sama rata berharap mereka bisa merasakan bahwa mereka semua "berhasil"
Tapi justru dengan keputusan itu mereka kecewa
"Tapi bu yang paling kompak yang mana?"
Atas pertanyaannya ku jawab sesuai hasil yang mereka tampilkan. Sambil ku bilang
"Gak apa-apa, ini kan belajar jadi nanti bisa diperbaiki lagi"
Tapi aku jadi bersyukur juga, biarin mereka merasakan rasanya kecewa karna yaa ituu jadi proses kehidupan, daripada belum pernah sama sekali merasakannya, pasti kelak kl mereka perdana merarasakannya ancur banget siiih. Biarkan mereka tahu bahwa kemenangan juga gak selamanya Kok sama seperti kehidupan. Pasang surut silih berganti (ombak kali ah wkwkwk)










