"Mengapa terkadang menangis karna masalah yang sangat kecil. Keterikatan yang membuat sesak. Penjara yang jerujinya tak tampak tapi mengurung dengan ketat. Perhatian yang berlebihan bahkan melebihi anak kepada orangtua."
"Kau masih normal kan? Masih suka lawan jenis kan?"
"Hei. Sepesimis apapun aku, aku masih bisa membedakan mana yang seharusnya aku suka dan mana yang tidak. Aku hanya heran mengapa bisa seperti itu. Bagaimana penjelasannya?"
"Kan sudah kubilang di awal tadi. Rasakanlah.. Kau akan tahu.. Kau hidup memiliki tujuan yaitu melindunginya, menjaganya."
"Bukankah bisa sendiri? Mengapa lewat orang lain? Keluarganya? Orangtuanya?"
"Apakah orangtuamu slalu menjagamu hingga kau mati nanti? Apakah keluargamu slalu melindungimu sampai kau mati?"
"Mereka punya perlindungan dan penjagaan masing-masing."
"Kau tidak ingin seperti mereka?"
"Aku tentu saja ingin seperti mereka, Ada yang menjaga kita, melindungi, menyayangi. Tapi entahlah."
"Semua hal yang ingin kau dapatkan harus kauperjuangkan terlebih dahulu. Tidak mudah seperti kau membalikkan telapak tangan. Bahkan saat hujanpun membutuhkan cuaca panas terlebih dahulu sebelum hujan deras kemudian ada pelangi."
"Kau seharusnya juga tahu bahwa tidak setiap kali pelangi itu muncul setelah hujan. Bahkan saat musim penghujan, tidak membutuhkan panas untuk turun."
"Begitulah kau. Kau hanya menyukai hujan tapi tidak pelangi. Kau menyukai hujan saat musim hujan. Bukankah lebih menyenangkan saat hujan itu turun waktu cuaca sangat panas?"
"Hujan saat musim panas memang lebih menyegarkan dibandingkan musim penghujan. Aku suka musim penghujan karena.. "
"Sendu,, suram.. Iya kan?"