KAMU
Hampir Sudah !!
Mendefinisikanmu.
Terimakasih kepada waktu yang selalu mengiringi kegelisahan, kecemasan, kekhawatiran, ketakutan. Seiring mengiringi kau juga menyembuhkan. Bagai pohon kering, selembar daun terakhir, kurasa dia juga penerima takdir yang ragu. Sebelum kau terlalu jauh hanyut di sungai yang kotor akibat pembuangan limbah pabrik CPO yang hasil olahan nya dibawa keluar negeri.
Demi asap yang kami hirup tiap hari dan lingkungan yang kau cemari. Sungguh tak bisa diajak kompromi. Maaf cintaku, barusan aku sedang tidak beranalogi. Lewat tulisan bisa kulampiaskan kemarahanku pada penguasa. Aku takut bawa pedang sendirian, aku masih muda, nalarku punya cita-cita takutnya di penjara. Kuharap hanya kita berdua yang tahu.
Barangkali kau bisa melepas kacamatamu sejenak. Biarkan dulu epidermis rambut pori-pori di sebelah matamu yang bergaris akibat gagang kacamatamu sebennnnnnntaaaaarrrrr saja. Dia juga ingin merasakan angin sehabis magrib merayakan biru. Pergi ke dapur mengambil wortel. Kau bisa mencobanya mentah mentah atau membuat jus wortel tanpa gula. Sungguh kau benar-benar bisa menikmati tulisanku sambil mendengar Coldplay – Everglow dengan volume yang jangan terlalu kuat, nanti hatimu lalai dan hafalanmu bisa hilang. Tulisan ini sederhana. Sesederhana aku nge -DM instagrammu. Awalnya ada ragu. Maaf, aku bukan orang yang handal dalam temu, bukan lelaki yang tabrak kamu dulu sambil bawa buku lalu minta nomer whatsappmu. Aku tak seberani itu. Tentangmu tak perlu tanya kesana kemari, santai saja melihat layang-layang melayang jauh mendarat mulus di dalam sanubariku.
Jangan tanya dari mana pertemuan kita. Jangan tanya tanggal berapa kita makan soto berdua di rekayasa pojok batu bata lukisan 3D yang tampak nyata. Semesta memang pintar mengalihkan pembicaraan. Seperti baru saja mendengar kabar perusahaan buka lowongan kerja. Jangan lagi tanya dari mana awalnya. Kalau daun yang jatuh saja sudah seizin-Nya, apalagi pertemuan kita. Tak ada maksud merayu. Tak ada tanya mengapa, tak ada tanya tentang kenapa tiba-tiba. Tak ada kebingungan yang harus dibingungkan, juga tak ada keraguan yang harus diragukan.
Semua terjawab oleh sang waktu.
Juga kabar dari matamu yang tulus saat menatap mataku. Lama-lama aku bisa mendefinisakan arti kamu di titik temu. Setelah perdebatan hebat yang panjang di satu kepala yang kau rasa tak pernah ada jalan keluarnya. Hal serupa juga pernah kualami saat lapar mendera.
Apa perlu kita ulang kejadian minggu sore kemarin? Perhatikan caraku memperhatikanmu, kiranya sudahkah kau merasakannya dengan hati?
Bahwa ada yang begitu perhatian. Bertanya segala hal tentangmu. Kita bertukar cerita di keramaian manusia yang penuh canda tawa saat mereka sibuk menertawakan kesepian. Malah kita tengah bercumbu dengan kata-kata sampai jingga membiru warnanya.
Kualasimpang 19 agustus 2019
Ricky Syahrudi













