memang harus seperti ini, agar lebih berduit 😁
seen from China

seen from Switzerland
seen from Switzerland
seen from Russia
seen from Japan
seen from China
seen from United States
seen from Russia
seen from India
seen from Germany
seen from Switzerland
seen from Malaysia

seen from United States
seen from China
seen from Russia

seen from China

seen from China
seen from China
seen from South Korea

seen from United Kingdom
memang harus seperti ini, agar lebih berduit 😁
Beneran, Gue suka gaya eloe!!! . . #anakmotor #motorantik #maci #triumphtrw500 #macikediri (at Nganjuk) https://www.instagram.com/p/BwFRM2hgoP0/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=12krcvkyos3dr
Jalan-Jalan Naik Motor di Phnom Penh, Kamboja
Pagi masih menunjukkan pukul 6 saat saya sampai di hostel yang sudah dipesan dari sebulan yang lalu yaitu Lovely Jubbly Place. Sesampainya di hostel ternyata kondisinya masih gelap gulita dan belum ada tanda-tanda kehidupan, pintu depan hostel pun masih dikunci. Saya malah curiga kalau hostel ini tidak lagi beroperasi. Driver tuk-tuk yang mengantar ke hostel akhirnya ikut membantu untuk membangunkan petugasnya, dengan muka masih kucel baru bangun tidur sang petugas mempersilahkan masuk. Namun saya belum bisa check-in karena jadwalnya di jam 12 siang, jadi saya berencana buat nitip tas aja dulu sementara berkeliling kota Phnom Penh.
Hari ini yang jadi tujuan adalah destinasi historis peninggalan pemerintahan Khmer Merah yaitu kuburan massal Choeung Ek dan bekas penjara Tuol Sleng. Untuk menuju kesana, saya dan travelmates memutuskan untuk sewa motor saja dibanding naik tuk-tuk, yang jadi pertimbangan adalah harga sewa motor lebih murah yaitu 7 USD per motor per hari. Saya pun setuju, jam 9 pagi kami sudah tancap gas dengan motor matic sewaan tersebut, namun beberapa menit kemudian kami sadar bahwa keputusan ini diambil tanpa pikir panjang, karena sejatinya kita ga ada yang tau arah dan kondisi jalan di Phonm Penh.
Nyasar! Sudah pasti saya nyasar, berbekal peta yang sudah didownload di smartphone ternyata tidak cukup sebagai alat navigasi karena secara aktual jalan raya membingungkan dan mungkin kami tidak pintar membaca peta. Entah sudah berapa kali muter-muter lewat jalan yang sama. Selain itu di Kamboja letak stir mobil ada di sebelah kiri, yang berarti bahwa membawa motor atau kendaraan ada pada lajur yang sebaliknya dibanding di Indonesia. Saya butuh waktu beberapa saat untuk menyesuaikan diri dengan orientasi berkendara di Kamboja, sempat saya diklakson mobil dari arah yang berlawanan karena saya bawa motor di lajur yang salah.
Saya dan travelmates menyewa 2 motor, masing-masing boncengan dan sialnya motor kami sempat terpisah. Karena tidak tahu bagaimana mau menghubungi, sebab handphone kami tidak ada sinyal maupun jaringan internet, jadilah saya menunggu di pinggir jalan berharap teman saya yang pakai motor lain akan lewat disitu. Akhirnya setelah menunggu sekitar 5-10 menit teman saya pun muncul, kami bersyukur bisa bertemu lagi dan tertawa terbahak-bahak menertawai kekonyolan hari ini, sebab kalau kita tidak ketemu maka opsi yang paling aman bagi kami adalah kembali lagi ke hostel.
Grup kami pun melanjutkan lagi perjalanan menuju destinasi pertama yaitu lokasi pembantaian massal Choeung Ek yang berjarak sekitar 13 Km dari hostel. Selain melihat peta kami juga mengandalkan intuisi serta sesekali bertanya pada orang dijalan. Ternyata tidak banyak orang yang tahu nama Choeung Ek, sampai di sebuah pertigaan besar kami pun memberanikan diri menanyakan arah pada petugas lalu-lintas sambil berdoa mudah-mudahan gak ditanyain SIM atau STNK.
Ternyata petugasnya santai saja terhadap turis yang bawa motor dan tidak ada gelagat mau menilang, petugas pun langsung menunjukkan arah menuju Choeung Ek. Tantangan lainnya menuju Choeung Ek adalah minimnya papan penunjuk jalan, bahkan kalau ada pun mungkin kita ga bisa baca karena pakai aksara Kamboja. Mendekati lokasi historis tersebut kami melihat tuk-tuk yang membawa turis bule, langsung kami ikuti tuk-tuk tersebut karena yakin bahwa mereka akan menuju Choeung Ek. Setelah melewati jalanan Phnom Penh yang terik dan berdebu (plus nyasar), sampailah saya ke lokasi tersebut setelah 1 jam naik motor.
Setelah sedih dan terhanyut dengan sejarah yang ditinggalkan Choeung Ek, kami pun melanjutkan menuju Museum Tuol Sleng yang dulunya dijadikan penjara rahasia oleh pemerintahan Khmer Merah. Tidak seperti Choeung Ek yang agak jauh dari kota, lokasi museum Tuol Sleng dekat dengan jantung ibukota. Kami pun berkendara melalui jalur yang tadi kami lewati untuk kembali menuju Phnom Penh. Kabar baikknya ternyata teman saya menemukan aplikasi peta yang mampu menunjukkan navigasi walaupun dalam kondisi offline. Hore! Perjalanan kali ini kami bebas dari nyasar dan ga perlu nanya-nanya jalan (karena nanya jalan juga repot, kebanyakan warga disana tidak mengerti Bahasa Inggris).
Tips naik motor di Phnom Penh:
Cuaca Phnom Penh kurang lebih sama dengan di Jakarta yang panas terik, pakai baju tangan panjang kalau tidak mau terbakar matahari.
Phnom Penh juga kota yang sedang berkembang, banyak pembangunan jalan dan gedung disana. Jangan lupa pakai masker atau slayer untuk menutupi hidung dari banyaknya debu.
Setelah dapat motor sewaan, tempat pertama yang harus dituju adalah pom bensin karena motor yang disewakan kondisi bensinya tiris.
Walaupun bawa motor sendiri di Kamboja terkesan seperti keputusan tanpa pikir panjang, tapi buat saya hal ini justru tidak terlupakan. Terlepas dari kenyataan bahwa saya mungkin melanggar peraturan lalu lintas karena mengendarai motor tanpa punya SIM, dibanding naik tuk-tuk, berkendara sendiri malah terasa seru dan adventurous banget!
All Izz Map to Indonesian At Serui Laut, Papua. #carizonabarumu Walau lokasi sangat dengan rumah, namun itulah yang menandakan jika pulau ini masih hijau dengan kekayaan alam yang sedikit demi sedikit dikikis. #miris Ketika sore berganti magrib, disanalah saat yang tepat melihat pemandangan laut lepas dengan sunset indah mengiringi tutupnya rutinitas sedari pagi hari. #sky Yuk, keluar dari zona nyaman dan pergi ke tempat yang baru. #pemandangan #anakmotor #needtogether #surangtaruih #papua #explorepapua #seruilaut #art #sea #photography #pulangsore #waktusenggang #mampir #indonesia #mytrip #indotravel #travellingalone #nmax #writing (at Laut Pacific)
cuma anak motor bukan anak pejabat 🏍 #scoopy #scoopymodifikasi #scoopyhits #scoopyku #thailook #indonesiamodifikasi #anakmotor #anakhits #kekinian #kilometers #touring #touringbike #bikers #bikerbaper #bikeride #biker #modified (di Zahra Cellular)
Mari kembali ke dunia nyata. Tanah grogot-Samarinda #anakmotor #balikmerantau #mbaktoyib
Ada Yang Mau Ngabuburit Bareng Abang Gak Neng Naik Moge Abang??... • • #anakmotor #moge #motorgede #harleydavidson #anakjalanan #anakmoge #clubmotor #nandosembiring #bicycle #sepedamotor #motor #motorcycle #liketoshare (at JDM Project - Joddy Motor)
#jeanssecond #jabahouse Size: 32 Fit 34 Lingkar Pingang : 88cM (LINGKARAN) Panjang : 102cm ➖ Kondisi very good, liat gambar di skrol aja Geser geser😜 ➖ HARGA :135 Ribu nett harga blm temasuk ongkir. ➖ Detail & Deal : Wa/line: 085268457567 No Refund-No Omdo ➖ #tokobajubatammetro #metrolampung #kotametro #uniqloselvedge #uniqlomurah #jeansuniqlosecond #jeansedwin #jeanswrangler #levissecond #levisselvedge #levis501 #jeansevisu #levis702 #momotarosecond #jualselvedge #levisselvedge #edwinselvedge #selvedgesecond #darahkubiru #jualsupreme #dickiessecond #hoodiebape #levisbekas #bajubekas #selvedgebekas #jakartasecondbranded #indoclubbing #anakmotor