Lihat postingan ini… "Nama Asli Ancika di Film Dilan".
Mencari Ilmu dan Berbagi
seen from United States
seen from Venezuela
seen from Kyrgyzstan
seen from Philippines

seen from Australia
seen from Germany

seen from Brazil
seen from China
seen from China
seen from Türkiye
seen from China
seen from Russia
seen from China
seen from China
seen from United States
seen from Russia
seen from T1
seen from United States
seen from United States
seen from Russia
Lihat postingan ini… "Nama Asli Ancika di Film Dilan".
Mencari Ilmu dan Berbagi
Nama Asli Ancika di Film Dilan
ANCIKA
"Dilan berhak atas sejarah hidupnya. Cika juga sama begitu. Dilan punya waktunya sendiri bersama orang-orang di dalam hidupnya, baik sekarang maupun di masa lalu, sebagai sesuatu yang mungkin harus Dilan lalui."
"Iya, Bunda," jawab saya pelan.
"Masa lalu tak perlu disikapi sebagai hal yang menggangu. Tapi kalau kamu tetap memandangnya begitu, silahkan saja, tak ada yang melarang. Hanya saja, itu pasti akan membuat hidupmu runyam dan akan membuat hidupmu tak nyaman."
"Iya, Bunda."
"Bunda tau, tak mudah harus sepenuhnya menghapus ingatan masa lalu. Tapi kalian harus bisa menempatkan masa lalu dan masa kini secara terpisah."
Saya tidak tahu apa pandangan Dilan tentang itu. Tapi, saya melihat dia mengangguk.
"Mungkin energi tak akan pernah mati ..., Tetapi kita semua tau, hubungan Dilan dan Lia sudah berhenti. Semuanya sudah berakhir, seperti banyak hal lain yang hilang selamanya."
Setelah itu, Bunda terdiam, tetapi dia menatap saya dengan saksama.
"Apakah kamu ingin mengganti masa lalu Dilan dengan kecemburuan?" Tanya Bunda kepada saya.
"Enggak, Bunda."
"Akal Sehat dan kepala dingin adalah kuncinya."
"Iya."
Bunda diam lagi, kemudian menoleh ke arah Dilan.
"Dan kau, Dilan ..."
"Siap."
"Kebersamaanmu dengan Cika sekarang, tidak perlu dianggap sebagai uji kecocokan untuk memilih mana yang terbaik di antara Cika dan Lia ..., atau dengan siapa pun, lah, di dunia ini."
"Iya."
"Jangan bodoh, Kau."
"Enggak, Bunda."
"Membandingkan hubungan yang telah berakhir dengan yang sedang berlanjut, sama saja seperti membandingkan hidup dengan kematian. Gak ada gunanya."
"Iya, Bunda."
"Tak ada yang bisa bersaing dengan kamu," kata Bunda sambil menatap saya. "Cinta di masa lalu cuma fantasi yang tidak nyata."
"Iya."
"Ingat, Dilan. Cika adalah yang lain dengan segala hal yang ada di dalam diri Cika. Tiap orang punya bagiannya sendiri. Menjadi tokoh di dalam ceritanya sendiri. Cika pantas mendapatkan yang jauh lebih baik daripada kau membiarkan dirimu terjebak dalam ingatan yang berlebihan. Itu bodoh," kata Bunda memandang ke arah Dilan.
"Iya." Jawab Dilan.
"Pacaran itu urusan yang paling sulit di dunia, karena enggak ada sekolahnya," kata Dilan di perjalanan.
"Ini mau ke mana?"
"Itu juga sulit dijawab. Karena gak diajarin di sekolah."
"Tinggal jawab ke rumah Abah," kata saya.
"Oke, kalau begitu."
"Repot amat, sih!"
"Kalau mantanmu adalah orang yang tepat, pasti dia masih bersamamu sekarang."
Mama Ancika Mehrunnisa Rabu.
Indian Actress Anicka Vikhraman Photos
Halal Bihalal Arsitektur Unpar 90 (Ancika) part 2. Umur Kolonial, Kelakuan Milennial. Thank you for 29 years of friendship guys! 🎥@abiset 📸 @abiset @cna2005 @chandrapitok Meti #ArsUnpar90 #Ancika #HalalBihalal (at Lebak Lestari Indah Residence) https://www.instagram.com/p/ByuomTJA60v/?igshid=1etkklqa9209y