Sebuah tips membuat resolusi tahun baru agar tidak hanya menjadi wacana belaka
Tidak lama lagi, kita sudah menyambut tahun baru 2023. Wah nggak terasa ya? Eeh terasa juga sih.. Bagaimana dengan resolusi yang sudah dibuat untuk tahun ini? Apakah sudah terpenuhi?
Kalau aku sendiri jujur, belum ada yang bisa aku beri tanda centang hehehe. Beberapa faktornya mungkin resolusi yang aku buat terlalu muluk-muluk dan kurang realistis untuk keadaanku saat ini. Aku yakin tidak cuma aku aja yang seperti ini, ya kan?. Kadang kita menulis resolusi asal-asalan, bahkan lebih cenderung menjadi harapan daripada goal yang ingin dicapai. Harapan yang sifatnya masih abstrak dan kurang jelas ini yang membuat kita juga kurang berkomitmen dalam mewujudkannya.
Ketika merenungi hal ini, aku tiba-tiba teringat salah satu materi di kuliahku mengenai goal setting. Di situ terdapat pembahasan mengenai membuat tujuan (goal) dengan metode SMART.
Nah karena momennya pas sekali dengan persiapan menyambut tahun baru, maka dari itu ijinkan aku berbagi mengenai metode SMART ini sehingga bisa langsung dipraktikkan untuk membuat resolusi :D
SMART sendiri merupakan singkatan dari Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-Bound
1. Specific - Spesifik
Tujuan/goals sebaiknya dirancang dengan secara spesifik. Semakin spesifik, semakin jelas apa yang ingin dicapai, semakin mudah juga melakukan usaha-usaha agar tujuan tersebut tercapai. Aku sering melihat resolusi orang-orang yang terlalu umum, aku sendiri pun juga pernah membuat hal yang sama. Misalnya seperti ingin bahagia, ingin kaya, ingin sehat, dan masih banyak lagi. Akan lebih baik jika diperjelas, indikator bahagia/kaya/sehat seperti apa yang ingin dicapai.
2. Measurable - Terukur
Tujuan/goals yang dirancang sebaiknya dapat terukur. Mengapa? Jelas, supaya lebih mudah untuk tracking progress. Dengan mengetahui progress, kita bisa memperkirakan sudah sedekat apa kita dengan tujuan yang ingin dicapai. Disamping itu, dengan mengetahui bahwa kita telah berhasil berprogress akan meningkatkan motivasi dan komitmen kita terhadap usaha untuk mewujudkan tujuan yang diinginkan tadi.
3. Achievable - Realistis dan bisa dilakukan
Buat apa bikin resolusi yang muluk-muluk namun pada akhirnya terlalu sulit dilakukan dan berakhir tidak tercapai tujuannya? Hal yang paling penting diingat ketika menyusun tujuan adalah memperhatikan situasi dan kondisi kita. Kita perlu tahu kapasitas kita saat apakah bisa memenuhi tujuan tersebut atau tidak. Tidak realistis jika kita punya resolusi ingin beli rumah tetapi gaji masih 1 juta. Tidak realistis jika ingin liburan keliling Eropa sedangkan waktu cuti hanya sebentar. Kurang realistis jika ingin menikah tetapi diri sendiri masih belum mau terbuka dengan orang lain hehehe. Yaa intinya begitu, perhatikan situasi dan kondisi. Manifesting boleh, tapi jangan lupa tetap realistis
4. Relevant - Relevan
Pastikan resolusi yang kamu buat sejalan dengan tujuan jangka panjang yang ingin kamu capai. Hal ini terutama jika berkaitan dengan pendidikan atau jenjang karir. Pastikan bahwa langkah yang diambil akan berkontribusi untuk tujuan yang lebih besar
5. Time-Bound - Terkait waktu
Pentingnya memperhatikan waktu ketika membuat resolusi berkaitan dengan rencana usaha atau tracking progress yang akan dilakukan. Misalnya saja, dalam setahun ingin turun berat badan sebanyak 20kg. Dengan begitu setidaknya 1 bulan harus bisa turun 2-3kg. Waktu juga bisa dijadikan pertimbangan apakah resolusi yang dibuat kira-kira realistis untuk dicapai atau tidak. Memperhatikan waktu ketika membuat resolusi juga akan meningkatkan motivasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Kira-kira begitu ya penjelasan tentang SMART ini. Temen-temen bisa coba evaluasi apakah resolusi sebelumnya sudah memenuhi standar SMART ini atau belum? Setelah itu bisa langsung mencoba membuat resolusi tahun baru 2023 dengan metode ini dan kita lihat apakah lebih memudahkan atau sama saja hmm..
Ya pokoknya ini yang bisa aku bagi. Semoga bisa bermanfaat dan lebih SMART tentunya :D
The meaning of grit from Miley Cyrus' song "The climb"
Memaknai Ketangguhan dari lagu The Climb
Kalau ditanya mengenai lagu favorit, the climb inilah yang pertama kali terlintas di pikiran. Dulu suka sekali dengan lagu ini karena musiknya memang tipe-tipe musik kesukaanku. Namun lama kelamaan sadar juga bahwa lirik yang ada di lagu tersebut sangat bermakna dan relatable dengan kehidupan. Bahkan beberapa kali aku menangis ketika mendengarkan lagu ini di saat-saat yang sentimentil.
Lagu ini menggambarkan tentang perjuangan melewati hal-hal yang tidak mudah. Di awal lagu, aku merasa lagu ini sangat memahami dan bisa benar-benar menggambarkan perasaanku ketika putus asa
I can almost see it
That dream I'm dreaming
But there's a voice inside my head saying
You'll never reach it
Every step I'm taking
Every move I make feels
Lost with no direction
My faith is shaking
Aku memaknai lagu ini sebagai pengingat bahwa dalam melewati setiap fase kehidupan, pasti akan ada hal yang menyulitkan, yang akan membuat seolah-olah ingin putus asa dan menyerah, tetapi itulah hidup. Bukan masalah apa yang akan dicapai tetapi bagaimana kita bertahan melalui setiap prosesnya.
There's always gonna be another mountain
I'm always gonna wanna make it move
Always gonna be an uphill battle
Sometimes I'm gonna have to lose
Ain't about how fast I get there
Ain't about what's waiting on the other side
It's the climb
Lagu ini menjadi penguat ketika merasa sulit menjalani suatu hal. Lagu ini seolah menjadi teman yang berkata kepadaku untuk terus bertahan dan terus lakukan apa yang bisa dilakukan serta percaya bahwa perjuangan itu tidak sia-sia.
"Keep on moving, keep climbing
Keep the faith, baby
It's all about, it's all about the climb
Keep your faith, keep your faith"
Sebegitu bermaknanya lagu ini bagiku. Mungkin lagu ini akan terus ada di top playlistku sepanjang masa. I highly recommend this song untuk didengarkan teman-teman setidaknya 1 kali agar bisa memaknai dan mempelajari tentang ketangguhan yang digambarkan di setiap lirik-liriknya.