Hujan
Hai kenalkan aku. Si ahli dalam membaca dan menaksir rindu. Tapi kali ini aku tak bisa menaksir rindu ini, rindu yang selalu ku kubur sendiri. Entah berapa banyak rindu yang sudah ku pendam. Yang jelas, nampaknya sudah tak muat lagi ku untuk memendamnya. Kalau kau ingin tahu kau bisa melihatnya, bagai buih lautan saking banyaknya. Ah tidak, aku terlalu naif. Aku belum bisa merindu sebanyak itu. Rindu ini hanya seujung kuku, yang ketika tumbuh memanjang maka akan dipotong tapi sudah kubilangkan, sayangnya rindu ini bagaikan kuku yang akan tumbuh memanjang lagi.








