Antologia da poesia erótica brasileira Desenho de Arthur Luiz Piza
seen from Australia
seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from India
seen from China
seen from China

seen from Netherlands
seen from Malaysia
seen from China

seen from China

seen from Netherlands

seen from India

seen from Singapore
seen from United States
seen from Argentina
seen from India

seen from Australia
seen from China

seen from United States
Antologia da poesia erótica brasileira Desenho de Arthur Luiz Piza
Reposted from @fpedrocalmon #Lembrete ✨ Já está sabendo que o Arquivo Público do Estado da Bahia (APEB) será a reaberto nesta quinta-feira (5)? 📜 A reabertura também celebra o Dia Nacional da Cultura e finaliza a reforma do APEB, que atendeu ao restauro da sede localizada na Baixa de Quintas. 📲 Saiba mais: www.fpc.ba.gov.br #FPC #APEB #Arquivo #Reabertura #Obras #Cultura #CulturaqueMovimenta #Bahia https://www.instagram.com/p/CHDkP85lcet/?igshid=1ne6299dioj8f
how a great chance!
22 September 2015
hari ini kelas APEB (Acuan perilaku Ekonomi dan Bisnis). kali ini pertama kalinya mengumpulkan tugas laporan hasil observasi. Ya. karena harapanku untuk bisa menjadikan Asma Nadia (penulis, pemiliki toko hijab traveler dsb) sebagai objek observasiku tidak terwujud, akhirnya tawaran dari salah satu seniorku yang berbaik hati mengajukan dirinya sebagai objek pun kuterima.
dia adalah pemilik kosan di daerah tak jauh dari kampusku. sayangnya kosan itu laki-laki sehingga tak bisa leluasa untuk menjelajah seluruh isi kosan. dan... pastinya hasil observasiku hanya itu-itu saja (terlebih suasana sedang sepi karena sudah malam).
Ibu Astri, dosen APEBku sedikit tampak kecewa dengan hasil observasi. bukan kecewa denganku (saja), tapi dengan mayoritas mahasiswanya di kelas itu. terang saja, banyak diantaranya yang mengambil objek ecek-ecek. ya pastilah beliau kurang suka meskipun sedikitpun tidak keliatan marah.
nah, disitulah sumber kegilaan dimulai!
bu Astri, mengenalkan pada kelas salah satu mahasiswanya angkatan tahun 2015, Anggra namanya. boleh dibilang dia maba, tapi sebenarnya tidak. dia pernah berkuliah juga sebelumnya di angkatan 2007, dan pernah juga berkuliah di luar negeri (aku lupa dimana hehe). dia seorang pebisnis coklat yang berasal dari Jawa Timur. saat ini dia sedang sibuk juga melakukan negosiasi dengan beberapa orang untuk melebarkan sayap marketingnya.
bu Astri berharap, salah satu mahasiswa kelas APEBnya ada yang mau menjadikan bang Anggra (begitu aku memanggilnya) sebagai objek. dan... sampai kelas berakhir tidak ada satu orang pun yang berminat.
entah ada angin apa, tiba-tiba jiwaku merasa terpanggil (re: nekat) untuk mengambil tawaran itu. kapan lagi bisa ngepo-in pebisnis keren dan muda.
lalu, akhirnya aku mulai bercakap-cakap dengan bang Anggra untuk membuat janji interview. dan WOW.
dia humble, fast respon, dan persis seperti yang bu Astri bilang. dia itu down to earth. dia belum kenal, belum pernah bertemu, sekali bikin janji mau diajak bertemu dengan salah satu kliennya. katanya dia ingin mengajariku cara bernegosiasi dengan kliennya itu. gila! mau banget lah! kapan lagi coba?
dan entah kenapa (mungkin karena kebayang wajah bu Astri yang seneng banget ada yang ngambil tawarannya) aku selalu bilang YA! tawaran apapun aku iyain terus. (teringat film yes man wkwkwk).
23 September 2015
rabu sore menjelang malam, yang siang sebelumnya kita (aku dan bang Anggra) udah men-dealkan jadwal ketemuan (ciyee) tiba-tiba menghubungiku lagi. saat itu baru bangun tidur siang, bang Anggra bilang nggak bisa ngajak ketemu kliennya hari kamis karena dia minta rabu malam itu juga. yaahhh...
24 September 2015
Allahu Akbar... Allahu Akbar.... Allahu Akbar....
takbir menggema, idul Adha waktu itu. suara plus bau sapi, kambing dimana-mana. ketupat bertebaran dimana-mana. siang hari, ada pesan dari bang Anggra untuk meneruskan janji meet up yang harusnya hari itu. dia bilang, mau mengenalkan temannya yang juga seorang pebisnis. hmm.. gila baik banget ni orang! padahal cuma buat tugas doang! sayangnya, waktunya kurang tepat. om dan tanteku hari itu juga ingin mengunjungiku (re: mengantarkan sayur lodeh plus ketupat satu kresek besar!) akhirnya aku bilang ke bang Anggra kalo aku ngga bisa. lalu, kulempar hpku ke lantai kasur.
aku sedang mengobrol dengan temanku kala itu, menyiapkan makanan untuk dimakan. tiba-tiba “citra! itu kesempatan besar! kapan lagi bisa ngedate kenalan dan belajar sama pebisnis yang going to the success.” itu suara hati kecil yang paling dalam. dan tiba-tiba juga diaminkan oleh temanku yang bilang eman katanya.
akhirnya, kulepas sayur lodeh yang akan ku makan, dan kusambar hp yang tergeletak lemas di atas kasur. dan tetott!! malam itu juga jam 19:00 kita menyusun janji ketemuan.
18:47
DIA SUDAH DITEMPAT!
padahal aku belum berangkat dan masih menunggu temanku yang masih mandi. rasa panik dan malu karena harusnya yang butuh aku eh malah nelat. akhirnya dengan sembarang aku dan temanku ngebut untuk segera tiba di tempat janjian.
dia bersama temannya, bernama mas Oda. pemilik bisnis ketan duren masoda. sama-sama dari kediri ternyata. dan disana, akhirnya aku mengubah tujuanku dari yang hanya sekedar memenuhi tugas, menjadi ingin belajar bisnis dan jadi orang pinter kayak mereka! why?
aku disana cuma bisa senyam-senyum dengerin mereka ceramah cerita. antara kagum, speechless, dan kena skakmat sih. berkali-kali aku dituntut untuk menjadi seorang yang idealis (terutama bang Anggra yang bilang). mereka nggak mau aku, (adeknya yang imut ini) cuma menemui mereka buat tugas doang. bahkan bang Anggra menawarkanku buat jadi partner hidup bisnisnya (yang derajatnya sedikit dibawah dia, katanya -_-) jadi, aku diajak mikir juga buat bisnisnya kedepannya. bahkan harusnya minggu ini aku udah diajak terbang ke Blitar untuk melihat kebun coklatnya disana. tapi... yakali bang! aku belum senekat itu jadi orang.
si mas Oda nya, menantangku untuk mencari minimal 5 reseller. awalnya aku minta dia buat diajak ke tempat produksinya yang kebetulan di depok. tapi ternyata, kegiatan produksinya dimulai dini hari -_-
singkat cerita, aku akhirnya menjadikan mas Oda sebagai objek APEBku. dia orangnya ya sebelas dua belas sama bang Anggra, cuma lebih pendiem aja. sebenernya dalem ati lebih prefer ke bang Anggra, cuma karena kadar kenekatanku dengan bang Anggra masih belum setara, yaaa akhirnya di simpen dulu sih.
seenggaknya mereka sama-sama open buat aku repotin. bahkan si bang Anggranya bersedia ngajarin gimana caranya bikin laporan yang bagus dan belajar hal-hal lainnya.
disini aku dapat banyak hal dari mereka. tentang kedisiplinan, tentang semangat, tentang kerendah hatian, tentang ke-idealisan, tentang kedermawanan, tentang hal-hal lain yang membuatku semakin mantap untuk mengikuti jejak mereka sebagi pebisnis. satu hal yang terus kuingat. jadi pebisnis itu harus punya IDE dan PASSION. ide tanpa passion, bisnis akan berhenti ditengah jalan. passion tanpa ide, nggak bakal tercipta sebuah bisnis. hingga kini, mereka masih aktif bercakap-cakap denganku lewat whatsapp.
ya. kesempatan nggak datang dua kali. aku nggak bisa bayangin kalo kesempatan langka ini nggak aku ambil. mungkin sebagian orang memilih jalan aman untuk mendapatkan huruf A di halaman nilai semester mereka, tapi demi cita-citaku, aku akan memilih jalan baru, yang sangat menantang dan selalu mengusik pikiran setiap kali bangun dan tidur lagi. bismillah... semoga konsisten!