Selamat, Aku.
Mari mendedikasikan tulisan ini sebagai ucapan selamat atas keberhasilan saya menyelesaikan pendidikan yang dulunya terlihat tidak berujung; juga sebagai pengingat bahwa semua usaha dan doa orang-orang tersayang juga teman-temanlah yang membuat saya bisa sampai di titik ini. Ada haru dan bahagia yang memenuhi rongga dada. Ada perasaan yang tidak bisa didefinisikan, saat saya merasakan ini dan berkata "oh, ternyata ini ujungnya."
Saya juga tidak lupa berterima kasih kepada Tuhan dan semua pihak yang terlibat, terutama keluarga dan teman-teman saya, baik teman sejawat, teman seperjuangan, maupun teman lain yang terkadang lebih dari teman. Saya bukan apa-apa tanpa kalian. Terima kasih.
tertanda,
(unoficially) Dicho Bima Wicaksono, S. Farm., Apt., yang berjuang semenjak 2013.
© 13 Februari 2019











