Obat Salah Baca
Pagi tadi di kelas Nahwu, salah seorang teman dari Afrika meminta pada Syeikh agar menunjuk dirinya sebagai Muqri (pembaca) dars pelajaran hari ini.
"Kamu bisa baca dengan baik dan benar?" tanya Syeikh kami. "Bi idznillah," jawab sahabat kita ini. "Tanpa salah Nahwunya?" "Syeikh menegaskan dengan senyum canda. "Insya Allah. Astain billah..." kalimat akhir sahabat kita penuh yakin. Akhirnya dia dipersilahkan untuk membaca pelajaran. Dalam kajian, pembaca kitab haruslah memiliki kemampuan membaca nash dengan baik, benar dan lancar. Tidak lama kemudian...
Kelas kami penuh riuh. Ada yang tersenyum. ada yang tertawa kecil. banyak yang beristighfar. Ada apa? Karena sahabat kita tadi banyak keliru dalam membaca pelajaran. Al Habbu (الحَب) yang bermakna biji tanaman dibaca Al Hubbu (الحُب) yang bermakna cinta. An Nabat (النبات) yang berarti tumbuhan dibaca Al Banat (البنات) yang bermakna para gadis. Apalagi setelah ditelaah lebih jauh. Nashnya berbunyi: النبات طيب الرائحة "Tanaman yang memiliki aroma segar" dibaca Al Banat bla bla bla. Al Baitain (البيتين) yang bermakna 2 bait dibaca (البنتين) yang bermakna 2 gadis. Syeikh pun segera mengambil alih situasi kelas yang semakin heboh. "Ya Akhi, hanya ada satu obat agar bacaanmu benar," kata Syeikh dengan senyum rahmat. "Apa itu, Syeikh?" tanya sahabat kita. "Menikahlah!"
-Muhammad Dinul Haq-
@ Madinah










