Kematian Odasaku di Bungou Stray Dogs dan Jawaban Dream Intensive Nahwu Eps 8
Meskipun terasa kontradiktif, sesuatu yang sedang sering aku konsumsi adalah Dream Intensive belajar Nahwu yang Ust. Nouman buat di Bayyinah TV dan cerita fiksi baik dalam manga, anime, maupun novel. It's clearly a contradiction, karena yang satu mengambil sumber belajar dari kisah terbaik yang nyata (yang dimuat dalam Alquran), sedangkan satunya tidak.
Allah Al Hadiiy, Allah Al Mudabbir. Biasanya aku suka highlight sesuatu yang penting di Dream Intensive itu, seperti aku suka highlight kata-kata para tokoh fiksi tersebut. Aku simpan dalam galeri, siapa tahu kapan-kapan butuh untuk aku tulis. Salah satunya kali ini.
Kalau yang suka lihat story wa aku, pasti sudah tahu aku lagi mengkonsumsi manga dan anime Bungou Stray Dogs. Bahkan teman aku tuh ya, ada yang ngga mau lihat story wa itu karena sedih mulu yang aku bahas, hehe.
Manga atau anime itu biasanya punya beberapa arc atau apa ya menyebutnya? Pokoknya ceritanya berfragmen, dari satu bahasan khusus ke yang lain. Di BSD ini, salah satu yang aku suka adalah arc alasan Dazai Osamu keluar dari Port Mafia.
Ehm, buat yang belum tahu Bungou Stray Dogs itu tentang apa, mudahnya gini (aku sekalian tulis plot yang terkait dengan judul tulisan ini ya):
Di suatu tempat di Yokohama, ada satu buku kosong yang kalau seseorang menuliskan sesuatu di lembar itu akan jadi kenyataan. Buku ini diincar banyak orang, termasuk organisasi berbahaya. Sudah banyak yang berusaha mau merusak kota Yokohama hanya untuk dapat buku itu. Termasuk penjahat dari luar negeri.
Di Yokohama sendiri, ada 3 penjaga kota yaitu Kementrian Dalam Negeri dan bawahannya, Port Mafia, dan Agensi Detektif. Dalam timeline cerita utamanya sekarang, Dazai adalah anggota Agensi Detektif. Bersama rekan-rekannya di bawah kepemimpinan Fukuzawa berusaha untuk jaga kota dari orang-orang jahat itu.
Di masa lalu, Dazai adalah anggota Port Mafia yang ada dalam kepemimpinan Mori. Dazai punya partner namanya Oda--lebih tua empat tahun. Oda ini aneh bagi Dazai, jadi anggota mafia tapi ngga mau membunuh orang. Katanya, karena dia ingin menulis novel yang mana menceritakan hidup orang, jadi dia tidak ingin membunuh.
Hingga suatu hari masih di masa lalunya Dazai (waktu itu dia masih 18 tahun), Odasaku tewas setelah baku tembak dengan Gide yang memang sengaja pengen mati bareng Oda saking sudah lelah hidup sebagai mantan prajurit yang belum bisa move on dari derita perang.
Oda menerima tantangan Gide untuk saling bunuh setelah Gide membunuh anak yatim dan penjaga mereka yang Oda rawat dan kasih bantuan uang dan rumah. Aduh, waktu scene ini aku ngga kuat sih dengar jeritannya Oda :'( Gide melakukan itu karena sebelumnya ditolak mentah-mentah permintaan Gide ini.
Dazai yang masih jadi bawahannya Mori, minta ijin untuk bawa pasukan khusus untuk selamatkan Oda. Tapi Mori ngga mau, karena membunuh Gide lewat tangan Oda adalah bayaran perjanjian yang Mori lakukan bersama Menteri dalam Negeri untuk dapat sertifikat legal bisnis bagi Port Mafia.
Akhirnya sadarlah Dazai kalau selama ini konflik dengan Gide itu dimanfaatkan oleh Mori demi kepentingan organisasi, dan merelakan Oda. Dazai jadi pergi sendiri ke tempat Oda dan Gide lagi saling bunuh tapi ya sudah terlambat, Oda sudah sekarat. Di saat seperti inilah Oda bicara ke Dazai hal-hal yang selama ini belum berani dia bicarakan.
Dazai itu pernah bilang ke Oda, kenapa dia gabung ke Port Mafia karena barangkali di tengah konflik manusia yang haus darah dan nyawa itu, Dazai menemukan alasan untuk hidup. Anak ini nih, cerdas banget dia otaknya. Saking cerdasnya dia ya kesepian.
Dazai sendiri kebalikan dari Oda, dia mah biasa aja mau berlaku violent bahkan bunuh mayat. Makanya, Dazai itu punya pertanyaan yang ingin dia jawab, "apakah pembunuh tidak punya hak untuk berbuat baik?" Oda yang baik seperti itu, pasti bikin Dazai bingung layak tidak jadi temannya.
Tapi selama ini Dazai senang merasakan kalau dia bisa berteman dengan Oda. Makanya ketika Akutagawa bilang ngga pantas Dazai berteman dengan orang seperti itu, Dazai ngga terima.
Jadi, apa yang Oda sampaikan ke Dazai di saat sekaratnya?
Di sini tuh Oda bilang, "kamu katanya cari alasan hidup di sini, kan? Jawabannya, ngga ada." Ini kenapa nyesek banget ke Dazai karena dia masih berharap jawabannya ada. Tapi ya ngga ada. Mau dicari gimana juga, Dazai ngga nemu. Dan Oda tahu itu :' Oda juga bilang, ngga akan ada yang bisa mengisi rasa kesepiannya dia.
Terus Dazai nanya, kalau gitu dia harus ngapain? Oda bilang, jadilah orang yang menyelamatkan orang lain. Tolong yang lemah, selamatkan anak yatim piatu. Hal itu bakalan membuat Dazai merasa lebih baik--paling tidak. Kata Dazai, kok tahu?
Nah, kalo di light novel-nya perkataan Oda cuma, "aku lebih tahu tentang ini dibanding semua orang." Kalau di animenya, Oda bilang, "aku tahu ini karena aku temanmu." :') ah, that's it. Kata yang sangat Dazai ingin dengar sebelumnya selalu dipandang aneh kenapa dia bisa main bareng Oda terus. Sampai Dazai itu terhenyak pas dengar kata itu dari Oda. Dazai ngga butuh pengakuan dari orang lain, dari Odasaku saja cukup.
Karena itulah Dazai keluar dari Port Mafia dan masuk ke Agensi Detektif. Dia yang dulu mudah banget bunuh orang, sekarang bahkan bisa menyelamatkan kota dengan berusaha maksimal tidak menimbulkan korban jiwa--bahkan tidak akan mengorbankan rekannya, tidak seperti Mori. Hanya karena ini tuh perkataannya Oda, temannya :')
Habis itu Oda bicara lagi, yang mana kata-kata ini berkelindan di kepala aku sangat lama hingga sekarang:
Kenapa berkelindan cukup lama, soalnya aku masih butuh jawaban: menyelamatkan diri dari apa? Like, yes, we are gonna die anyway. So then, from what exactly do we always try to save ourselves before we die?
From all of our suffering, perkataannya Oda itu cukup punya arti sih buatku. Apalagi untuk yang memang masih bingung tentang tujuan hidupnya sendiri.
Hingga tibalah tadi sore, ketika lagi menyimak Dream Intensive Nahwu 8, Ust Nouman Ali Khan bicara tentang satu surat, yang kata seorang ulama kalau Alquran hanya berisi surat ini saja, cukup bagi seluruh umat manusia. Bukannya tidak pernah mendengar penjelasannya, tapi justru ini adalah bukti bahwa ayat dalam surat itu memahami aku dan kita banget sebagai manusia :')
Ust Nouman menjelaskan, hal yang harus kita perhatikan juga adalah ayat setelah Allah bersumpah dengan waktu. Bahwa manusia itu ngga punya banyak waktu dan dia kehilangan banyak hal. Dia merugi. Dia sering bilang if only I did this, If only I chose that. Karena dia tahu dia ngga punya waktu banyak di bumi ini.
Manusia, kita, kehilangan banyak hal. Lalu gimana biar kita ngga kehilangan atau merugi ini?
Kita bisa memegang 4 hal: menjaga keimanan, berlaku baik, saling ngobrol tentang kebenaran dan kesabaran dalam memegang kebenaran.
Beliau lalu bertanya retoris, gimana caranya kita tahu menjaga keimanan harus melakukan apa, amal sholeh itu yang gimana, saling menasehati tentang kebenaran itu yang seperti apa, dan caranya untuk bertahan dalam kebenaran itu gimana? Alquran menjelaskan semua 4 hal tersebut, jadi kita tinggal belajar dari sana :')
We save ourselves from losing by learning and practicing Alquran itself. We die anytime soon, and we can save ourselves from losing.
Ngga cuma itu, Allah juga menjelaskan tentang orang yang merugi atau banyak kehilangan di waktu yang mau habis ini seperti apa. Misalnya kalau ngga jaga iman, seseorang bisa menjadi orang munafik. Beberapa ayat mengenai orang munafik ada di Al Baqarah dan surat Al Munafiqun itu sendiri. Juga poin-poin di bawahnya.
And come to think of it, iya ya. Kita itu, berusaha menyelamatkan diri dari rasa kesepian, rasa sakit, kemungkinan akan dilupakan dan jadi sendirian, kelaparan, kehausan, peperangan, kegilaan, kejahatan, dan kegelapan. By doing those 4 things in life, itu mencegah kita dari kesia-siaan dari suffer yang kita alami. Bahkan, some of them may be cured.
Coba deh breakdown setiap dari yang empat itu ke kehidupan sendiri, kepada hal-hal yang kita cari. Bahkan kalau mau sampai breakdown dari hadits dan kisah teladan dalam Alquran, para Nabi, serta Sahabat.
Misalnya seperti rasa sakit. Entah sakit karena demam, atau terluka karena sesuatu mengenai tubuh. Bagi kita yang beriman, sakit itu sekaligus menggugurkan dosa. Kita juga hatinya jadi lembut dan mudah untuk peka terhadap hal-hal baik yang berharga.
Rasa sepi. Kita ngga mau kesepian. Ngga mau sendirian. But then, there's a time when Allah loves to be just He and I. Ketika dunia sangat sepi karena tertidur, kita yang terlanda sleepless night--ambil wudhu dan sholat di sepertiga malam. Hanya ada kita--aku atau kamu, dengan Allah.
Juga, kita pun tahu setelah hidup ini, kita akan sendirian. Pergi meninggalkan yang lain. Tapi ada nih kesempatan untuk kita agar tidak kesepian, bahkan memiliki cahaya yang cukup untuk masa istirahat yang panjang sebelum hari akhir. Kita membaca Alquran untuk jadi cahaya bagi tempat istirahat kita nanti, kita punya amal sholeh yang jadi teman kita nanti. Kita punya amal jariyah yang terus datang sekalipun kita sudah tidak bisa melakukan amal-amal lain karena hasil dari saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Dst.
Jadi, di tengah waktu yang sedikit itu, kita tidak kehilangan banyak hal. Kita ngga rugi. Makanya sebelum mati itu nanti tenang gitu rasanya.
Kita yang takut dilupakan. Allah bilang, kalau kita ingat Allah, maka Allah juga ingat kita. Bahkan Allah senang mention kita di tengah penduduk langit, di antara para malaikat: ini lho orang yang Aku cintai.
Termasuk saat kita berusaha selamat dari peperangan. Ketika hal tersebut mau tidak mau harus terjadi, bagi seorang yang beriman karena dia tahu dia mati untuk apa, dia tuh justru merasa aman gitu dalam peperangan itu, karena dia tahu matinya takkan sia-sia, serta jika menang akan membawa kemuliaan.
Dia berperang bukan untuk menyakiti, destruksi, dan hawa nafsu. Tetapi untuk mempertahankan kehormatan manusia dan agama-Nya, di mana saat dia melakukannya untuk keberlangsungan hidup manusia itu pun, karena agama yang memerintahkan.
Makanya dia pun akan memperhatikan setiap etika perang yang Islam sudah kasih tahu ke dia. Bahkan termasuk akhlak sebelum berperang terhadap musuh. Jadi dalam injury time-nya, dia tidak akan menyesali apapun.
Nah, secara personal, kepada dirimu juga pasti akan ada maknanya sendiri dari surat Al 'Ashr itu ✨
Kita hidup untuk menyelamatkan diri sendiri, dan Allah juga maunya begitu, kita selamat. Makanya Allah kasih tahu nih, caranya lewat Alquran dan Rasul-Nya. It's so beautiful when I realized that :') semoga Allah selalu kasih kita penjagaan dalam petunjuk-Nya.
Let's die as beautifully as we should be. Semoga kita husnul khatimah dan semoga Allah selalu ridho atas hidup dan matinya kita. 🌼