Laut di langit
seen from China
seen from Finland

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from China

seen from United States
seen from Finland
seen from Saudi Arabia
seen from United States
seen from Türkiye
seen from Albania

seen from United States

seen from United States
seen from Netherlands
seen from Nigeria
seen from Algeria
Laut di langit
Minggu, 4 agustus 2019
Minggu, 4 agustus 2019
Minggu, 4 agustus 2019
ARTJOG MMXIX : PAMERAN SENI ATAU STUDIO FOTO?
Terdapat banyak sekali event di Kota Yogakarta. Kota yang dikenal dengan sebutan Kota Pelajar, juga terkenal dengan masyarakat nya yang sangat kreatif. Berbagai seniman telah tercetak dari kota ini. salah satu output dari banyaknya seniman adalah Pagelaran seni kontemporer dengan skala Internasional yang bernama ARTJOG. Acara yang awalnya merupakan rangakaian acara dari Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) ini, pertama kali digelar tahun 2008 yang bernama Jogja Art Fair, hingga tahun 2010, ARTJOG menjadi festival sendiri. Bertempat di Taman Budaya Yogyakarta (2010-2015), dan sekarang di Jogja National Museum (JNM) (2016-...).
ARTJOG selalu mengangkat tema yang berbeda pada setiap tahunnya, tahun 2018 lalu, ARTJOG mengangkat tema “Enlightment” dengan menampilkan ratusan karya dari 54 seniman. Salah satu karya yang menarik adalah ‘Sea Reemembers’ karya seniman Mulyana. Untuk tahun 2019, ARTJOG mengangkat tema “Art In Common”. Tema tersebut rencananya digunakan selama 3 kali pagelaran ARTJOG dari tahun 2019 hingga 2021. ARTJOG diprakasai oleh Heri Parmad, merupakan Art Manager lulusan dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, bersama temannya yang menjadi kurator, mereka mendirikan ARTJOG. Awalnya ARTJOG digelar secara gratis, hingga tahun 2014, dikenakan harga tiket masuk sebesar Rp10.000,00, harga tersebut terus naik hingga tahun 2019, dikenakan harga tiket masuk sebesar Rp50.000,00.
Ini adalah pengalaman pertama saya pergi ke ARTJOG, saya sangat ingin pergi ke ARTJOG sejak 3 tahun lalu, namun tidak dibolehkan oleh Orang Tua saya mengingat domisili saya di luar Jogja. Setelah kuliah di UGM, saya memiliki kebebasan untuk pergi kemanapun termasuk ke ARTJOG. Saya pergi bersama kakak tingkat saya, saat itu jalanan menuju JNM cukup padat, kami berangkat pukul 16.25, tiba di JNM pukul 17.00, dikenakan biaya parkir Rp5000,00 untuk setiap kendaraan roda empat. Tidak perlu berlama-lama dalam antre membeli tiket, sekitar dua menit, saya dan kakak tingkat saya sudah bisa masuk ke dalam Venue ARTJOG. Sebelum masuk ke dalam, terdapat pegawai yang berdiri di depan pintu masuk dan memberi arahan mengenai larangan, dan jalur yang dilewati selama berada di dalam ARTJOG.
Dugaan saya yang berpikir bahwa akan ramai, ternyata benar adanya, ramai memang menjadi khas-nya ARTJOG, muda-mudi, ibu-anak, hingga bapak-bapak berlomba-lomba menjadi yang paling unik diacara tersebut. Instalasi seni yang keren serta pencahayaan yang baik menjadi dua faktor mengapa banyak sekali orang-orang yang datang ke ARTJOG hanya untuk berfoto-foto. Saya sendiri menikmati keduanya, menikmati karya seni (walaupun banyak yang tidak saya mengerti), juga berfoto-foto untuk kebutuhan sosial media.
Selama di sana, saya hanya mengabadikan arsitektur dari JNM, khusus nya bagian langit-langit, bentuk nya yang sangat unik ditambah pemberian cat putih pada langit-langit memberi kesan luas. Kembali ke pembahasan, seni yang dipajang bermacam-macam bentuknya, tidak hanya lukisan, terdapat instalasi seni seperti dari proyektor yang menampilkan animasi bawah laut yang memberi pesan bahwa kita harus menjaga laut dari kerusakan, uniknya pengunjung dapat berdonasi melalui Scan dari QRCode yang tersedia di luar pameran seni tersebut. terdapat instalasi seni berupa bambu-bambu yang ditanam di sebuah ruangan, dengan latar belakang tembok berwarna hitam.
Kesimpulan dari kunjungan saya ke ARTJOG kali ini adalah, pameran seni kontemporer ini menjadi kebanggan masyarakat Yogyakarta dengan menghadirkan seni dari para seniman lokal maupun internasional, harga tiket masuk yang terbilang mahal, tidak menjadi penghalang bagi pengunjung untuk pergi ke sana, seni yang ditampilkan disana sangat variatif dan berkelas. Penataan karya seni yang baik membuat pengunjung tidak begitu merasa kesempitan walaupun kondisi di tempat sangat ramai. Alur pengunjung yang diatur oleh panitia sudah baik, walaupun masih terdapat penumpukkan pengunjung dalam beberapa instalasi seni. Namun, pengunjung lebih banyak yang berfoto-foto ketimbang menikmati karya seni yang ada. Hal ini menjadi sedikit lumrah menimbang dari kebutuhan akan foto yang bagus serta unik yang bisa dipajang di sosial media yang ada. Saya harap, semakin banyak pengunjung yang hadir untuk menikmati seni, juga untuk berfoto-foto, karena, menghargai seniman tidak harus dengan foto, namun memahami maknanya, dan bisa mengamalkan nya untuk hari esok.
Cr : Zahra Azizah
Cr: Zahra Azizah
Bekerja adalah baik. Pantang menyerah adalah spirit. Kaya raya adalah Tobing Questnet. "Taciturnity" Live at @artjog.id dapat disaksikan di YT. Click link di bio! • #artjog #artjog2019 #artjogmmxix #questnet #mlm https://www.instagram.com/p/B2Q31GFgbKK/?igshid=iiwlch0rm8f0
Sense Of Art at ArtJog MMXIX