Sekali seminggu
Tujuh hari satu waktu. Aku bisa melihatmu. Dan terus memperhatikanmu. Kau selalu duduk di sebelah sana. Dan aku selalu di sebelah sini. Berbincang dengan teman di sebelahmu. Tertawa lepas dan tersenyum manis. Menatapmu dari kejauhan, hari itu selalu terang.
Pernah satu kali kita berbincang. Hanya satu kali. Setelah itu tak ada lagi. Sangat sering kita bertemu di tahun muda. Dan tak bertahan lama. Dan itu terus terjadi di tahun selanjutnya. Hanya sekali dalam seminggu. Hingga hari ini. Aku melihatmu
Malam ini cukup panas Ternyata ini karena dispenser yang terus bekerja Di luar dingin. Dan tak berangin. Langit malam gelap, itu yang aku lihat.
Bolehkah aku tahu apa yang kamu lihat? Mudah-mudahan tulisan ini Atau salam yang kutitipkan lewat gelombang yang terus memancar saat ini
Fadhil Andhika Putra 12 September 2014 - 20.25













