My water rep Asita is getting a major upgrade!!
seen from United States

seen from China
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Philippines
seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from United States

seen from Germany

seen from United States

seen from Netherlands
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Sweden
seen from United States
seen from India

seen from United States
seen from Ukraine
My water rep Asita is getting a major upgrade!!
they’re a power couple
uhhhhh mystery-solving lesbians anyone?
A few quick Wendy sketches before bed!
Sharing Knowlegde Potensi Wisata Bali Utara, Dispar Kolaborasi dengan ASITA Bali
BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR - Dalam rangka peningkatan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Buleleng, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Buleleng terus melakukan kolaborasi dan kerjasama dengan berbagai pihak selain Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Buleleng, Dispar juga menggandeng Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali. Kolaborasi dengan ASITA Bali diwujudkan dengan melaksanakan Fam Trip ke Buleleng dengan mengajak 30 Biro Perjalanan Wisata (BPW) yang khusus menangani wisatawan Eropa dalam rangka update product knowledge tentang Bali Utara, pada 26-27 Januari 2024. Gede Dody Sukma Oktiva Askara selaku Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng dalam sambutan dan jamuannya saat makam malam bersama di Ranggon Sunset Point Bar & Resto kepada rombongan ASITA Fam Trip tersebut memberikan pemaparan tentang berbagai potensi kepariwisataan yang dimiliki Kabupaten Buleleng serta kebijakan tata kelola fiskal terbaru untuk perubahan tarif masuk ke DTW kepada total 30 peserta trip. "Salah satunya kebijakannya, semua DTW harus berbadan hukum dan memiliki izin usaha kepariwisataan sehingga akan bisa melakukan kontrak harga kepada travel agent," paparnya. Mantan Camat Buleleng ini juga menerangkan ASITA sebagai induk organisasi Biro Perjalanan Wisata yang bertugas mendatangkan wisatawan ke Bali sangat penting adanya sharing knowledge dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng dalam memobilisasi para wisatawan baik dalam dan luar negeri sehingga potensi pariwisata Bali Utara jelas tersampaikan ke wisatawan. Adapun agenda Fam Trip hari pertama ini telah mengunjungi potensi Agro Wisata Durian Munduk Bestala. Dalam inspeksi kali ini dimana para peserta trip diberikan penjelasan langsung mengenai produk durian unggulan setempat yang didukung oleh Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng. Kegiatan Fam Trip akan dilanjutkan dengan wisata Dolphin Watching dan melakukan trip ke Air Terjun Aling-Aling, Sambangan. Usai itu, perjalanan dilanjutkan menuju ke Buleleng Bagian Timur untuk meninjau rumah proses di The Kirana Tembok.(adv/bpn) Read the full article
Per 1 April 2024, Harga Tiket ke Pura Besakih Naik
BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM - Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Besakih kembali menaikkan harga tiket bagi wisatawan yang datang berkunjung ke Pura terbesar di Pulau Dewata ini. Kenaikan harga tiket ini mulai berlaku pada 1 April 2024 mendatang. Untuk wisatawan mancanegara (wisman), harga tiket naik dari Rp90 ribu menjadi Rp150 ribu. Sedangkan untuk wisatawan domestik, harga tiket naik dari Rp50 ribu menjadi Rp90 ribu. "Ya betuk, rencana per 1 April 2024 ini kita ada adjustment untuk tiket. Kita sudah publish, rilis, dan informasikan ke travel agent," kata Kepala Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Pura Besakih, I Gusti Lanang Muliarta baru-baru ini di Besakih. Ia mengungkapkan, besaran kenaikan tiket ini sudah melalui serangkaian kajian, salah satu diantaranya yaitu peningkatan kualitas layanan hingga kenyamanan wisatawan saat berkunjung ke Pura Besakih. Selain itu, badan kengelola juga memiliki event tamu (wisatawan) boleh sembahyang bagi yang berkenan. "Untuk evant ini kita sudah bikin regulasinya agar semua terkontrol, seperti harus pakai pakaian adat bali, dresta bali, harus dipimpin pemangku dan di pura penataran serta tidak sedang halangan (datang bulan), tentu ini bagi mereka yang berkenan," terang Muliarta. Sementara untuk tahun 2023, kunjungan wisatawan ke Kawasan Pura Agung Besakih rata-rata mencapai 700 hingga 1.000 orang per hari. Kunjungan didominasi wisatawan mancanegara. Ia berharap, dengan adanya event ditambah kerja sama dengan ASITA, pada tahun 2024 kunjungan wisatawan bisa alami peningkatan mengingat badan pengelola mempunyai target untuk menaikkan pendapatan. "Tentu kita punya target, bahkan ber lipat dsri tahun lalu. Pada tahun 2023 ini, sejak awal bulan April hingga Desember pendapatan sekitar Rp13 miliar sampai Rp14 milliar," tandasnya.(st/bpn) Read the full article
The Nusa Dua Kembali Dipercaya Sebagai Lokasi Penyelenggaraan BBTF Ke-9 Tahun 2023
BALIPORTALNEWS.COM, NUSA DUA - Kawasan Pariwisata The Nusa Dua, kawasan pariwisata yang dikembangkan dan dikelola oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), perusahaan member Injourney Group, kembali dipercaya sebagai lokasi penyelenggaraan Bali and Beyond Travel Fair (BBTF), salah satu ajang pameran perjalanan dan wisata internasional paling terkemuka di Indonesia. BBTF tahun ini memasuki tahun penyelenggaraan ke-9 digelar Rabu–Sabtu, 14–17 Juni 2023 di Bali International Convention Center (BICC), The Westin Resort Nusa Dua Bali. General Manager The Nusa Dua, I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, sebagai pengelola The Nusa Dua, pihaknya mengapresiasi pihak penyelenggara yang kembali memilih The Nusa Dua sebagai tuan rumah event BBTF untuk yang ke-9 kalinya. “Pemilihan ini menunjukkan kepercayaan pihak penyelenggara terhadap kawasan kami sebagai destinasi Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE) yang sangat memadai dari sisi fasilitas, infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta pengamanan terpadu, untuk menyelenggarakan event kombinasi antara meeting dan exhibition serupa BBTF,” ujar Ngurah Ardita. BBTF diprakarsai oleh Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali sejak 2014 serta didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI serta Kementerian Luar Negeri RI. Mengusung tema ‘Reconnecting to Quality and Sustainable Tourism’, BBTF 2023 ini mengangkat kualitas dan keseimbangan pariwisata, diikuti oleh 230 sellers dari 5 negara diantaranya China, Italia, Malaysia, Amerika dan Indonesia serta 350 buyers dari 51 negara. Ketua Komite BBTF 2023 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra menjelaskan bahwa BBTF tahun ini ditargetkan mencapai Rp 8.2 triliun, meningkat 63,5% dibanding dengan pencapaian BBTF 2022 sebesar Rp 5,2 triliun. “Semoga ajang pertemuan sellers dan buyers ini mampu memberikan kontribusi dan keuntungan bagi seluruh pemangku kepentingan di Bali, serta Bali akan terus melakukan diversifikasi pertumbuhan ekonomi lewat pariwisata yang bukan hanya tergantung kepada jumlah kedatangan, namun juga quality tourism,” tamba Putu Winastra. Sejak penyelenggaraan pertama 2014, BBTF selalu mengambil tempat di kawasan The Nusa Dua, yang saat ini dilengkapi 22 hotel dan luxury villas atau setara dengan kurang lebih 5.597 kamar dan fasilitas MICE yang dapat menampung lebih dari 20.000 delegasi. “Pemilihan kawasan The Nusa Dua sebagai lokasi penyelenggaraan event ini sejak pertama kalinya BBTF diselenggarakan tentunya karena kelengkapan fasilitas yang dimiliki oleh The Nusa Dua sebagai kawasan pariwisata terintegrasi, diantaranya tersedianya fasilitas konferensi dengan layanan luar biasa di BICC ini yang telah terpercaya sebagai lokasi perhelatan event-event internasional,” terang Winastra. BICC, yang menjadi venue penyelenggaraan BBTF 2022, merupakan salah satu venue MICE terbesar dan terlengkap di Bali, yang menyediakan antara lain dua hall utama dengan kapasitas masing-masing 2.500 dan 1.500 peserta, area pameran seluas 2.700 m2, auditorium dengan kapasitas 500 kursi dan built-in stage, serta hampir 26 ruang rapat. BICC juga terkoneksi dengan The Westin Resort Nusa Dua Bali yang menyediakan 433 kamar. Selain itu, untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung, The Nusa Dua telah memiliki sistem keamanan dan keselamatan yang beroperasi 24 jam terdiri dari petugas keamanan dengan 93 personil, 2 unit fire brigade dengan 23 personil, CCTV sebanyak 143 unit yang tersebar di 39 titik kawasan The Nusa Dua, 3 pos Balawista di beach front hotel, security check pada 3 pintu masuk kawasan, serta Command Center sebagai pos komando kawasan yang sudah dilengkapi dengan antara lain unit Fire Brigade dan patroli Kawasan, CCTV terintegrasi, TV Monitor, Radio Komunikasi terintegrasi, serta Warning Receiver System (WRS) yang merupakan alat komunikasi penyebarluasan informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami. “Kami berterima kasih kepada pihak penyelenggara atas kepercayaan kepada The Nusa Dua untuk kembali menjadi tuan rumah BBTF tahun ini. Kami berharap pameran pariwisata business to business (B2B) ini mampu menjadi wadah untuk mempromosikan destinasi serta produk wisata unggulan di Bali dan daerah lain di Indonesia kepada pasar internasional, sebagai upaya untuk mewujudkan Indonesia sebagai tujuan wisata kelas dunia yang berkelanjutan,” tutup Ngurah Ardita.(bpn) Read the full article