Dapat kabar mengejutkan dari @sendydesoysa di Agats katanya gini, "Mama marah krn bunga2mu di ambil. 😅😅 katanya kalau kita ga ada dia yg rawat, dia minta biar jadi kenang2an. Wkwkwk" dan "Orang su datang ambil2, makanya rak banyak kosong. Bunga kaktus, terong, su habis, sisa yg biasa2 saja. 😂"...Mama sayang dia oooo 😘 . Mama yang dimaksud adalah yang punya kontrakan sewaktu tinggal di Agats, orangnya baik, ramah dan tegas. Beliau yang membuatkan rak tanaman depan kontrakan ini (pastinya dengan bantuan tukang kepercayaannya dong dan dibuat sehari setelah my birthday, so i consider this as a birthday present 🤣😁😜), katanya kasian liat tanamanku bertumpuk tak karuan di jalan masuk rumah, nanti papan jalan bisa lapuk (betul juga ya 😅). Sejak saat itu saya jadi bersemangat bercocok tanam yang bisa sekalian dimakan dan biar ga stress 🤭, mama juga meletakkan beberapa koleksi tanamannya di situ, kebanyakan tanaman hias daun. Melihat banyaknya pengagum setiap berkunjung ke kompleks kontrakan ini. Perlahan, rak tanaman yang awalnya cuma di depan kontrakanku, semakin diperbanyak dan akhirnya jadi indah, rimbun dan menyegarkan mata 😍 . Ya, sejak saya pindah ke Timika, tidak semua tanaman ini saya bawa serta, hanya yang penting saja dan kebanyakan masih dalam bentuk biji. Karena teman serumah tidak terlalu hobi tanaman jadinya kupikir sumbangkan saja (kalo punya mama tidak disumbangkan ya 😉). Hal tersebut ternyata membuat Mama resah dan sedih karena "Le Jardin" sudah kehilangan estetikanya. Maafkan ya mama, giveaway tanamannya su stop, semua tanamanku buat mama ooo 💕 💐🌺🌷🌹🏵️🌻🌼💮 . #LeJardin #GardeningGeek #TukangKebun #AsmatBerkebun #CeritaDiAsmat (di Agats, Papua, Indonesia) https://www.instagram.com/p/B-_p21Gpkuo/?igshid=m9ykfkfk1caz














