Isi pikiran orang sakit kronis
"Bu, aku gapapa ya kalo gak nikah"
"Kenapa?"
"Aku sakit autoimun kayak gini, siapa sih yang mau dampingi? Susah juga nanti punya anaknya, potensi kegugurannya besar, potensi sakitnya menurun juga besar."
"Wis tho ngko onok ae sing iso nerimo awakmu, lek ancen jodohmu"
"Tapi aku beneran gpp gak nikah bu. Paling aku pengen sekolah aja sampe S3, terus jadi peneliti apa kerja di luar negeri, terus sambil berobat. Ya itu kalau umurku panjang, kalau mati muda ya gakpapa sih."
"Wis ndelok ngko ae opo jare Gusi Allah"
*terdiam*
Suatu pagi, tiba-tiba....
"Ira, bapak doakan kamu tahun ini nikah ya"
*ngakak dulu*
"Calon aja gak ada pak, gimana mau nikah"
"Lho Bapak ini udah nembusi ke Allah tiap sepertiga malem. Kamu ini kayak gak punya Tuhan aja."
Yah terserah deh Pak, aku udah pasrah banget sama hidup ini 😌🙏
Bulan November 2025, masih berkutat dengan diri sendiri, bolak-balik rumah sakit tiap minggu.
Yaa manusia selalu menemukan jodohnya kan, kalo ga jodoh sama manusia, ya jodohnya sama kematian.
Dan kayaknya sekarang aku lebih dekat dengan kematian daripada menikah wkwkkw. Ya sebenernya sakitku ga sekiritis itu, tapi bisa tiba-tiba menjadi akut dan kritis, kalau kena infeksi, atau lupusku ini menyebar merusak organ vitalku. Beberapa bulan lalu aku sempat infeksi dan kena ke organ paru-paruku haha, asmaku sempat kambuh, untung sekarang udah baikan, udah bisa kerja freelance lagi.
Ga dipungkiri, aku masih berharap ada plot twist membahagiakan di akhir tahun ini, atau awal tahun depan, yang ntah apa. Misalnya keterima kerja fulltime wfh/wfa, menemukan ketenangan, atau menemukan hal lain yang membuat sparks hidupku kembali, entah apa.
Soalnya 11 bulan ini hidupku banyak plot twist sedih dan rasanya capek sekali. Kerja sering lembur-resign-diagnosa lupus-diagnosa depresi, dan masih bolak-balik kontrol ke Rumah Sakit tiap minggu.
Sambil menunggu, sekarang fokusku cukup menemukan kebahagiaan kecil yang sudah ada di sekitarku deh 🤍
Bangun pagi terus bisa sepedaan, bisa makan masakan ibu, bisa ngobrol via daring sama temen-temen, nemu komunitas sakit kronis, itu udah berkah banget sih.
Sekarang bersyukur karena udah segede ini masih dimasakin ibuk, dinafkahi sama bapak. Soalnya kalo mengandalkan diriku sendiri, sekarang cuma bisa kerja freelance yang gajinya gak seberapa dan gak pasti itu.
Di hari-hari yang sulit ini, aku terus berdoa padaNya. Semoga Allah terus membimbingku, memberikanku kemudahan, dan memberiku support system untuk melaluinya.
Tahun ini, bagiku hidup menjadi sangat berharga, sekaligus rapuh.
Tapi aku tetap percaya bahwa pertolonganNya ada, pertolonganNya dekat, dan aku masih percaya padaNya.
Oh jadi gini rasanya punya sakit kronis kayak di film-film atau novel itu wkwkkw.
Sudah enam bulan diagnosa, entah hari ke berapa remisi itu akan kutemui.
Tidak perlu disemangati, tidak perlu disuruh jadi kuat, atau berpikir positif. Aku juga tahu bahwa hidup harus terus berjalan walau lagi sakit kronis sekalipun. Mohon doakan saja semoga Allah memudahkanku melalui ini semua.
Surabaya, 8 November 2025.













