Mengetuk pintuNya
Ini hari ke empat belasku mengupayakan tahajud tanpa putus, dan bisaa. Di hari ke empat belas ini aku bangun lebih segar, dan bisa menjalankan aktivitas ibadah dengan lebih mindful alhamdulillah.
Sebenarnya targetku rutin sholat malam empat puluh hari tanpa putus, masih panjang ya perjalanan hahaha, tapi gapapa aku tetap mengapresiasi kemajuan kecil yang kubuat. Namun minggu depan memasuki jadwalku haid. Auto ketar-ketir apakah ritme sholat malamku akan kacau lagi karena libur haid ini 🥲
Memohon sama Allah semoga aku tetap dimampukan konsisten bangun sholat malam. Tersadar bahwa mengetuk pintuNya ini memang susah banget, harus tetap diupayakan walau sambil ngantuk, sambil pusing pas jalan ambil wudhu, sampai akhirnya nanti aku terbiasa.
Aku sangat salut sama orang-orang yang rutin bangun sholat tahajud, mereka pasti punya keinginan kuat untuk mengalahkan ngantuknya ituuu, atau ga lagi punya masalah hidup yang berat sehingga perlu curhat sama yang punya hidup pas tengah malem. I feel you, keep knocking His door.
Sebenernya pas ngetuk pintu tuh emang hopeless sih. Kayak ya Allah maaf yah susah banget mengusahakan konsisten buat deeptalk tengah malam denganMu, pas deeptalk banyak maunya lagi, demanding banget! Tapi aku cuma manusia biasa ya Allah yang emang ga pernah puas dan sangat demanding.
Kalau memang keinginanku belum dikabulkan dalam waktu dekat. Mohon berikan berbagai kemudahan dalam bentuk yang lain, berikan ketenangan, kejelasan cara pikir dan arah hidup. Mampukan aku merasakan semua anugerah yang Engkau berikan padaku. Mampukan aku untuk tetap mengetuk pintuMu, terlepas apapun hasil yang Engkau berikan untuk hidupku, ridhoilah hidupku ini.
Surabaya, 29 Desember 2025















