Keliling Dunia Salah satu cerita favourite saya sejak kecil adalah Keliling Dunia dalam 80 Hari (Around The World in 80 Days) karya Jules Verne. Saat SD saya membaca versi komik dalam Album Cerita Ternama. Saat ketemu novelnya maka saya nikmati lebih nyaman. Dan kemudian saat membaca novel aslinya ternyata lebih asik lagi. Sejak kecil itulah terpateri: saya harus bisa keliling dunia! Akhirnya kesempatan itu terbuka dengan diawali perjalanan dari Jakarta, kemudian Kuala Lumpur, Amsterdam, Detroit, Lansing untuk stage pertama. Sekitar 100 hari kemudian saya lanjut stage kedua yaitu Lansing, Detroit, Tokyo, dan diakhiri di Jakarta. Tentunya saya tidaklah seperti Phileas Fogg yang didampingi asisten cerdasnya, Passepartout. Saya sendirian, dengan tingkat stress tinggi juga karena jadwal yang sangat mepet saat harus berganti pesawat di bandara transit. Kesempatan kedua datang dan kali ini perjalanan bersama pasukan. Rutenya terbalik yaitu Jakarta, Tokyo, Chicago, Detroit, diakhiri di Lansing. Transit sekitar 30 bulan, lanjut stage kedua dengan rute Lansing, Chicago, Pennsylvania, Dubai, dan berakhir di Jakarta. Perjalanan kali ini jauh lebih seru dengan pengalaman yang luar biasa. Saya pikir nggak kalah serunya dibanding tulisan hasil hayalan hebat si om Jules Verne. Saya hanya meyakini jika kita memimpikan sesuatu dan berusaha mencapainya maka akan ada jalan terhampar di depan yang mengantar ke impian itu. Novel Around The World in 80 Days sendiri sudah saya baca berkali-kali, tapi tetap tidak membosankan. Memang keren banget ceritanya. Terkait perjalanan, saya suka kata-kata Henry Miller: One's destination is never a place, but a new way of seeing things. #AyoPiknik #FamilyMoments #aroundtheworld https://www.instagram.com/p/CGbXHBcDKJb/?igshid=1p98qsy45f4sm