Jujur pada diri sendiri
Ada satu hal yang begitu sulit aku lakukan. Iya, seperti judul diatas. Jujur pada diri sendiri. Lebih tepatnya aku selalu suka tidak mendengarkan diri sendiri tentang apa yang benar benar aku rasakan.
Seringnya aku selalu menganggap diri sendiri bisa. Diri sendiri tidak apa-apa, diri sendiri kuat. Dan banyak hal..
Aku pandai memotivasi diri untuk bangkit. Tapi sayangnya aku tak pandai mendengar perasaan yang sebenarnya butuh untuk didengarkan
Aku sepertinya begitu egois terhadap diri sendiri. Aku egois menganggap bahwa aku mampu. Aku bisa bangkit. Padahal kenyataannya ternyata aku butuh istirahat. Butuh jeda dan butuh mendengarkan diri sendiri apa yang aku mau sebelum melangkah terlalu jauh hingga aku lupa sebenarnya apa yang benar benar aku inginkan
Di Bukittinggi. Tepat di depan jam Gadang, aku ternyata pernah menangis disana. Menangis menyadari bahwa aku banyak berbohong atas nama agar semua "baik baik saja" dan banyak hal lainnya yang harus aku jaga.
Di jam gadang aku menyadari bahwa aku butuh menangis untuk mendengarkan diri sendiri dulu tentang hal apa yang dirasa. Untuk selanjutnya menguatkan kembali langkah agar semua baik baik saja.
Kadang diri sendiri cuma butuh didengar perasaannya, dihargai, dicintai, diapresiasi kemudian di afirmasi bahwa sedang mengalami hal yang kurang disukai
Kita semua bukan lemah. Mungkin terkadang kurang jujur pada diri sendiri apa yang sebenarnya diinginkan dan apa yang sebenarnya dirasakan.
Berbicara dan mendengarkan diri sendiri sepertinya akan sering kulakukan. Karena butuh penguat untuk bertemu dengan keadaan yang tak sesuai keinginan. Dan mungkin ini cara-Nya mengajarkan kekuatan~
Selamat menguatkan wahai diri. Semoga Allah kuatkan~
SUB 02.12.21. 20.50














