Tentang Bad(a)r
Saya kenal Badar sejak SMA dan menjadi bagian penting dalam hidup saya. Terinspirasi dari kekuatan umat islam saat Perang Badar -yang meskipun dalam kondisi berpuasa dan jumlah tentara yang sangat minim (dibandingkan tentara kaum kafir) Quraisy- Allah menurunkan rahmatnya hingga kemenangan berhasil dicetak kaum muslim.
Saya belajar dari kisah Perang Badar bahwa bukan keterbatasan diri yang membuat seseorang kalah, tetapi iman (seberapa kuat hubungannya dengan Allah).
Saya pun mengusulkan Perang Badar menjadi nama acara kepanitiaan SMA dengan singkatan "PERSIAPAN RANGKAIAN IBADAH RAMADHAN" isinya adalah rangkaian acara selama bulan Sya'ban sampai Ramadhan untuk menyambut bulan suci.
Tapi di tulisan kali ini, saya tidak akan membahas Badar, melainkan Badr (tempat saya mengembangkan bisnis saat ini).
Badr menjadi tempat saya menemukan saudara-saudara yang saling menasihati untuk kebenaran (Allah) dan saling menasihati untuk kesabaran. Badr punya visi "Membumikan Islam lewat Teknologi" dan visi itu tergambar jelas dalam nilai-nilai serta budaya yang diterapkan.
Tidak hanya kebiasaan seperti tilawah Al Qur'an berjamaah setiap dzuhur, ngaji Al Kahfi setiap jum'at, hingga kajian islam pekanan, melainkan nilai-nilai islam itu juga mendarah daging pada diri individunya. Salah satunya tercermin dalam sikap profesionalitas. Sejatinya muslim didorong untuk ahsanu 'amala.
"Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun." (QS.67:2)
Selain itu, Badr juga menekankan pada kebermanfaatan bagi bumi dan seisinya.
"Sebaik baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia" (HR.Ahmad, At Thabrani)
Kenapa bisnis saya (TemanBisnis) punya semangat membantu para UKM Indonesia agar mudah dalam mengelola keuangan dan menjadi UKM yang maju? Jawabannya adalah untuk memberi waktu lebih bagi pebisnis agar dapat beribadah lebih banyak dan bermanfaat lebih luas. Selain bermanfaat, islam juga menganjurkan muslim menjadi pribadi yang kaya dan sejahtera. Dalam islam, ibadah zakat dan haji adalah ibadah maaliyah (ibadah yang membutuhkan harta yang cukup dalam pelaksanaannya).
Sederhananya -yang sebenarnya sangat tidak sederhana- saya mendapatkan nikmat berislam dan beriman (dengan lebih dalam) melalui Badr. Hampir setiap hari, saya tidak pulang ke rumah tanpa membawa ilmu baru. Ilmu tentang Allah.
Satu hal yang terjadi akhir-akhir ini dan sangat melekat dalam ingatan saya adalah tentang kekhawatiran saya sepulang umroh. Saat umroh, kita terbiasa untuk solat tepat waktu (bahkan sudah bersiap sebelum azan), terbiasa tilawah yang banyak, dzikir tiada henti. Saya khawatir, sepulangnya ke Indonesia, kebiasaan tersebut terputus.
Ternyata tidak.
Saya bahkan dibuat malu karena saya baru sadar bahwa saya sebenarnya sudah merasakan nikmat beribadah sedemikian rupa bersama teman-teman Badr sejak dulu (Badr akan menghentikan setiap aktivitas dan secara otomatis berangkat ke masjid saat azan berkumandang). Hal yang dulunya saya take it for granted, kini benar-benar saya syukuri.









