Analisa Hubungan antara Gaya Rambut dengan Tugas Mahasiswa
Rambut dapat menjadi cerminan dari tugas yang sedang dikerjakan oleh seorang mahasiswa yang memilikinya. Hal ini saya simpulkan dari penelitian yang saya lakukan sendiri terhadap diri saya sendiri sebagai sampel tunggal dalam penelitian ini. Metode yang yang saya gunakan untuk mendapatkan data yaitu menggunakan metode wawancara terhadap pihak terkait secara langsung, selain itu saya juga melakukan pengamatan secara langsung dalam 24x7 jam dalam seminggu selama dua tahun. Adapun batasan masalah dalam penelitian ini adalah penelitian ini tidak berlaku bagi mahasiswa baru karena mereka semua gundul. Kesimpulan yang saya dapatkan adalah sebagi berikut:
Rambut gundul: menandakan mahasiswa ini sedang dalam proses pengerjaan tugas desain I, II, ataupun tugas produksi kapal. Dari hasil analisa yang telah dilakukan, didapatkan adanya kaitan anatara tingkat ke-stress-an mahasiswa pada saat proses pengerjaan tugas desain dengna rambut gundul, salah satu motif yang sering mendasari adalah ketika mahasiswa dalam kondisi stress karena merekayasa angka-angka agar batasan-batasan dalam tugas tersebut dapat terpenuhi, seperti batasan berat kapal, batasan titik berat kapal, momen, modulus, dan lain-lain. Selin itu juga stress yang ditimbulkan karena banyaknya revisi pada detail-detail tiap gambar. Dalam kondisi ini, rambut gundul sangat berguna dalam meningkatkan sistem pendinginan (cooling system) pada kepala mahasiswa. Dianalogikan untuk sebuah laptop, maka rambut gundul seperti external fan yang sangat membantu proses pendinginan.
Rambut gondrong: menandakan mahasiswa ini dalam proses pengerjaan tugas akir. Dari hasil analisa yang telah dilakukan, didapatkan adanya kaitan yang kuat anatara rambut gondrong dengan tingkat ke-stress-an mahasiswa. Dalam kondisi proses pengerjaan tugas akhir, stress dapat ditimbulkan karena revisi yang terus menerus tanpa solusi yang jelas yang timbul dari dosen, faktor lain yang sangat sering menyebabkan mahasiswa stress adalah mengenai persoalan data, data yang harus dicari entah kemana, data yang ternyata hanya adanya di Tiongkok, data yang menjadi rahasia perusahaan, data yang ternyata hanya ada di alam baka, dan persoalan-persoalan lainnya. Rambut gondrong menjadi pelampiasan yang tepat ketika stress melandan, ketika datang kejengkelan, dan kegemesan, baik kepada dosen, kepada pemilik data, dan kepada orang-orang yang tidak mungkin kalau ketika gemes dan jengkel, mahasiswa melampiaskannya secara langsung. Sehingga ramut menjadi alternative mahasiswa, biasanya mahasiswa akan meremas, menjambak, menarik-narik, dan mengacak-ngacak rambutnya sendiri. Namun demikian, rambut gondrong memiliki kekurangan yang sampai sekarang belum ditemukan solusi yang efektif oleh mahasiswa itu sendiri, yaitu biaya maintenance dan repair yang mahal jika dibandingkan dengan rambut gundul.
Jika seorang mahasiswa menjalani proses pengerjaan tugas akhir dan tugas desain secara bersamaan, lalu berambut apakah mahasiswa itu? Secara tidak langsung maka mahasiswa akan diberikan pilihan yang cukup berat dalam hal pemilihat gaya rambut. Namun ternyata ada fakta yang menarik dibalik kondisi ini, dimana mahasiswa ternyata lebih memilih untuk mengerjakan tugasnya saja daripada memikirkan tentang gaya rambut yang harus ia pakai.
Jika seorang mahasiswa diberi pilihan, untuk memilih menjalani proses pengerjaan tugas desain (rambut gundul) atau proses pengerjaan tugas akhir (rambut gondrong), maka jawaban mahasiswa secara umum kompak untuk tidak memilihnya, hal ini dianalogikan seperti untuk memilih dijajah Belanda atau dijajah Jepang. Ini sama-sama menakutkan. Jalan satu-satunya adalah berjuang untuk merdeka.
Demikian hasil dari penelitian yang telah saya lakukan selama dua tahun mengenai kaitan antara gaya rambut dengan tugas yang sedang dikerjaan oleh mahasiswanya. Semoga dapat bermanfaat dan saya harap akan ada penelitian berikutnya mengenai topik ini dengan pembahasan yang lebih mendalam, terutama mengenai spesifikasi panjang rambut dan sampo yang digunakan.