Hhmmm,... Assalamualaikum warahmatullah penghuni tumblr yang makin hari makin ngejreng aja tulisannya. Masya Allah tabarakalllah.
Genap setahun lebih lapak ini ngak ditumbuhi tulisan. Kalau ini tanaman udah kayak ilalang. Seingat saya terhitung sejak April tahun lalu akun ini ngak pernah terjamah sampai bulan bulan sekarang ini. Alhamdulillah baru malam ini diberikan kesempatan bisa melihat kembali postingan-postingan yang menumbuhkan dan menulis kembali. Izin yah gabung belajar lagi disini....
Iyya.... Tumblr bagi saya adalah rumah, tempat dimana saya dulu diawal-awal belajar menulis. Dari yang tulisannya curhat pengalaman sampai apapun yang saya alami. Platform tumblr menjadi begitu match dengan kecanduan nulis saya waktu itu. Sampai sekarang pun tumblr menjadi comfort place saya untuk bertumbuh dalam apapun. Tidak hanya menulis tapi dari tulisan -tulisan disini banyak yang tiba-tiba jadi alarm saya untuk aware terhadap sesuatu. Ada banyak hikmah dan pelajaran hidup positif bahkan walaupun dari curhatan yang cuma iseng di publish.
Karena itu, kadang ngerasa sekarang kalau sejauh ini banyak banget yang sudah saya lewatkan.......dan karena pearasaan itu pula yang kembali membawa saya kesini...
Saya mau upgrade diri lagi.... Mau nulis lagi....mau berbagi lagi....
Tak banyak yang tahu kalau kehidupan pasca berumah tangga itu menyedot banyak hati, tenaga dan pikiran. Bahkan kesempatan untuk nimbrung sebentar saja di sosmed seperti tumblr ini.
Ah apa iya karena kesibukan? Atau karena manajemen waktu yang buruk?
Ngak banyak sih yang tanya kenapa baru nongol lagi. Tapi kalau saya beneran dilempar pertanyaan itu saya cuma bisa jawab.... Yuhuuuuiii ane lagi sibuuuukkkk banget di dunia nyata. Hehehe. Dan sayangnya lagi saya punya manajemen waktu yang buruk. Ketemu deh.
Tapi ini Beneran! Sibuknya seorang perempuan bertambah berkali kali lipat apalagi ketika sudah married dan punya baby.
Makanya saya apresiasi bagi para ibu-ibu muda di luar sana yang masya Allah manajemen waktunya, kerjaan rumah dan luar rumah sama beres nya. Semua jempol untuk kalian buk ibuk.
Wah banyak ....kalau drama udah berepisode kalau mau diceritain.
saya pribadi sebagai perempuan yang waktu itu merangkap jadi pengajar, mahasiswa tingkat akhir,calon ibu, dan istri baru ditambah amanah lain, mau tak mau harus mengorbankan kesibukan itu saling bertubrukan satu sama lain.
Kalau flash black ke belakangan mau nangis lagi. Bagaimana keadaan saya waktu itu dramatis banget. Udah pulang ngajar lanjut kuliah. Sampe rumah urus suami dan yang riweh saat positif hamil saya mengalami morning sickness yang parah.
Ditambah dirumah cuma berdua sama suami. Jauh dari ibu dan mertua. Tetangga ngak kenal. Bertambah kehamilan bertambah intens mual muntah. Apa-apa bawaannya melow. Ngak suka bau suami,bau kamar mandi,bau parfum dsb. Sering nangis. Kurus karna cuma susu yang mau turun. Tapi harus ngejalanin aktivitas yang lumayan berat di kampus.
Sementara di kampus File tugas akhir semester menggila. Para prof kebanyakan memberikan tugas akhir berbentuk proyek penelitian. Serangkaian observasi dan proses input data mau tak mau harus diselesaikan.
Pas di akhir semester pula berjuang dengan thesis. Dapat pembimbing yang masya Allah perfecto. Dengan kehamilan menginjak 6 bulan harus bolak balik kampus partam dan kampus pasca untuk bimbingan. Ada sekitar puluhan kali saya bimbingan baru akhirnya disetujui untuk dibawa ke meja seminar hasil.
Seperti kejar tayang aku tuh. Harus dapat jadwal ujian tutup sebelum pembayaran spp supaya ngak bayar lagi. Akhirnya jor-joran tiap hari revisi begadang dengan laptop. Ditambah lagi dengan proses administrasi kampus yang begitu rumit.
Komplit plit ujian pasca nikah. Ngak selesai disitu. Kehamilan masuk bulan kesembilan. Berat perut yang bulat buncit dibawa tiap hari. 3 bulan sebelumnya sudah mundur dan resign dari tempat ngajar.
(Kalau kamu masih terpikir ngak disaat itu mau log in tumblr?)
beli kuota aja seketika jadi kebutuhan tersier bagi keluarga kecil kami waktu itu. Pengeluaran membengkak karena pembiayaan akhir penyelesaian study di kampus yang lumayan merogoh semua tabungan kami. Ditambah bayang-bayang kebutuhan lahiran dan si kecil.
Tak selesai sampai disitu, saat lahiran dan setelah lahiran ya Allah jadi mak baru.... Udah nanti punya cerita sendiri. Panjjjjanng ceritanya.
Lahirannya alhamdulillah normal walaupun dirangsang melalui infus karena air ketuban udah sedikit. Setelah lahiran harus lama di rawat di RS karena kurang darah. Sampai saya bosan dirawat dan di tranfusi darah.
Saya yang diusia ke seminggu berani memandikan si kecil karena jauh dari nenek di kampung. Ibu tinggal satu kota tapi sibuk juga. Mertu jauh. Adik ipar ngak ada. Jadilah aku mamak baru yang tiap hari nanya google kalau ada masalah pada bayi mungilku. Sesekali buka buku. Kadang nelpon ortu juga. Tapi lebih banyak nyari artikel sendiri di internet.
Kesibukannya asli. ngak main-main. Rawat si kecil. Nenenin tiap saat. Begadang tiap malam. Ngendong kalau nangis. Ngurus pak suami, dapur kasur dan sumurnya. Itu semuanya sendiri tanpa ART. Dengan fasilitas seadanya. Ngak ada mesin cuci, AC dan seabrek fasilitas lain di rumah pada umumnya karena kami benar-benar membangun rumah tangga kami dari nol.
Itulah kiranya mbak mas saya baru nyampe kembali kesini... Abis bertarung dan berjuang dengan banyak pelajaran hebat di luar sana.
"........Ada banyak mungkin dari orang-orang di lingkaran pertemanan kita yang satu per satu menjauh dari komunitas atau juga bersosmed ria. Jangan langsung menghakimi mereka menghilang. Mungkin boleh jadi mereka sedang sibuk-sibuknya membangun dunia nyata mereka. Kita ngak pernah tau kan seberapa berat seseorang menjalani kehidupannya......."
Moga bermanfaat tulisan kali ini.... Hihihi....baru belajar nulis lagi. Maaf typo nya. Dan akwardnya tulisan saya.
Makassar, 25 September 2019