--- Stronger than we know. 💪🏻
seen from China
seen from Azerbaijan

seen from India

seen from Yemen
seen from Japan

seen from Germany
seen from China

seen from United Kingdom
seen from Netherlands
seen from Yemen

seen from Morocco
seen from Yemen

seen from United States

seen from Uruguay
seen from Poland
seen from United States
seen from China
seen from Yemen
seen from China
seen from United States
--- Stronger than we know. 💪🏻
Merawat Kita Hari Ini dan Segala Rasanya
Kita akan merindukan saat yang sedang kita jalani ini, cepat atau lambat.
Bagi yang sendirian duduk di balkon, melihat langit sorenya berubah dari biru muda bersemburat awan putih menjadi kemerahan pelan-pelan, sambil mendengarkan sebuah lagu yang paling nyaman di hati dan telinga. Tidak dikejar deadline tugas atau memikirkan beberapa tagihan cicilan.
Bagi yang duduk di terasnya bersama pasangan sambil membicarakan harus bagaimana cara membagi perhatian kepada orang tua dan mertuanya nanti ketika pulang. Ada gurauan kecil, ada perdebatan kecil, tapi harus selesai saat itu juga agar malamnya bisa tertidur tenang; baiklah terpaksa kita lanjutkan besok debat kusirnya. Dalam kehidupan rumah tangga ada banyak hal menyenangkan yang tumbuh dan dipelihara, namun tak jarang pembicaraan harus mengarah ke tempat yang tidak nyaman. Menerima kebahagiaan artinya mau menerima hal tersulitnya juga, begitulah nikmat dunia, berkonsekuensi.
Bagi yang melewatkan sore harinya membuat kue meskipun hanya bermodal panduan cookpad atau channel memasak dari youtube. Berdua saja dengan putri kecilnya yang baru berumur tujuh tahun, tertawa sambil memoleskan krim di hidungnya karena gemas atau menanggapi pertanyaannya yang lucu, "Ibu, apakah aku ini dulunya juga telur?" Sosok Ayah adalah figur yang jauh dari putrinya, entah dia tidak tahu atau mulai tahu bagaimana caranya menyembunyikan rasa ingin tahunya, tapi terbesit dalam dirinya mengenai kehadiran Ayah dalam sebuah keluarga.
Bagi yang sedang duduk penuh tawa bersama sahabat-sahabatnya di sebuah kafe dekat kampus, tempat anak-anak muda biasa nongkrong dan tertawa haha hihi, meskipun baru saja dibukanya nilai semester ini, IP tidak juga menembus angka 3. Hari terasa begitu cepat berlalu, masa muda begitu terburu-buru. Masa terbaik saat tidak punya tanggungan cicilan atau tekanan dari bos dan teman sekantor yang siap menikung dari berbagai lini. Kala itu kesulitan terberatnya adalah tagihan revisi dosen pembimbing atau kisah romansa yang kandas padahal sudah berpacaran sejak semester dua, begitu abu-abu tentang asmara serta keributan di dalamnya.
Bagi yang menanti cintanya pulang, meskipun masih tak punya alasan yang lebih kuat dibandingkan cinta. Ternyata secara diam-diam memohonkan matinya rasa, memohon dipalingkan saja karena keyakinannya ternyata tak lebih kuat dibandingkan bisikan tetangga, “Ada yang melihat kekasihmu menikahi saudagar kaya raya di kota”. Sambil membiarkan rasanya pudar perlahan, tak punya labuhan lain yang bisa dijadikan tempat bersandar, hidup harus tetap berjalan, sakit di hati tidak membuatnya kenyang tanpa sandang dan pangan. Segala yang menyakitkan akan berakhir, doa yang baik untuknya.
Suatu hari nanti yang kita jalani ini akan menjadi sesuatu yang akan kita kenang, betapa nyamannya kala itu, betapa tenangnya waktu itu, betapa sulitnya saat itu, dan ternyata betapa sakitnya hari itu. Sulit mengatakan hanya sebagai ‘sesuatu yang ada di belakang’ karena meskipun benar di belakang, pengalaman menjadi kawan yang selalu berjalan di depan kita untuk mempertimbangkan segala hal nantinya.
Merawat saat ini adalah hal terbaik yang bisa kita lakukan, barangkali suatu saat akan kita rindukan kehangatan di tengah keluarga atau saat menggigil sendirian.
Jakarta, Maret 2021
Haizulfa
MUAK SEBENTAR
Di balik sajak-sajakku yang malang,
ada kau, yang kuserang,
menusuk ke dalam hatimu yang memang
atau pura-pura lugu itu.
Semua orang pernah muak
pada tentang-tentang yang menjadi
kesukaannya.
Jadi wajar, aku mencintaimu
dalam beberapa purnama, kemudian
tiba-tiba benci, barang lima menit.
Setelahnya cinta lagi.
— Purwakarta, A.
Ternyata semesta menginginkanku untuk merayu sedikit lebih lama lagi.. Agar apa apa yang aku rayukan menjadi ketetapan
Semoga kamu
Tutup matamu sebentar, brader. Ingatlah bahwa garis finishmu bukan tentang dunia. Namun dunia adalah satu-satunya tempat mencari bekal. Maka lakukan yang terbaik.
Kalo boleh jujur, sebenernya gw orangnya gamau ribet. Apa-apa pengen banget udah tersedia, apa-apa pengen gampang dan lancar, apa-apa pengen ga banyak-banyak dramanya, dll.
Dan gw yakin banget kalo keinginan gw ini juga sejalan sama apa yang nabi gw (SAW) inginkan. Buktinya? ada di doa pagi-sore yang beliau SAW baca setiap paginya. Dan kita sebagai umatnya juga direkomendasiin bgt buat baca doa ini at least 2x sehari.
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا
“Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dari-Mu selamanya]” (An-Nasa’i dalam Al-Kubra)
Sehari 2 kali kita direkomendasiin buat baca ini. Bisa diliat betapa pengennya beliau SAW kalau ummatnya ini punya urusan yang ga ribet-ribet tentang dunia. Bisa diliat gimana concernnya sebenernya beliau SAW ke umatnya.
Trus kalo gitu apa main job kita di dunia klo semua pekerjaan pengen dibikin mudah? Supaya bisa fokus ke apa sih kita, kok Allah SWT ngeridhoin kita untuk berdoa ini setiap hari 2 kali?
“ tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku “ (Ad-Dzariyat 51:56)
Itu dia. Biarkan manusia disibukkan dengan beribadah kepada-Nya. Karena esensi kita ada di bumi sebenernya gak lebih dan gak kurang ya cuma untuk beribadah aja.
Tapi yang mesti diingat, ibadah itu bukan cuma sekedar sholat, puasa, baca Qur’an dll. Itu cuma ibadah yg sifatnya vertikal, personal antara kita dengan tuhan. Ada ibadah lain yang gak kalah penting tapi sering banget miss di kalangan kita-kita ini: ibadah secara horizontal. Dan sebenernya prakteknya banyak banget bukan sekedar nolong orang, ngasih makan orang lain dsb. Sekedar dengan niatin setiap pekerjaan kita buat ibadah aja sebenernya udah cukup. Sebelum berangkat kerja, sebelum main game, sebelum masak, sebelum ke pasar, dll. Jangan lupa juga utuk perbarui niat di beberapa kesempatan. Dan alhamdulillahnya, sebenernya itu yg selama ini gw kerjain (meski belum sempurna sih wkwk).
Dan testimoni gw sampe sekarang ini, gw ngerasa hidup gw lebih enteng. Masalah pasti ada, tapi klo dijalanin dengan hati yang lapang semua akan terasa lebih mudah aja gitu. Itu sih.
Muda Itu Sebentar Selama Belum Ada Tanggungan Dan Masih Muda, Puas Puasin Sebelum Memiliki Sebuah Tanggungan Yang Harus Di Pertanggung Jawabkan "Jhons Smith" #Muda #Itu #Sebentar #Selama #Belum #Ada #Tanggungan #Dan #Masih #Muda Puas #Puasin #Sebelum #Memiliki #Sebuah #Tanggungan #Yang #Harus #Di #Pertanggung #Jawabkan https://www.instagram.com/p/CB-eGb5gSLf/?igshid=nj8ye2bvmb65
Sebentar Lagi Jack Ma Undur Diri - detikInet
Sebentar Lagi Jack Ma Undur Diri – detikInet
Jakarta–Jack Ma pensiunsebentar lagi, meninggalkan Alibaba, raksasa e-commerce yang dibesarkannya. Ya, setahun silam, pria berusia 55 tahun ini mengumumkan akan mundur sebagai chairmanAlibabadan kini, waktunya sudah tiba.
DikutipdetikINETdari Economic Cases, Ma dipastikan resmi meninggalkan Alibaba pada 10 September atau Selasa besok, tepat pada hari ulang tahunnya.
Usai pensiun, ia…
View On WordPress