Ini sudah pagi, namun belum ada sinar yang hadir. Bumi sangat setia menanti, semua wujud peristiwa adalah ekspresinya. Ribuan nyawa berilmu, tetapi dapat terhitung siapa sang pemilik hati. Ocehan sana-sini sebatas ungkapan, sedangkan gerak menghilang digondol anjing!
“Tolong aku!” jadi kunci penutup yang memalukan dan pilu. Tololnya si gemuk ketika dia tertidur sementara si kurus sedang sibuk mengais.
“Hai Raja, itukah yang dinamakan manusia?”
“Mengapa tak ada taring yang tajam dan panjang agar tidak ada beda dengan binatang?”
SATU MATA telah merusak semua!!!
Perlahan tapi pasti, melalui berbagai macam manusia barisan depan.
“Sampai kapan ingin terpejam?”
“Akankah kehancuran kita nikmati bersama?”
“Membusuk dan tertunduk beriringan?”
“Peka, peka, peka!!!”
Ruang sudah semakin sempit, pergerakan memudar. Pemberani entah ada entah tidak, tanda tanya dimana mana. Mari kita raba, Saat ini dijidat kami, 13 tahun lagi bisa saja dijidat kalian. Jika kami kalkulasi dengan pemikiran, kira-kira ada 6 iblis, 6 setan dan 6 bangsat.
Alhasil, lingkungan dicemari berbagai gambar lambang hitam yang berargumen dan beratasnamakan seni, disisi lain mulutnya mengaku memiliki kepercayaan.
Tolol tanpa batas!