These motherfuckers played Barricades when Pixis died, Bauklotze when Hange died and Splinter Wolf as the group arrived to stop Eren… I mean, how fucking genius but also somebody shoot me now, please and thank you! 🙏🏻

seen from United States

seen from Canada

seen from China

seen from United States
seen from Syria

seen from Syria

seen from United States

seen from Canada

seen from Philippines
seen from United States
seen from United States
seen from Kuwait
seen from Syria

seen from Syria
seen from China
seen from Syria
seen from Syria
seen from China

seen from Syria
seen from Syria
These motherfuckers played Barricades when Pixis died, Bauklotze when Hange died and Splinter Wolf as the group arrived to stop Eren… I mean, how fucking genius but also somebody shoot me now, please and thank you! 🙏🏻
Bauklötze will for now on be known as Hange’s theme
To Write: Adam Fletcher
Stationary Guard // Forum: Bauklotze
From zero to nowhere near hero
Sejauh apapun kariernya di militer kelak, Adam selalu ingat bahwasannya dia bukan siapa-siapa, cuma anak dari keluarga miskin yang hidupnya sebagian besar ditempa di Shiganshina. Sejak awal tujuannya bukan untuk jadi abdi negara, apalagi pahlawan, hampir semuanya murni kocok dadu selama dia dan Bernt gak kepisah. Pada akhirnya Adam nemu keahliannya di persenjataan dan dia sudah cukup bangga sampai di situ. Menurutnya, dia gak perlu melakukan sesuatu yang gak bisa dilakukannya dengan tulus, misalnya selamatin bangsawan. He stays true on his capability.
“My heart is like a stallion, they love it more when it’s broken.”
I COULD’VE USed Alone Together whole lyrics but this slice is definitely the highlight. Makna ‘broken’ di sini lebih ke ‘gak berfungsi’ sih. Pada dasarnya Adam bukan perasa yang baik, seringnya dia gak tahu harus ngerasain apa, tunjukin emosi apa di momen-momen tertentu. Sebagai untungnya, dia pemikir sejati. Dia bekerja optimal pakai logika dan menurutnya kebanyakan emosi cuma bakalan bikin gak fokus. Adam juga punya masalah komunikasi yang kadang bikin dia terkesan songong dan gak punya simpati. Makanya dia lebih milih diam daripada gak sengaja bikin orang tersinggung.
The tech guy who might shoot you dead
Jadi mungkin kalau mengacu ke poin satu, semisal karakter ini ada di cerita-cerita superhero, posisinya orang yang ngurus IT. Tapi justru selaku pengembang senjata, Adam punya tanggung jawab untuk jadi salah satu yang paling paham perintilan dan fungsi senjata tersebut, akurasinya seberapa, perhitungannya gimana, etc. Bagian ini butuh riset banyak, tapi asik (HAHAHA).
“Maaf Anda kurang beruntung…”
…adalah pesan darinya untuk orang-orang yang cukup sial jadi bagian besar di hidupnya. Misal, Adam suka mikir kadang Lily mungkin berharap mendingan punya abang lain aja. Atau mungkin September harusnya punya letnan yang lebih oke. Bahkan Adam masih terkesima gimana Alaska bisa berhasil diajak gambling kehidupan sama-sama, padahal modal nyemil dan saling ngisengin doang. Hubungan manusia yang pernah dia punya dan dianggap paling mutual tentu saja dengan Bernt. Alih-alih menganggap Bernt doang yang sial, Adam juga merasa dia sial, but at least they were unlucky together, seeking the best of luck in a very unfortunate world.
Kesan & Pesan selama Main di Bauklotze RPF
Ini mungkin lebih seperti curhatan.
Yasudahlah.
Mari dimulai dengan....
Bagaimana awal mula saya bisa nyasar(?) di Bauklotze RPF (yang juga dikenal dengan sebutan SnK)?
Jadi, sekitar dua tahun yang lalu saya lagi butuh lapak main baru dan SnK menjadi tempat iseng saya regis tanpa pikir panjang.
Nggak pake mikir padahal sendirinya nggak ngikut anime dan manganya. Dulu saya sama sekali belum kebayang universe SnK / Attack on Titan sebenarnya gimana. Terus, langsung aja main hajar regis akun tanpa persiapan apa-apa. Regisnya pun kayaknya belakangan di saat yang lain udah asyik-asyik sama chara baru dan tret udah pada bertebaran.
Regis nama Ezra sebenarnya.... bikin namanya dadakan apa yang terlintas di kepala. Awalnya kepikiran marga, "Belum ada chara 2 marga nih, bikin ah," lalu lanjut, "Marganya udah mayan panjang, nama depannya pendek aja deh," dan akhirnya jadilah nama Ezra Dundas-Taylor yang tak jarang dideskrip keliru sama sesama prajurit =)) Dundas itu saya tahunya dari cerita misteri di majalah Intisari zaman dulu punya papa saya, sedangkan Taylor karena nyari yang gampang aja udah.
Itu nama sebenarnya simple sih, tapi kenapa dibilang namanya sulit :-?
*diteriakin massa*
Oke, jadi ini beberapa kesan dan pengalaman yang saya dapatkan selama gabung main di SnK:
1. Berhubung pace main saya tidak menentu, pas misi trainee atau training sempat kelabakan. Belum lagi saya mesti ngurus chara-chara dan keperluan di forum lain, jadi sempat nggak kepegang dan saya tinggalin Ezra di awal term sebelum akhirnya comeback lagi karena misi trainee dan panggilan buat misi besar. Itu beneran pas misi besar pertama saya ngeblank karena nggak paham mesti ngapain. Apalagi dulu di misi besar perdana yang saya ikuti berbarengan saya balik ke kota asal, di mana sinyal ax*s ampun-ampunan dan internet di rumah dah dicabut, jadi.... RP ngandalin tethering hp ke laptop malam hari karena lebih lancar koneksinya dan lagi di rumah. Itu pun harus di kamar saya paling atas karena cuma di situ sinyal lancar jaya *ketawa nangis* tapi sekalinya buka board nggak tahu mau repp apa karena belum terbiasa jadi bengong mikir mesti ngapain ini trus tutup lagi #yha.
Etapi sering lho saya ngalamin selama misi besar: DITINGGAL BENTAR TRETNYA NAMBAH BELASAN PAGE. Ruarr biasa. Itu tangan apa mesin jahit pabrik woi? =)))) Kalian nggak ada kehidupan di RW? #HEH. Tapi ruarr biasa. Salut sama dedikasi beberapa RPer dan time management-nya *tepok tangan* Saya liatnya malah makin merasa renta soalnya nggak bisa ngerepp se-FP itu lagi kecuali kalau kepepet
2. Interaksi pipa air sama Calvin Luther di misi Utara sebelum ada board Nordlich. Itu ntah lah, mungkin the power of pipa air is very real. Dulu saya nggak tahu PM Calvin Luther siapa, dan saya memang pada dasarnya lebih suka pipa air. Interaksi ya interaksi sesuai yang direpp, jadi ceritanya ngalir aja dibawa ke mana. Eh, ternyata di misi hawa-hawanya bromance. Sampe diship, dibilang Cla-Ra di grup misi =)) Dan ternyata sebelumnya saya udah pernah ketemu PMnya di suatu pusat perbelanjaan dan akun twitter kami ternyata udah saling follow.... Telat banget saya tahunya. Iya, maapkan saya, jarang nongol di TL jadi kurang tau.
Ah, saya sayang sama PMnya Calvin *pelokin*
Saya sayang juga sama PM yang pernah main sama Ezra, baik itu yang ngeplot maupun cuma main biasa kok *pelokin*
3. Sempat kepikiran, dadakan regis tapi kok post count Ezra malah paling banyak dari semua chara saya? =)) Dalam setahun sejak regis, post count Ezra udah 400++. Bandingin sama chara lain saya yang udah berapa tahun main di tempat lain nggak sampe setengahnya post Ezra =)) Berasa menganaktirikan chara saya yang lain, tapi gimana ya. Main di SnK tanpa sadar jumlah post bertambah cepat apalagi kalau ada offroll.
4. Percayalah, sejak saya main di SnK, saya sering ditroll:
1) Visu Ezra yang makin in-chara dan bisa-bisanya foto-foto instagram dia mirip apa yang terjadi in-RP. Nggak percaya? Noh liat IGnya *IGnya apa mb* 2) Lagu chara jadi diputar di mana-mana (....) Masuk toko, diputar lagu duo mz anu, atau mz anu #2, kalau nggak lagu lainnya yang menemani repp. Alhasil tiap kali masuk toko ada lagu yang bau2nya ngetroll, saya bawaannya mau cepat-cepat keluar =)) apalagi kalau baru nginjak udah disambut pembuka lagu, kthxbye. 3) Jadi mayan sering ketemu cowok bertato kalau lagi jalan-jalan apalagi di mall #bawa anak bayi #papa muda
KZL YA.
KONSPIRASI YA.
5. HP Titan berapa, HP prajurit berapa. Belum lagi ATKnya prajurit ke titan kalau prima =)) Duh, itu kocak lah. Dikira udah metong, eh masih ada HPnya =)) kelucuan soal ATK-ATK ini nggak cuma ke titan. Dulu di misi demo Stohess jilid dua, ada prajurit trainee atau SL saya lupa deh, dia in-RP harus nenangin massa pakai ATK dan aturan HP massa nggak boleh 0. Jadilah dia deskrip nyuruh massa pulang dengan tongkat pemukul tapi kalau nggak salah sih nggak dipukul, eh nggak tahunya abis di-ATK-in malah mati massanya =)) Ada yang nyuruh pulang pakai ATK langsung HP minus =))
6. Karena SnK, saya jadi mengenal PM-PM baru yang belum pernah main bareng dan sekaligus ajang ketemu ‘lo-lagi-lo-lagi' dengan RPer di forum tetangga. Main di sini secara tidak langsung mengembangkan alur hidup chara saya, mau itu dari misi biasa, misi besar, interaksi di daily life, plot besar forum, dan sebagainya. Pengalaman main tentu saja jadi ~bertambah~ *cielah berasa mahasiswa baru lulus lagi nyari kerja*
Terus,
Wah, panjang.
Udah ah. Kesan yang dipublikasi cukup sampai sini. Udah berapa panjang ini. Kalau masih penasaran, bisa tanyakan langsung ke saya. You can reach me via twitter, DM, or line.
Buat admin dan staff SnK, saya apresiasi buat usaha dan perjuangannya dalam mengurus forum. Saya tahu tidak mudah membangun dan mengembangkan sebuah forum. Oleh karena itu, terima kasih karena telah membangun wadah main bagi para RPer, termasuk saya. Semoga ke depannya dapat lebih baik lagi dari segi sistem dan layanannya, dan semoga RPer baru banyak bermunculan menggantikan generasi RPer lama.
Buat RPer yang sudah lama bergabung di SnK, semoga kita tetap bersama meskipun dah nggak main lagi. Buat bakal calon RPer yang ingin nyemplung di SnK, semoga kuat menghadapi misi dan bisa mengatur waktu dengan baik.
Sekalian promosi, kalau ada yang mau main atau ngeplot atau relasi sama Ezra Dundas-Taylor (misal sepupu, paman, bibi, tetangga), boleh lho. Silakan kontak saya langsung.
Salam.
#valentinegift: for the one that got away
Disclaimer: Hershel Schindler belongs to the respective PM
#valentinegift: for misua <’:
Siapa bilang ketika sepasang kekasih menikah, hidupnya akan menjadi sesuatu seperti membangunkan suami dengan aroma kopi atau sarapan buatan sendiri, sarapan bersama, dapat ciuman dikening sebelum ia berangkat kerja, lalu pulangnya dibanjiri hadiah-hadiah manis meski tidak ada hari special saat itu?
Meh.
Cassiopeia sekarang duduk diam di meja makan yang berada dalam area kekuasaannya alias dapur sambil menatap Loyang berbentuk hati yang tidak berisi. Kedua alis yang membingkai menyatu seiring dengan kening yang berkerut membentuk lipatan-lipatan yang harusnya tidak boleh ia lakukan jika ingin awet muda. Sayang sekali saat ini ia tengah mempedulisetani segala hal karena ia tengah berpikir keras tentang apa yang harus ia buat untuk suaminya dan memberikannya sebelum bocah—wait, ia tidak boleh bicara begitu lagi—itu pulang. Bodoh sekali dirinya yang benar-benar lupa kalau hari ini adalah 14 Februari dan ia baru ingat setelah siang dan pasar tidak lagi punya stok cokelat untuk dijual.
Maka hanya ada loyang kosong tanpa isi di depannya. Berkali-kali ia berpikir harus mencari cokelat dimana namun otak cemerlangnya mendadak buntu. Sial sekali bukan?
“Kenapa harus ada hari begini sih..” gumamnya lemas. Kepalanya ia rebahkan di atas meja sementara dirinya melanjutkan acara bersungut-sungut karena kesal pada dirinya sendiri. Sejak menikah rasanya ia bukannya makin manis malah jadi makin semena-mena pada suaminya. Mungkin karena ia sudah seribu persen yakin suaminya tidak akan pergi terlepas dari tingkahnya yang cerai-able bahan sejak keduanya belum menikah?
Memang kurang ajar.
Kepalanya terangkat ketika ia merasakan sesuatu menyentuh lengannya. Ternyata Boncil, yang sepertinya lapar dan mengingatkan dirinya kalau sejak tadi ia belum juga memberikan daging pada si serigala. Lekas ia bangkit, mengelus kanina berbulu tersebut lalu mengambilkan daging jatahnya—
Sebentar.
“BENAR JUGA!” ia berseru senang. Daging adalah jawaban dari segala tanya yang ia miliki sejak tadi. Tanpa menunggu lama ia memberikan jatah makanan Boncil lalu mulai sibuk berkutat seorang diri di dapur. Kali ini, ia tersenyum lega karena loyang berbentuk hatinya bisa dipakai.
***
Ketika hari mulai gelap, Cassie dengan gelisah duduk di sofa empuk berwarna cokelat di ruang tengahnya. Sebuah buku tebal asal ambil ia letakkan di atas pangkuannya sementara matanya terus menerus melihat kearah pintu dengan gelisah. Sejak tadi ia memikirkan bagaimana menyerahkan pai daging berbentuk hati (yang dengan segala keajaiban ternyata berhasil) yang kini diletakkan di atas meja masih dalam keadaan panas.
Haaaah..jantungnya berdegup kencang.
Pintu depan mengayun terbuka dan ia kembali pura-pura serius membaca buku yang entah apa judulnya itu. Suara suaminya memenuhi ruang pendengarannya dan ia masih pura-pura tuli. Barulah ketika suaminya mendekat dan ikut menghempaskan diri di sebelahnya, Cassiopeia dengan segala kepalsuan menoleh dan mengangkat sebelah alisnya.
“Oh? Sudah pulang? Aku keasyikan baca sampai tidak dengar.” Jelasnya acuh sebelum memberikan ciuman ringan dipipi suaminya. Asyik? Entah bagian mana yang asyik dari cara membedakan tanaman beracun dan tidak.
Ayo, ayo, pergilah ke dapur dan lihat ke atas meja!
“Ah, capek.”
Setan. Suaminya malah merebahkan diri dipangkuannya dan memejamkan mata.
“Kanda, jangan tidur! Sana mandi!” Sengaja ia menggoyangkan pahanya hingga kepala yang berada di atasnya ikut bergerak heboh.
“Malas. Kanda mau disini aja. Capek seharian lihatnya mayat.”
“…..”
Lalu Cassiopeia-si-hati-lemah-Duchamp jadi kasihan dan tidak tega menyuruhnya mandi.
Hngg..gimana ya biar dia ke dapur?
“Kanda gak mau mandi dulu?”
“Engga.”
“Kanda gak haus? Minum dulu gih ke dapur.”
“Sudah minum banyak dari tadi.”
Ya dewi, alasan apa lagi supaya dia ke dapur?
“Eh, si Boncil seharian gak mau makan gak mau minum gak mau ngapa-ngapain. Bawaannya tiduran di dapur.”
Berhasil! Kali ini ia bangkit dan menunjukkan ekspresi cemas. Hah, apanya yang tidak mau apa-apa di saat kanina itu bahkan menghabiskan jatah makannya kurang dari lima menit?
“Kenapa ya? Coba Kanda cek deh.” Ucapnya lalu bangkit dan berjalan menuju dapur. Saat itulah Cassie kembali sok sibuk dengan bukunya hingga ia kembali mendengar suara suaminya.
“Adinda, ini apa?”
Terlihat biasa, terlihat biasa, terlihat biasa.
“Itu? Oh, cuma pai daging.” Ia mengangkat bahu tanpa mengalihkan pandangan dari bukunya. “Kupikir tidak ada salahnya membuatnya untukmu selagi aku senggang. Anggap saja hadiah valentine.”
Lantas hanya ada keheningan setelahnya. Tidak ada respon sama sekali.
Kok diam?
Ia mengangkat kepala lalu menemukan lelaki tersebut menatapnya dengan senyum hangat bercampur ekspresi jahil khasnya. Ia menatap waspada lalu menutup buku dipangkuannya.
“Adinda..”
“Jangan coba-coba.” Ucapnya sambil menunjuk lelaki tersebut. Ia kenal betul tatapan itu. “Kanda, aku serius. Jangan coba-coba. Makan dulu painya selagi hangat. Aku tidak terima kalau pai yang kubuat susah payah itu tidak diacuh—“
Tubuhnya ditarik ke dalam gendongan dan dibawa pergi darisana.
Ah, sudahlah.
DISCLAIMER: Isley Duchamp belongs to the respective Pm (and Cassiopeia, though. #heh).
everything, shattering.
( — but I don’t want to die, alone.)
Angelo tidak tahu apa yang dirasakannya sekarang.
Arcanus kecil itu hanya bisa menatap kosong pada peti mati di hadapannya. Tanpa suara, tanpa rengekan, tanpa air mata. Kedua tangannya terkepal di sisi tubuh. Sekilas lihat, anak laki-laki berambut gelap itu mungkin tampak baik-baik saja. Garis bawahi, tampaknya.
‘Alpha dan Ludwig —‘
‘— termakan titan.’
‘Bagaimana keadaan putri Ludwig, Alyss?’
‘ — Ian, Arian, putra Alpha sedang bersamanya.’
‘Mereka akan baik-baik saja, jangan khawatir.’
Mereka, melupakannya.
Angelo kecil terbiasa diabaikan. Bahkan dianggap tidak ada sekalipun di antara anggota keluarganya. Tapi rasanya ada yang hancur. Di dalam dadanya, terasa sakit. Sangat sakit, tapi air matanya tak jua mau meleleh. Angelo tidak paham kenapa. Yang ia tahu, Alpha sudah tidak ada. Mama masih berkabung bersama kak Lauren…
Lalu, Arian….
Tak ada yang tahu sejak kapan anak laki-laki bungsu keluarga Arcanus berdiri di antara kerumunan kecil di sekitar peti mati itu. Pun tak ada yang sadar ketika kaki-kaki kecil Angelo mulai berbalik, membawanya menjauh menuju kamarnya. Persis seperti bayangan yang tak pernah disadari keberadaannya.
.
Alpha, is Ange a bad boy?
Why no one remember me, here?
“Jendela, atau kursi, atau bunga di meja.”
AU!Septembernt. Judul dari Rindu by Banda Neira. I highly recommend this song. Especially for you, Nunggal Sera (September Arryn’s PM).