Ketika tangisan itu pecah...
Ayah dan bunda berjalan ke Dokter Kandungan tempat kami biasanya menengokmu nak. Tidak ada firasat apapun hari itu, bunda merasa sehat dan kuat, merasakan kontraksi pun rasanya bukan kontraksi asli. Saat tiba disana, Dokter Mida memeriksa bunda, ada sedikit masalah saat CTG (pemeriksaan detak jantung bayi dan kontraksi). Grafik jantungmu turun saat kontraksi bunda tinggi. Dokter mida pun menyuruh bunda untuk mendatangi hospital tempatmu akan dilahirkan, kebetulan hospitalnya berada di belakang praktik Dokter Mida. Bergegaslah ayah dan bunda kesana, saat itu kamu baru 38 minggu dengan berat antara 2,8 - 3 kg nak. Sesampainya di hospital, bunda harus mengantri sebentar untuk diperiksa. Sudah dua kali bunda periksa rutin kamu di hospital ini, katanya sih bagus untuk pengenalan lokasi melahirkan. Saat di CTG disini, kembali jantungmu menunjukkan hal yang sama pada grafik. Ayah dan bunda cemas, sedang apa kamu disana nak? Kata Dokter mida, kalau di Indonesia kemungkinan dokter atau bidan akan bilang kalau bayi sedang terlilit atau memainkan tali pusar. Bunda masih optimis untuk bisa melahirkan normal. Bunda masih jalan - jalan ke kampus pusat jemput ayah pulang les jerman. Ayah dan Bunda lalu kembali ke hospital untuk menjalani pemeriksaan, dan hasilnya masih sama. Bunda lalu diberikan pil untuk induksi karena belum ada pembukaan. Rencananya akan ditunggu sampai 24 jam. Tapi melihat grafik CTG dan grafik jantungmu, Dokter dengan cepat mengambil keputusan untk Operasi Caesar. Demi kamu nak, Ayah dan Bunda menyetujui karena takut ada apa-apa dengan kamu.
Bunda masuk ruang operasi, hebatnya di Jerman Ayah boleh menemani didalam ruangan. Bunda sebenarnya taku sampai tangan ini dingin dan badan menggigil, tetapi bunda harus kuat demi kamu nak. Saat itu, hebamme/bidan didalam ruangan juga menyemangati bunda agar kuat dan tidak menangis. Mana mungkin bunda nangis nak, bunda justru sangat menunggu kehadiran kamu. Sejak perayaan Ultah ke-2 Pernikahan Ayah Bunda (15.04.2014), bunda sering bercanda sama ayah, "dedek udah ga sabar yah ketemu ayah bunda?".. Dan dua hari sebelumnya bahkan masih sempat jalan-jalan sore dan poto-poto mengelilingi Danau Kiesse yang saat itu lagi menguning dipenuhi bunga Raps. Melihat alat-alat seperti gunting, dan lain-lain didalam ruangan operasi memang sempat membuat bunda takut,tapi bunda berpikir lagi, "toh ga kerasa, kan dibius". Ternyata biusnya ditulang belakang dan itu sakit pemirsa tumblr. Dan tetap terasa bagaimana Mr.Dokter membelah perut bunda, dan kemudian merogoh kamu dari dalam rahim bunda. Tapi ga sakit kok pemirsa, sakitnya menyusul setelahnya. (jeng..jeng..jeng..)
Alhamdulillah, telah lahir putra kami yang bernama "Khalifa Schatzyo FilArdhi", dengan berat 2,66 kg dan panjang 50 cm secara cesar di Krankenhaus Neu Bethlehem, Mohon doanya agar ibu dan bayi sehat selalu."
Begitu kira-kira bunyi pesan Facebook Ayah , dan bbm bunda kepada saudara dan teman dekat. iya nak, Alhamdulillah Allah menolong bunda melahirkanmu, dengan lengkap dan sempurna. Bunda ga menangis bukannya ga senang, tapi justru saking bahagianya bunda tertawa lebar sekali. Tatapan pertama, sentuhan pertama, tak lupa IMD dilakukan setelahnya. Setelah selesai dijahit bunda dan kamu dibawa kekamar pemulihan atau perawatan. Waktu itu bunda sekamar dengan orang Arab yang ga bisa bahasa jerman dan bahasa inggris, kerjaannya mengeluh terus. Kebetulan dia juga baru melahirkan secara cesar. "Wah , aku bakalan begitu ga ya? " batin bunda. Malam pertama ayah ga bisa menemani kamu dan bunda karena tidak ada tempat untuk selonjor.
Hari-hari berikutnya dipenuhi dengan tangisan kamu, erangan kamu, erangan bunda, hahhaa. iya aku mengerang karena bekas jahitan cesar mulai sakit dan dihari pertamapun, sudah datang pelatih khusus untuk melatih berdiri, duduk dan berjalan. OMG. Payudara ini pun terasa sakit karena penuh sampai membatu dan dedek masih belum benar mengisap. Seminggu kami dirumah sakit, bahu membahu merawat bayi pertama. Ayah kebagian ganti pampers dan baju kami nak. (hahaa, bunda mau enaknya).
Bagaimana cerita selanjutnya setelah sampai dirumah?
(Bersambung).......................