Iman Usman’s Secret Sauce and Some Lessons You Need to Remember
Assalamualaikum. Halo teman-teman!
Untuk yang pertama kali datang ke Tumblr ini, selamat datang!
Sebenarnya Tumblr ini udah lama banget dibikin, sejak saya SMP (sekarang saya semester 6) tapi sayangnya saya nggak cukup pede untuk menulis.
Itu dulu.
Sekarang, kalau dipikir pede atau nggak, tetep aja nggak pede-pede amat, tapi kalau ditimbang manfaat dan mudharatnya, sepertinya akan lebih bermanfaat kalau saya beranikan diri untuk mulai rajin menulis karena ada banyak hal yang penting untuk diketahui oleh teman-teman, dan saya nggak pengen ilmunya berhenti di saya aja. Jadi, kalau kalian baca ini dan merasa ada manfaatnya, tolong sampaikan ke teman-teman yang lain ya apa yang kalian dapat, Insyaa Allah berkah :)
So, let’s start!
Alhamdulillah. Kemarin Sabtu, 30 Maret 2019 saya berkesempatan menghadiri Inauguration Day penerima #beasiswaimanusman bersama 16 orang lainnya. Seperti inauguration day pada umumnya, agenda kemarin adalah seputar deep introduction tentang program ini dan profil diri kita masing-masing (awardee + Kak Iman himself!)
Untuk yang belum tau kak Iman, beliau adalah co-Founder Ruangguru, bimbel online nomor satu di Indonesia. Kesan pertama yang saya dapat waktu beliau masuk ruangan adalah, “Ini orang panutan banget. Agenda mulai jam 9 tapi beliau udah hadir jam 9 kurang”—hal yang cukup jarang saya jumpai pada orang dengan jadwal yang super sibuk. Ga berhenti di situ aja, kekaguman saya bertambah waktu disetelin video profilnya Kak Iman. (kalian bisa nonton di sini)
Yang saya tangkap saat itu adalah, ada proses panjang dan nilai hidup yang begitu kuat sehingga Kak Iman bisa sampai di titik ini. Kak Iman merasa pendidikan adalah hal yang membawa perubahan dalam hidupnya, yang berhasil membuatnya melampaui segala batasan yang ada. Oleh karena itu, beliau punya impian agar lebih banyak anak Indonesia yang bisa merasakan hal yang sama. Melalui Ruangguru, Kak Iman berusaha merealisasikan mimpinya itu.
Keren kan? Banget!
Sekarang pertanyaannya, apa aja sih kunci suksesnya Kak Iman sampe bisa merealisasikan impiannya?
1. Ketika suka sesuatu, kasih semua hati dan jiwa kita. Jangan setengah-setengah!
Kak Iman cerita, dulu jaman SMP suka banget sama Harry Potter. Saking sukanya, beliau sampe ikut semacam “Hogwarts online” gitu! Tapi, karena nggak ada internet di rumah, akhirnya Kak Iman bela-belain ke warnet hampir tiap hari, cuma untuk ngelanjutin “sekolah online”nya itu. Karena ketekunannya, Kak Iman akhirnya berhasil wisuda daaan puncaknya adalah beliau bahkan jadi Professor di sekolah online itu loh! Lanjut dari situ, Kak Iman jadi terinspirasi untuk buka bisnis online, jualan pernak-pernik ala Harry Potter. Usahanya sukses, bahkan pernah sekali waktu dapet orderan jubah untuk keluarga besar yang berasal dari Jakarta.
Ini cuma cuplikan yang bisa nggambarin betapa “total”nya Kak Iman ini dalam berusaha. Bahkan untuk hal-hal yang mungkin orang lain anggap sepele. Totalitas akan membawa kita pada kesuksesan, di bidang apapun itu.
2. Challenge the Status Quo
Banyak pencapaian dalam hidup Kak Iman yang sebenarnya hasil dari “ketidakmungkinan”. Salah satunya waktu Kak Iman mengikuti pemilihan Duta Muda Asean. Saat itu persyaratannya mengharuskan peserta sudah berkuliah, sementara saat itu status Kak Iman masih siswa kelas 3 SMA yang baru keterima PPKB di HI UI (semacam SNMPTN kalo sekarang). Tapi, Kak Iman gak kalah sebelum perang. Beliau tetap daftar, meskipun panitia bilang beliau gak bakal bisa. Hasilnya? Dengan segala kerja keras dan kegigihan Kak Iman, beliau membuktikan bahwa dirinya pantas hingga akhirnya lolos sebagai Top 10 dalam pemilihan tersebut, and of course, sebagai peserta termuda!
Seringkali kita ini kalah sebelum perang, belum mencoba udah nyerah duluan. Hal kayak gini ini yang perlu kita ubah. Lebih baik mencoba daripada tidak sama sekali. Kita nggak akan tahu kalo gak pernah mencoba. Pun kalau kita gagal, sesungguhnya kita udah dapet pelajaran dari prosesnya, dan itulah hal yang paling berharga.
3. Build and Mantain Relationship
Orang sering bilang, punya relasi itu penting banget. Tapi, kalo kata Kak Iman, punya relasi aja gak cukup! Kita harus punya meaningful relationship. Waktu kenalan sama orang, stop berorientasi dengan kepentingan pribadi kayak, “Wah ni orang bisa jadi bantu gue tar kalo gue butuh”, tapi bangunlah relasi yang emang bener-bener dari hati. Ketika ada waktu, sempatkan diri untuk catch up dengan teman-teman kita, bantu yang kita bisa. Dulu waktu ikut YLI (Young Leaders of Indonesia), kak Iman kenalan sama kak Belva Devara pertama kali. Gaada pikiran apapun waktu itu, hingga akhirnya beberapa tahun dari situ mereka berdua bekerja sama membangun Ruangguru. See? Meaningful relationship is much more important than just a relationship.
4. Stay True to Yourself, to Your Calling
Kak Iman percaya bahwa true calling nya adalah empower others. Value ini dia bawa dari kecil. Bikin perpustakaan mini untuk anak-anak di daerahnya, mendirikan organisasi Indonesian Future Leaders semasa kuliah, hingga mendirikan Ruangguru, semua adalah bukti bahwa kak Iman fokus pada true calling nya.
Saya pribadi percaya, Tuhan tuh menciptakan kita semua, mengizinkan kita lahir di dunia ini pasti ada “misi”nya masing-masing. Tugas kita adalah mendengarkan hati nurani kita dan fokus untuk menjalankan misi itu dengan sebaik-baiknya. Mungkin ada teman-teman yang misinya berkarya di bidang seni, olahraga, politik, penelitian, dan lain-lain, yaudah fokus di situ. Tuntaskan misi kita masing-masing. Tapi, pertanyaan yang sering muncul adalah, “aku belum tau misiku apa, gimana carinya?”
Menurut saya, it’s totally okay to explore many things. Mumpung masih muda, galilah sebanyak-banyaknya pengalaman. Yang penting tetep inget batasan, tau kapan harus berhenti dan menyimpulkan akan fokus ke mana. Jangan cuma jadi oportunis yang nyobain semua hal, tapi ngga tau arah dan tujuannya mau kemana.
Yup, itu 4 “rahasia” Kak Iman yang saya pelajari di pertemuan pertama ini. Semoga bisa bermanfaat dan jadi bahan refleksi kita bersama yaa!
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa-apa yang ada pada diri mereka” (QS 13:11)











