"Gaya aksi dan reaksi selalu muncul berpasangan. Tidak ada aksi tanpa reaksi, dan keduanya terjadi secara bersamaan"
- Maka bila ingin dimaafkan, kamu harus belajar memaafkan..

seen from United States
seen from Germany
seen from United States
seen from United States
seen from Germany

seen from Albania
seen from Algeria

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from Albania
seen from United States

seen from Canada

seen from Germany
seen from Russia
seen from Ireland
seen from United States
"Gaya aksi dan reaksi selalu muncul berpasangan. Tidak ada aksi tanpa reaksi, dan keduanya terjadi secara bersamaan"
- Maka bila ingin dimaafkan, kamu harus belajar memaafkan..
— MENCINTAIMU DALAM TULISAN —
Mencintaimu dalam tulisan
Aku tak takut lagi akan penolakan
Tak trauma lagi kisah kelam percintaan
Yang ku lakukan hari ini
Mencintaimu lewat tulisan
Dengan tulisan
Aku dapat menyampaikan rasa kagumku
Menuliskan semua yang ku tahu
Tentang hidupmu dan dirimu
Dan angan-angan kelak untuk hidup bersamamu
Namun pada akhirnya kusadari
Mencintai perlu bukti
Mencintai untuk menyatukan dua hati
Apakah selamanya kusampaikan lewat tulisan?
Bersambung
Cianjur, 18 Januari 2024
Tuhan, ajari aku bahasa cinta yang sederhana, seperti hujan yang jatuh dari awan menyuburkan tanaman; bunga bermekaran, buah-buahan matang. Seperti senja yang menghantar burung-burung pulang ke sarang. Ah, bentuk cinta yang tak banyak permintaan.
BENANG MERAH HIDUP
Ketika kita rasa ternyata hidup ini makin banyaknya angin yang berhembus. Banyaknya badai yang menerpa. Hingga hujan tak henti-hentinya turun.
Diri ini memang lemah dan banyak sekali mengeluh. Hati ini patah karna ekspektasi yang dibangun terlalu indah. Raga ini lelah seakan-akan tak payah.
Tapi ternyata itu yang harus kita sadari bahwa hidup sejatinya tempat berlelah. Tak ada ujungnya, sendau gurau belaka. Sampai kita sadar apa yg seharusnya kita lakukan.
Segala bentuk duka, cita, lara, harus kita hadapi. Adakalanya kita mengeluh dengan hal yang tak ada. Adakalanya kita mensyukuri dengan segala yang ada. Satu hal yang perlu kita resapi bahwa bagian dari hidup ini adalah "Sabar tanpa tepi dan Syukur tanpa henti".
(Pemuda dan Peradaban)
Dari waktu ke waktu dalam perjalanan sejarah memang peran pemuda dalam merekontruksi peradaban tidak bisalah di pisahkan dimana keduanya menjadi korelasi yang recycle.
Emangnya,seberapa besar sih urgensi pemuda dalam merekontruksi peradaban?
Ada sebuah cerita dahulu pada zaman dimana di salah satu kerajaan islam di timur tengah yang sering diintai oleh para intelejen pasukan salib yang memata-matai kerajaan tersebut dengan tujuan untuk menyerang.
Satu tahun pertama, 1 pasukan intelijen dari pasukan salib mengintai mengeliling kerajaan namun tidak ada yang mendapatkan informasi apapun kecuali ada anak kecil yang menangis di bawah benteng, saat ditanya kenapa menangis dan ia menjawab dikarenakan anak kecil itu panahnya meleset dari target dan ia takut tidak bisa melawan para musuhnya pasukan salib akhirnya, ia melapor ke raja tantang itu dan raja keputusan melarang untuk menyerang kerajaan islam tersebut.
Tahun selanjutnya pasukan intelijen salib memata-matai kembali kerajaan islam tersebut dan pasukan tersebut tidak mendapatkan informasi apapun kecuali ia menemukan anak kecil kemarin kembali yang menangis dikarenakan panahnya yang meleset dari target dan ia mengatakan tentang ketakutannya akan kalah jika berperang dengan pasukan salib akhirnya, sang pasukan intelijen tersebut kembali melaporkan ke raja dan raja tersebut kembali melarang untuk menyerang kerajaan tersebut.
Waktu terus berjalan akhirnya 20 tahun kemudian pasukan intelijen tersebut datang kembali ke kerajaan islam tersebut dan kembali tidak menemukan informasi apapun terkait kelemahan kerajaan kecuali ada anak kecil yang kemarin sekarang ia sudah remaja dan menangis di dekat benteng saat ditanya;
"Hay anak muda ada apa gerangan kau menangis?
"Paman aku menangis dikarenakan wanitaku diambil oleh orang lain"
Setalah itu juga pasukan intilejen salib itu kembali kepada raja dan melaporkan apa yang ia temukan dikerajaan itu.
Pasukan salib pun bergegas menghadap raja untuk melaporkan keraja.
Pasukan: "Wahai raja, hamba kembali kesini ingin melaporkan hasil memata-matai kerajaan sebelah dan hamba tidak menemukan informasi apapun lagi kecuali hamba bertemu dengan anak remaja di bawah benteng yang dulu dan sekarang ia sudah remaja. remaja itu menangis saat ditanya dia mengatakan menangis dikarenakan wanita"
Raja pun menjawab: "Wahai para pasukan siapkan lah diri kalian sekarang juga kita akan menyerang kerajaan mereka, kita akan hancurkan rata dengan tanah".
Akhirnya kerajaan islam itupun diserang dan mengalami kekalahan.
Dari sini kita ambil hikmah bahwa jikalau pemuda islamiyah sudah menjadi loyo hancur dikarenakan mundurnya level kualitas karakteristik pejuang yang terbuai tergerus akan duniawi dan memikirkan pribadi saja tidak memikirkan perjuangan islamiyah dalam membangun peradaban madani dan melawan para musuh allah serta berjuang untuk umat maka hancurlah peradaban negara tersebut.
"Jelas tolak ukur peradaban suatu bangsa dilihat dari seberapa kualitas para pemudanya".
Palembang, 24 juli 2022
Didi yusup
"Yang jelas kita akan tua setua keputus asaan kita, kita akan muda semuda harapan kita. Selama keyakinan optimis dan harapan masih ada didalam dada maka kita akan selalu selamanya muda, jangan mau menjadi anak muda yang pengecut, hidup cuma satu kali, hiduplah yang berarti. Akan ada yang berubah akan ada yang bertahan, tapi satu yang pasti, harapan, cita-cita, dan keyakinan harus tetap diperjuangkan,” -Sherly annavita
Mempertanyakan Langkah
Akhir-akhir ini Aku mulai mempertanyakan langkah-langkah yang sudah kuambil, salah satunya keputusan untuk gabung di organisasi dakwah kampus.
Awal masuk organisasi itu excited banget. Agak kaget juga sih karena tiba-tiba Aku diamanahi jadi Ketua salah satu divisi. Aku mulai berpikir, makin kesini kok makin keteteran ya? Mulai banyak ujiannya, ngefek ke akademik, manajemen waktu juga berantakan. Aku di titik yang pusing banget. Pas buka note hp, Aku dapat kesimpulan diskusi Yaumi Indonesia tentang LDK (Lembaga Dakwah Kampus) beberapa tahun lalu yang masih Aku simpan:
Modal utama dalam berdakwah itu bukan cuma ilmu, kredibilitas juga diperlukan. Kalo orang nggak tau kita ini siapa, bagaimana mau berdakwah? Rasulullah mendapatkan gelar Al Amin sebelum diangkat menjadi Rasul. Kita mendakwahi orang untuk sukses, tapi kitanya keliatan luntang lantung. kita mengajari orang lain untuk bisa menyikapi hidup dgn baik, tapi tiap ujian semester stress. gimana dong?
Bener sih, kredibilitas kan dibangun dari kapabilitas (kompetensi) dan pengalaman. Kalau kredibilitas belum bagus di organisasi, kinerja bakalan sulit juga. "Kita mendakwahi orang untuk sukses, tp kitanya keliatan luntang lantung. kita mengajari orang lain untuk bisa menyikapi hidup dgn baik, tapi tiap ujian semester stress" , bagian itu nampar banget.
Aku bakal mempertimbangkan lagi langkahku di organisasi itu, bakalan lanjut atau berhenti.
Jika hidup hanya untuk menjadi sekadar maka jika hasilnya pun hanya ala kadar jangan berharap kelak kau akan menjadi orang besar
Sri Fafa || 44/356