Sabarima, album perdana dari sebuah kolektif etnik-folk asal Rangkasbitung, Beranda Rumah akhirnya diluncurkan setelah mengalami beberapa kendala dan efek dari pandemi Covid-19 kali ini.
Beranda Rumah memilih tajuk Sabarima sebagai benang merah dari album pertama mereka. Sabarima memiliki makna yang diambil dari 2 kata, yaitu Saba yang dalam bahasa Sunda berarti pergi atau berkunjung dan Rima yang bermakna bebunyian yang merdu.
Seluruh materi dari Sabarima ini direkam dalam beberapa studio yang terletak di beberapa kota. Sebut saja Goodluck studio dan Streethome studio di Cilegon, Phadepokan studio dan Wofton studio di Jakarta, juga HS studio dan Belakang Rumah studi di Rangkasbitung sendiri menjadi saksi Beranda Rumah untuk menyempurnakan materi-materi dalam Sabarima.
Selain itu, beberapa nama juga didapuk untuk mengisi beberapa instrumen agar terdengar lebih berisi. Seperti Magfi Nughra dan Dannis Saputra yang mengisi bass, Papa Ical dengan kontra-bass dalam lagu Pelaut, juga Rivelino Ismaya dengan uilleann pipes ala Irish pada lagu Berang-berang.
Selain itu, Pelaut sebagai salah satu di dalam Sabarama yang sempat menjadikan Beranda Rumah juara satu dalam Music for Adventure yang diselenggarakan oleh Eiger dan Beli Album Fisik di tahun 2020 ini.
Sabarima sudah dapat didengarkan di layanan music streaming dan dirilis melalui Ivy League milik Mondo Gascara. Selain itu, Sabarima akan dikemas dalam format box set dan menggandeng produk sepatu lokal Zasaka di akhir tahun nanti.