Dendang Akhir Tahun oleh Alfan Rahadi (part. II)
Akhmad Alfan Rahadi, seorang pengamat musik indie dan emo yang juga merupakan seorang penulis lepas yang dapat kalian temukan tulisan-tulisannya di beberapa situs berita musik dan umum. Melalui tahun 2020-nya dengan beberapa dendang lagu yang cocok dengan suasana hati dan pikiran dari seorang Alfan. Meskipun âemoâ adalah nama tengahnya, namun kali ini beliau mendengarkan beberapa genre yang sejatinya masih tidak jauh juga dari nama tengahnya tersebut.
Yak, kali ini Alfan yang lebih dikenal dengan nama panggung Alfan Papaonta akan membagikan 10 besar musisi berikut single jagoannya yang sering diputar untuk menemani hari-hari di tengah pandemi ini. Sebagai penutup tahun 2020 yang tak menentu, simak 5 tembang lanjutan yang menemani hari-hari Alfan.
06. COUNTRY WESTERNS - IâM NOT READY
Bagi yang kangen era-era college rock dengan segala sensibilitas lagu pop dan distorsi punk, Country Westerns jawabannya. Band beranggotakan Brian Kotzur, Joseph Plunket dan Sabrina Rush ini menempatkan distorsi abrasif di atas lagu pop dan kadang heartland rock dengan tepat guna. Full Album self titled mereka sudah rilis via Fat Possum Records.
07. HALLAM FOE - LIVE A TRANQUIL SIMULATION
Listen/purchase: Live A Tranquil Simulation by Hallam Foe
Screamo/skramz nampaknya mulai menembus pendengaran muda-mudi Kota Malang beberapa tahun ini. Buktinya Hallam Foe yang dulunya bernama Weloveprison berhasil menerjemahkan skramz ala Indonesia dengan progresi yang fluid, yah cair tanpa ada canggung sama sekali. Walaupun tanpa bass, Nisa, Lewi dan Gilang sudah bisa memberikan punch yang berarti dan in your face.Â
08. Oâs TRIBE
Ketika Tupac berbicara tentang cinta lewat Dear Mama, Unconditional Love, atau Still Love You, Tupac berbicara dengan segala kerasnya watak lelaki, tanpa melupakan betapa rapuhnya hati tak peduli lelaki atau wanita. O's Tribe berbicara dalam bahasa itu, ketika kita berargumen dengan logika dan ego yang dibalut image maskulin yang harus berkompromi dengan urusan sentimentil. Menjadi tangguh atau setidaknya mencoba tangguh adalah pilihan satu-satunya untuk menjadi waras di antara cinta yang katanya mendewasakan namun nyatanya memberi porsi lebih pada emosi. Ataukah porsi lebih pada ego?
09. FAHEM - EMPTY SPACE
Sophistipop revival masih bergema di Malang, kini datang dari vokalis Morisade, Irfan Fahem. Fahem mengekspresikan kreasi paling personalnya dalam proyek ini dan dia berhasil. Lick gitar bluesy-nya dan progresi lagunya yang sedikit RânâB and soul membawa Empty Space menjadi 4:08 menit yang berisi.
10. WHITENOIR - COMMA
Semenjak fase vakumnya, Whitenoir sudah menjelma menjadi salah satu unit alternative rock yang diperhitungkan di Kota Malang. Walaupun banyak padanan yang disematkan ke musik mereka seperti Superheaven atau Moose Blood, namun Whitenoir bisa menampik semua itu dengan aransemen yang far beyond. Kini dengan formasi duo Eki dan Ale menapaki jalan keras di tengah pandemi ini untuk terus berkarya dan menyuarakan keresahan anak muda yang kini harus menghadapi musibah global ini.










