Pertandingan babak 32 besar FIFA World Cup 2026 mempertemukan sang juara bertahan, Prancis, melawan Swedia di Stadion mammoth, New Jersey. P
seen from United States
seen from Netherlands
seen from Singapore
seen from United States
seen from Singapore
seen from Netherlands
seen from United States
seen from United States

seen from Sri Lanka
seen from Germany
seen from China
seen from Sweden
seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from China
seen from Switzerland

seen from Slovakia
seen from United States
Pertandingan babak 32 besar FIFA World Cup 2026 mempertemukan sang juara bertahan, Prancis, melawan Swedia di Stadion mammoth, New Jersey. P
Reuni Emosional! Vladimir Petkovic Ogah Jemawa Jelang Laga Swiss vs Aljazair
Babak 32 besar Piala Dunia 2026 bakal menyajikan duel penuh emosi antara Aljazair vs Swiss. Pelatih Aljazair, Vladimir Petkovic, bakal menantang mantan tim asuhannya yang pernah ia latih selama 7 tahun (2014–2021).
Meski tahu luar dalam kekuatan Swiss, Petkovic menepis anggapan kalau dirinya diuntungkan:
Gak Ada Rahasia di Sepak Bola: Menanggapi isu kalau ia punya "senjata rahasia", Petkovic menegaskan era sepak bola modern sudah sangat terbuka. "Seperti halnya saya tahu para pemain, mereka juga tahu (gaya) saya," ujarnya.
PR Lini Belakang Aljazair: Petkovic mengaku cemas dengan pertahanan Les Fennecs yang belum pernah clean sheet. Aljazair gampang kebobolan dari jarak jauh—termasuk saat dibantai hattrick Lionel Messi di fase grup. Kiper mereka, Luca Zidane, harus kerja ekstra keras.
Modal Lini Serang: Kabar baiknya, lini depan Aljazair lagi tajam-tajamnya setelah sukses sarangkan 3 gol ke gawang Austria. Lolos ke fase gugur juga jadi motivasi sejarah baru buat sepak bola Aljazair.
📖 Baca berita selengkapnya di: infoterviral.com
Laga reuni yang diprediksi bakal ketat banget, bahkan bisa sampai babak perpanjangan waktu. Menurut kalian, taktik Petkovic bakal sukses pulangkan sang mantan, atau malah Swiss yang udah hafal gaya dia? Drop opini kalian! 👇
Liam Rosenior Minta Waktu, Bandingkan Dirinya dengan Guardiola dan Klopp
Infoterviral.com – Pelatih Liam Rosenior minta waktu, lalu akhirnya angkat bicara setelah Chelsea kembali menelan hasil buruk. Kali ini, mereka kalah telak 0-3 dari Manchester City pada lanjutan liga, Senin (13/4/2026).
Hasil tersebut semakin memperburuk tren The Blues. Dalam enam pertandingan terakhir, Chelsea hanya meraih satu kemenangan. Bahkan, kemenangan itu pun diraih saat menghadapi tim kasta bawah, Port Vale, di ajang piala domestik.
Karena itu, tekanan terhadap Rosenior pun meningkat drastis. Namun demikian, ia menegaskan bahwa dirinya membutuhkan waktu untuk membangun tim yang kompetitif.
Liam Rosenior Minta Waktu Bandingkan Situasinya
Rosenior tidak ragu membandingkan situasinya dengan pelatih top seperti Pep Guardiola dan Jürgen Klopp. Menurutnya, kesuksesan tidak datang secara instan.
Ia menjelaskan bahwa bahkan pelatih berpengalaman sekalipun membutuhkan waktu untuk membentuk tim sesuai filosofi mereka. Oleh sebab itu, ia berharap publik bisa memberikan kesempatan yang sama.
“Saya percaya, dengan waktu yang cukup, Anda bisa menciptakan sesuatu yang istimewa,” ujar Rosenior.
Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa dirinya baru mulai bekerja pada Januari. Jadi, proses adaptasi masih berjalan hingga saat ini.
Akui Tanggung Jawab atas Performa Buruk
Meski meminta waktu, Rosenior tetap menunjukkan sikap tanggung jawab. Ia tidak mencari alasan atas hasil buruk yang didapat timnya.
Sebaliknya, ia secara terbuka mengakui bahwa performa tim, terutama di babak kedua, masih jauh dari harapan. Ia menyoroti kurangnya konsentrasi serta kepercayaan diri pemain saat menghadapi tekanan.
“Kami tidak cukup baik. Kami gagal mengontrol permainan dan terlalu mudah kehilangan momentum,” katanya.
Lebih lanjut, ia menilai masalah utama terletak pada mentalitas. Ketika tim mengalami kemunduran, para pemain belum mampu bangkit dengan cepat.
Baca Juga : Chivu Sindir Allegri dan Conte, Inter Tetap Kejar Target Tinggi
Chelsea Harus Segera Bangkit
Situasi ini jelas tidak ideal bagi Chelsea. Selain hasil buruk, posisi mereka juga semakin menjauh dari zona Liga Champions. Oleh karena itu, setiap pertandingan ke depan menjadi sangat krusial.
Rosenior pun menegaskan bahwa timnya harus segera berbenah. Ia ingin para pemain meningkatkan kebiasaan positif serta memperkuat karakter di lapangan.
Di sisi lain, jadwal berat sudah menanti. Chelsea akan menghadapi Manchester United dalam laga berikutnya. Pertandingan tersebut bisa menjadi titik balik atau justru memperdalam krisis.
Jika ingin menyelamatkan musim, Chelsea tidak punya banyak pilihan selain segera bangkit. Namun demikian, semua itu kembali pada seberapa cepat Rosenior mampu membawa perubahan nyata.
Kontroversi Penalti Genoa vs Udinese: VAR Batalkan Keputusan Wasit
Infoterviral.com – Kontroversi Penalti Laga Genoa vs Udinese di pekan ke-30 Serie A 2025/2026 menghadirkan momen kontroversial yang memicu perdebatan. Wasit sempat menunjuk titik putih untuk Genoa, tetapi kemudian membatalkan keputusan tersebut setelah meninjau VAR.
Eddie Howe Soroti Kesalahan Individu Usai Newcastle Dihajar Barcelona
Infoterviral.com – Eddie Howe mengakui timnya membuat terlalu banyak kesalahan saat Newcastle United menghadapi FC Barcelona di Liga Champions. Kekalahan telak itu membuat Newcastle tersingkir dari babak 16 besar dengan agregat 8-3.
Howe menilai timnya sebenarnya memulai pertandingan dengan baik. Namun, sejumlah kesalahan individu mengubah arah laga secara drastis.
Timnas Indonesia akan melakoni jadwal padat di tahun 2026
Gol pada menit setan Bournemouth menjadi petaka bagi Liverpool