You are Never Alone
“Sometimes, when the world’s not on your side. You dont know where to run to. You dont know where to hide. You gaze at the stars in the sky. At the mountain so high. Through the tears in your eyes. Looking for a reason, to replace what is gone. Just remember, remember that you are never alone.” Zain Bhika
Pernah tidak dalam hidupmu kamu mengalami banyak kegagalan, setiap impian yang kamu bangun harus runtuh satu persatu padahal sudah sekian banyak usaha yang kamu telah lakukan?
Pernah tidak dalam hidupmu kamu berada di puncak paling tinggi dari putus asa, rasa-rasanya jalan keluar satu-satunya hanyalah menghilang, lenyap atau bahkan ingin sampai mengakhiri hidup?
Pernah tidak dalam hidupmu diliputi rasa bersalah berlebihan, menyesal dan bahkan sampai menyalahkan takdir seolah dunia ini tidak berpihak sama sekali kepadamu?
Pernah tidak? Jika pernah sesungguhnya kamu tak pernah sendirian. You are never alone. Di belahan bumi sana ada milyaran orang yang merasakan hal yang sama, bahkan termasuk saya sendiri. Hanya saja saya dan mereka lebih memilih untuk berdamai dengan semua masalah dan ujian itu. Wajar kan ada namanya masalah, ujian, cobaan karena ini masih dunia.
Jadi begini ceritanya. Dulu saya kepingin banget kuliah di jurusan kedokteran. Alhamdulillah saya terpilih untuk ikut jalur undangan yang memang pesertanya terbatas hanya ditujukan untuk siswa-siswa yang nilainya tinggi, kalau ngak salah kata pak guru gitu dulu. Entah bagaimana caranya saya bisa apply jalur itu. Jurusan yang saya pilih waktu itu tidak tanggung-tanggung, jurusan kedokteran umum UNPAD di semarang. Selain itu saya juga gabung di kursusan yang targetnya khusus menembak universitas favorit. Nama programnya “Go to Big Five”. Program ini adalah beasiswa langsung dari yayasan HJ Kalla. Alhamdulillah lolos dan dapat beasiswa kursusannya. Setiap hari saya berjibaku dengan soal-soal tes prediksi, ikut Try out dan seminar tentang tips dan trik mencapai skor tertinggi. Tibalah masa pengumuman. Saat itu saat-saat paling menyakitkan. Saya tidak lulus jalur undangan juga jalur SNMPTN yang merupakan jalur masuk bersama untuk perguruan tinggi negeri. Kedokteran umum UNHAS di pilihan pertama dan jurusan kedoteran umum UNSRAT manado di pilihan kedua gagal saya dapatkan. Kecewa, sedih, semuanya berkumpul jadi satu. Dari kegagalan itu saya mencoba bangkit untuk mencoba segala kemungkinan yang ada. Hingga Allah menakdirkan saya untuk kuliah di sebuah perguruan tinggi islam. Saya baru tersadarkan sekarang bahwa dari kepingan puzzle ketidaklulusanku waktu itu, Allah ternyata sedang menyusun rencana lain yang auh lebih baik, menghadiakan saya hidayah yang begitu indah. Saya akhirnya mengenal Islam lebih baik. Dan bagi saya itu adalah nikmat paling besar yang Allah titipkan bahkan jauh lebih besar ketimbang lulus di jurusan kedokteran.
“Boleh jadi kita mmengangap baik sesuatu yang buruk pun sebaliknya menganggap buruk sesuatu yang baik, padahal Allah yang paling tahu mana yang terbaik untuk kita.”
Jadi jalan keluarnya adalah berdamai, terima apa yang telah ditakdirkan oleh Allah sembari terus mengusahakan dan memaksimalkan yang terbaik. Yakini bahwa Allah akan menjadikan jalan keluar dari setiap masalah, selama kita juga mau melaksanakan apa-apa yang diperintahkannya.
Tidak sadarkah kita telah sekian banyak nikmat yang tidak kita syukuri. Sekiranya kamu mau mengitung nikmat Allah, biarpun seluruh pohon beserta rantingnya kita kumpulkan untuk dijadikan pena semua lautan yang ada di dunia ini dijadikan tinta maka itu tak akan cukup untuk menuliskan nikmat yang Allah berikan kepada kita. Hingga Allah berkata kepada kita di dalam ayatnya : Nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kamu dustakan?
Terkadang kita terlalu sombong, menyangka semua nikmat itu berasal dari kerja keras pribadi padahal Allah lah yang memudahkan segalanya.
Saya ingin kita melihat dari sisi lain apa sebenarnya hikmah di balik ujian serta cobaan yang Allah berikan pada diri kita?
Boleh jadi itu pertanda Allah ingin kita mendekat kepadaNya. Boleh jadi Allah rindu setiap derai tangis kita untuk kembali padaNya. Bukankah Allah satu-satunya tempat untuk meminta pertolongan?
Sungguh kamu tak pernah sendiri. Di balik ujian dan cobaaan Allah titipkan solusinya sepaket. Kita saja yang berkurang kepekaannya.
Sebanyak apapun masalah yang memberatkan pundakmu, entah itu sudah hampir memenuhi luasnya langit dan bumi, selalu ada Allah tempatmu meminta. Bahkan ia mencintai hambahnya yang selalu meminta dan mendekat kepadaNya
Allah knows everything what happened on you.
Saatnya kembali kepadaNya. Fa firru Ilallah. Seburuk apapun masa lalu kita, sebanyak apapun dosa yang menumpuk hingga bergunung-gunung, tetap masih ada kesempatan. Selama matahari belum terbit di sebelah barat, Allah selalu menunggu taubatmu.
“Dan apabila hambah-hambah-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka kataknalah, bahwasanya aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memnuhi segala perintah-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”
Please, remain that you are never alone!










