Berkarya Untuk Semesta
“ Setiap tetes tinta seorang penulis adalah darah bagi perubahan peradaban. Karenanya perhatikanlah bagaimana ujung penamu bergerak”
Salim A. Fillah
Malam kemarin menjadi begitu sangat special bagi saya XD hehehe, tepatnya satu hari yang lalu saya bergabung di diskusi online kepenulisan yang di komandoi oleh sahabat-sahabat dari Rumpun Aksara. Why’s so special? Karena yang mengisi materinya mbak @novieocktavia hehehe! Engga deng. Karena semuanyalah. Iyya termasuk karena mbak novi yang jadi pematerinya juga. Beberapa bulan lalu saat orderan pertama kali anaknya mbak novi si “Menata Kala” itu, saya sudah jatuh hati duluan sama tulisannya. Benar-benar Inspiring deh pokoknya! best recommended book, eits bukan endorse yah! hehehe
Dan Alhamdulillah di diskusi online itu saya diberikan kesempatan bisa berdiskusi langsung dengan penulisnya. Bertambah eagernya saya karena diskusinya “talk about writing”, dimana saat-saat sekarang memang saya lagi di puncak kehausan dengan ilmu yang satu ini.
Menariknya lagi karena di rumpun aksara ini saya menemukan banyak penulis-penulis hebat yang tulisannya malang melintang di jagad ketumblran. Jadi agak minder juga sih bisa segroupan dengan mereka semua. Tapi bersyukur juga karena bisa diberikan kesempatan untuk sama-sama berbagi ilmu.
Yap. Di awal diskusi saya dibuat pangling loh sama prestasi dan kemampuan komunikasi mbak novi yang super interaktii! Masya Allah. Mulai menulis sejak umur 14 tahun. Usia yang sangat belia. Tidak heran kalau mbak novie sekarang memperoleh banyak karya, prestasi dan apresiasi dari banyak orang karena usahanya, semangatnya untuk berkarya dan itu dimulainya sejak dulu. It’s so facinated me!
Ini jadi semacam pelajaran buat saya sendiri, kalau menulispun butuh usaha dan perjuangan yang tidak main-main. Butuh jam terbang yang banyak buat bisa master di suatu bidang, apapun itu. Kata Malcolm Gladwell, ada “rule of 10000 hours”. tempuhlah “10 ribu jam terbang” untuk aktivitas berlatih yang terncana dan sistematis.
jadi kesuksesan orang itu ngak instan butuh proses yang panjang!
Banyak orang yang tadinya hanya melihat batas permukaan suatu lautan tanpa pernah memantau sejauh apa kedalammnya. Jangan melihat sesorang itu ketika suksesnya saja tapi lihatlah betapa banyak lika-liku perjuangan yang satu-persatu dia taklukan untuk menjemput kesuksesannya. Kita hanya tidak melihat langsung bagaimana mereka berusaha melewati jengkal demi jengkal ujian, bagaimana air mata dan tangisnya, bagaimana perjuangannya menaklukan rintangan demi rintangan.
Mbak Novi menceritakan bagaimana ia dulu mengalami penolakan yang datang dari orang lain, tapi itu justru dijadikan lompatan untuk terus menulis.
Tentang menulis mbak novi punya versi sendiri;
“Katanya menulis itu bukan hanya sekedar gerakan jari, tapi juga olah pikir dan olah rasa yang bersinergi. Menulis adalah membingkai kata. Menulis tidak sekedar cerita. Menulis tentang bergerak, berbuat baik dan menyampaikan kebenaran dalam kebaikan. Menulis adalah cara pulang kepada hati, karena kalau sedang menulis berarti kita sedang belajar, bertumbuh, dan menasehati diri sendiri. Terakhir tapi paling penting, katanya kemampuan menulis itu titipan Allah, that’s why menulis tentang bergerak, berbuat baik, dan menyampaikan kebenaran dan kebaikan.“
Bagi saya sendiri, menulis adalah satu-satunya tempat dimana saya bisa menjadi diri sendiri dan tidak merasa dihakimi, dan saya senang berada disana.
Di tengah-tengah diskusi yang berlangsung alot, mbak Novi menyampaikan curhatannya tentang keresahannya melihat banyak anak muda sekarang ini yang full-engaged dengan sosmed. Saya satu pikiran dengan mbak Novi. Sebenarnya ini yang harus kita sikapi segera. Melihat gelombang arus sosmed yang kian pesat menjarah setiap waktu anak muda, maka sudah sepantasnya ada yang berani untuk tampil dan maju ke depan untuk menyuarakan kebaikan dan kebermanfaatan. Dan salah satunya dimulai dengan menulis, dengan berkarya. Seperti kata penyemangat mbak Nov, Berkarya untuk semesta!
Diakhir diskusi dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab. Diskusi yang sangat hidup. Ada banyak pertanyaan yang masuk dan seketika dibalas oleh mbak Novie. Ada yang bertanya tentang cara menerbitkan buku, tentang membuat outline, pertanyaan tentang buku-buku yang dibaca pokokny macam-macam lah ditanyakan yang semuanya memberikan pemahaman baru untuk saya. Untuk segera memulai untuk berkarya. Karena dari karya kita lah nantinya peradaban itu dimulai.
Sungguh di luar ekspektasi saya dari diskusi kepenulisan ini, tidak hanya ilmu yang bertambah, tapi juga Alhamdulillah diberikan kesempatan memperluas jaringan friendship. Bisa kenal banyak akun tumblr yang dududu syalala tulisannya, inspiratif dan manfaatnya yang membahana.XD hehehe
The last but not least, semakin kesini saya semakin menyadari kalau peran kita sedang dibutuhkan. kita harus ikut andil untuk berkontribusi. Coba bayangkan saja, jika setiap kali kita memposting tulisan positive di tumblr ini, maka akan ada ratusan karya yang bisa jadi, asbab orang lain juga ikut bergerak bermanfaat dan berbagi kebaikan. Simplenya tulisanmu akan mempengaruhi orang-orang disekitarmu. Dan setidaknya, kita telah masuk kedalam golongan orang-orang yang saling tolong menolong dalam kebaikan. Bukankah pahala kebaikan karena mengajak orang lain berbuat baik maka pahala akan kembali kepda kita?
Yap, Investasi Akhirat!
Kalau kata mbak Helvy,
“ menulis adalah memahat peradabahan. Ketika sebuah karya selesai ditulis, maka pengarang tak mati. Ia baru saja memperpanjang umurnya lagi”
Saatnya kita berkarya untuk semesta, menebarkan kebaikan dan berbagi manfaat. Untuk sebuah peradaban yang sama-sama ingin kita wujudkan.
Salam semangat untuk semua sahabat Rumpun aksara! @naskahsenja @keyshawidya @duatigadesember @ibnufir @menatakata @atifadhilah @annisayz @annisadrms @yegirizkipratama @triafitria @nonaatata @ariqyraihan @tigapuluhnovember @kotak-nasi @taufikaulia @albiziailyas @gelangkaret @hujansaatsenja-blog-blog @greatpurple @bamzato @alephabet @aluraksara @tulisdulu @butir-renjana @ajaputri @danispratama @padanghijau @musyarofaah @choqi-isyraqi @koniginderrosen @sapasarah @fnibrass @rezkyfirmansyah
Selamat menulis,
Semesta menantikan karya terbaikmu!
Lovely thanks to @novieocktavia and @rumpunaksara for this nice discussion! Syukran wa Jazakumullahu khairan katshiran.
Ditunggu yah diskusi-diskusi selanjutnya.
Makassar , 10 oktober 2017
Dianestari











